Thursday, June 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

PGN Catatkan Pertumbuhan Volume Gas Niaga 5 Persen

metaposmedia by metaposmedia
30 November 2023
in Ekbis
PGN Catatkan Pertumbuhan Volume Gas Niaga 5 Persen

Jakarta,Metapos.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan pertumbuhan volume gas niaga sebesar 5 persen hingga Kuartal III tahun 2023 menjadi 935 billion british thermal unit per day (BBTUD) dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 839.000.

Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko merinci, volume terbesarnya berasal dari pembangkit listrik, industri kimia, keramik, makanan dan pupuk.

BACA JUGA

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar

“Salah satu sebab peningkatan volume niaga karena rerata harga gas yang dijual PGN memang sangat kompetitif bila dibandingkan bahan bakar lain seperti HSD yang setara 41,18 dolar AS per MMBTU, LPG 12 kg setara 26,20 dolar AS per MMBTU atau MFO setara 33,74 dolar AS per MMBTU,” beber Arief dalam Public Expose, Rabu, 29 November.

Lebih lanjut, ia menambahkan, pengaliran gas bumi di bisnis transmisi sebesar 1.444 MMSCFD berhasil tumbuh sebesar 8 persen.

Menurutnya, hal ini dikarenakan mengalirnya gas di Pipa Transmisi Gresik-Semarang.

Dikatakan Arief, strategi perusahaan dalam mengincar pelanggan baru guna meningkatkan volume gas niaga.

Menjelang akhir 2023, lanjutnya, kebijakan strategis yang ditempuh adalah secara konsisten menambah portofolio pelanggan baru untuk mencapai target volume pengelolaan gas bumi.

“PGN menjalankan Customer Acquisition guna mencapai penambahan pengelolaan volume gas bumi melalui penambahan pelanggan baru , penyediaan infrastruktur gas beyond pipeline (LNG & CNG retail) dan perluasan jargas rumah tangga untuk mendukung kebijakan pengurangan subsidi. Sedangkan diversifikasi bisnis dikembangkan oleh anak perusahaan melalui pengembangan LNG Arun, proyek biomethane, dan optimasi WK Pangkah,” kata dia.

Tags: Gas niagaMetapos.idPGN
Previous Post

RI Butuh 13 Juta Kendaraan Listrik untuk Setop Ekspor BBM

Next Post

Ajang Balap Mobil Pertama di Mandalika

Related Posts

Alasan Elon Musk Pilih Korea Selatan Ketimbang Taiwan untuk Bisnis AI
Ekbis

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

18 June 2026
Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar
Ekbis

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar

17 June 2026
Tugu Insurance Rayakan Panen Raya Hutan Adopsi Bersama Masyarakat Cianjur
Ekbis

Tugu Insurance Rayakan Panen Raya Hutan Adopsi Bersama Masyarakat Cianjur

17 June 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

16 June 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

16 June 2026
BEI dan IBCWE Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui Sensus IDX200
Ekbis

BEI dan IBCWE Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui Sensus IDX200

15 June 2026
Next Post
Ajang Balap Mobil Pertama di Mandalika

Ajang Balap Mobil Pertama di Mandalika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini