Friday, May 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

RI Butuh 13 Juta Kendaraan Listrik untuk Setop Ekspor BBM

Afizahri by Afizahri
30 November 2023
in Ekbis
RI Butuh 13 Juta Kendaraan Listrik untuk Setop Ekspor BBM

Jakarta,Metapos.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Dewan Energi Nasional (DEN) telah menyusun Grand Energy Strategy Nasional tahun 2020 hingga 2040, di mana salah satu targetnya menyebutkan pemerintah akan menyetop ekspor bahan bakar minyak (BBM).

Tenaga Ahli Menteri nergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Kelistrikan Sripeni Inten Cahyani mengatakan, dalam Grand Design tersebut jug tlah ditemukan kajian bahwa Indonesia memerlukan setidaknya 13 juta kendaraan listrik mengaspal pada tahun 2030 agar kegiatan impor BBM dapat dihentikan.

BACA JUGA

Investasi EV Bikin Honda Rugi Rp42 Triliun di Tahun Fiskal 2025

Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran

“Menteri ESDM sebagai Ketua Harian DEN membuat atau menyusun Grand Energy Strategy Nasional 2020-2040, dimana salah satu targetnya 2030 tidak lagi melakukan impor atau setop impor BBM. Ditarik mundur ke belakang ketemunya 13 juta sepeda motor listrik,” ujar Sripeni dalam Diskusi bertema ‘Menkar Regulasi Ekosistm Kendaraan Listrik’, Rabu, 29 November.

Sripeni juga mengakui jika target tersebut sangat berat untuk dilakukan. Apalagi dengan jumklah konversi motor listrik yang masih jauh dari target yang dipatok pemerintah.

“Untuk mencapai 13 juta sejujurnya itu target yang luar biasa besar, tantangannya sangat berat. Namun itu adalah hitung-hitungan bagaimana kita menjaga ketahanan dan kemandirian energi,” kata dia.

Dalam mencapai target tersebut, kata dia, pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan agar mendorong ekosistem kendaraan bermotor berbasis baterai di tengah masyarakat.

Salah satu lamngkah yang dilakukan adalah melalui Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Untuk menjalankan aturan ini pemerintah telah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang hingga saat ini telah berjumlah 842 unit dan SPBKLU sebanyak 1330 unit.

Sripeni juga meminta Kementeri dan Lembaga untuk menjadikan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional

“Jadi pemerintah ingin beri contoh dengan APBN. Balik lagi bagaimana peran pemerintah, keseriusan pemerintah, untuk gunakan APBN untuk belanja kendaraan listrik namun ini juga masih belum bergerak,” kata dia.

Ia juga menyoroti kendala yang diharapi K/L saat menetapkan kendaraan listrik sebagai kendaran operasional, salah satunya standar biaya yang tidak sesuai, dan ketidaksesuaian antara pagu anggaran kementerian dengan harga kendaraan listrik.

“Dan pada waktu ini dikeluarkan di September, belum ada revisi anggaran sehinggga masih stuck, masih sedikit yang pakai EV,” pungkas Sripeni.

Tags: Ekspor BBMKementerian ESDMKendaraan listrikMetapos.id
Previous Post

PT Uni-Charm Indonesia Merayakan Hari Jadi ke-25Terus Mendukung Kebutuhan Konsumen Wanita, Mempertahankan No.1 di 3 Kategori Utama

Next Post

PGN Catatkan Pertumbuhan Volume Gas Niaga 5 Persen

Related Posts

Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Ekbis

Investasi EV Bikin Honda Rugi Rp42 Triliun di Tahun Fiskal 2025

14 May 2026
Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran
Ekbis

Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran

14 May 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik
Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik

13 May 2026
Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik

13 May 2026
IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global
Ekbis

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

13 May 2026
Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global
Ekbis

Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global

13 May 2026
Next Post
PGN Catatkan Pertumbuhan Volume Gas Niaga 5 Persen

PGN Catatkan Pertumbuhan Volume Gas Niaga 5 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini