Saturday, May 9, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Manfaat Kesehatan dari Mendaki di Alam Terbuka

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
17 October 2023
in Lifestyle & Health
Manfaat Kesehatan dari Mendaki di Alam Terbuka

Jakarta,Metapos.id – Aktivitas harian dengan pekerjaan yang menumpuk jelang akhir tahun,media sosial, email, dan kebisingan umum sepanjang waktu dalam kehidupan dapat membuat kita lebih stres dan menyebabkan penurunan produktivitas. Ada banyak faktor yang menyebabkan produktivitas seseorang turun, beberapa diantaranya adalah stres, sulit tidur, dan tubuh lesu.


Chairman, Herbalife Nutrition Institute, David Heber mengatakan memutuskan hubungan dengan teknologi dan terhubung kembali dengan alam memberikan otak kita waktu istirahat yang sangat
dibutuhkan.

BACA JUGA

Anime THE ONE PIECE Dijadwalkan Tayang Februari 2027

Mengenal Hantavirus, Gejala hingga Cara Penularannya

Mendaki gunung adalah cara yang baik untuk mendapatkan udara segar, terutama jika Anda tinggal di daerah perkotaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada manfaat nyata dari beraktivitas di luar ruangan dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan.Berikut adalah 4 manfaat mengapa mendaki di alam terbuka baik untuk kesehatan Anda:

  1. Meningkatkan Kepadatan Tulang
    Mendaki adalah jenis latihan yang membebani berat badan, yang berarti tulang dan otot Anda
    bekerja lebih keras melawan gravitasi. Ini membantu tubuh Anda membangun atau
    mempertahankan kepadatan tulang, yang sangat penting saat kita menua.
    Studi menunjukkan bahwa kepadatan tulang menurun sekitar satu persen setiap tahun setelah usia
    40 tahun. Beraktivitas di luar ruangan untuk mendaki dapat berdampak positif dalam membantu
    memperlambat penurunan ini. CDC juga merekomendasikan 30 menit latihan fisik seperti berjalan
    cepat, 5 hari seminggu.
    Sebagai bonus tambahan, mendaki di alam terbuka memberi Anda dosis Vitamin D dari paparan
    sinar matahari. Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium, yang kita butuhkan untuk kesehatan
    tulang.
  2. Meningkatkan Kualitas Tidur
    Mendaki jarak jauh di alam tidak hanya dapat menginspirasi tidur pemulihan setelah mendaki,
    tetapi penelitian terbaru menyarankan bahwa ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur secara
    keseluruhan.
    Dalam sebuah studi tahun 2017 yang dipublikasikan dalam Current Biology, peneliti Kenneth
    Wright dari University of Colorado Boulder mengukur siklus tidur subjek sebelum dan selama
    perjalanan berkemah akhir pekan. Selama perjalanan, ketika subjek hanya terpapar cahaya alami
    (tanpa elektronik), kadar melatonin mereka meningkat, dan jam biologis internal mereka bergeser
    lebih awal. Studi ini menunjukkan bahwa berada di alam membantu kita beralih ke siklus tidur
    alami.
  3. Meningkatkan Kebahagiaan
    Olahraga fisik merangsang pelepasan endorfin, zat kimia dalam otak yang memicu perasaan positif.
    Mendaki, bagaimanapun, dapat meningkatkan mood kita bahkan lebih daripada berjalan biasa di
    lingkungan sekitar.

Peneliti dari Stanford University, Gregory Bratman, memberikan 60 orang pilihan antara berjalan 50 menit di hutan atau berjalan di jalan beraspal. Hasil menunjukkan bahwa mereka yang berjalan

di alam mengalami lebih sedikit kecemasan dan pemikiran berlebihan, serta lebih banyak emosi positif dibandingkan dengan mereka yang berjalan di lingkungan perkotaan.
Ingin sedikit kebahagiaan ekstra? Mendakilah bersama seorang atau dua orang teman. Interaksi sosial, terutama dengan orang-orang yang memiliki ikatan kuat, adalah unsur penting bagi
kebahagiaan dan kesejahteraan.

4.Melawan Depresi
Vitamin D dari alam terbuka yang cerah yang sangat penting untuk kesehatan tulang juga melawan depresi. Menurut tinjauan kritis dari 61 studi, terdapat korelasi antara depresi dan kekurangan
vitamin D. Mereka yang memiliki kadar vitamin D terendah memiliki risiko depresi yang lebih tinggi,dan mereka yang depresi memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah.Gejala kekurangan vitamin D meliputi:

  • Kelelahan
  • Sakit sering
  • Penyembuhan luka yang lambat pada tulang dan/atau nyeri otot
  • Depresi

Seseorang yang mengalami perbaikan substansial dalam gejala depresi setelah menerima perawatan kekurangan vitamin D.Dalam sebuah studi lain, peneliti Stanford menemukan bahwa subjek yang berjalan di alam selama 90 menit mengalami peningkatan aktivitas di korteks prefrontal subgenual, area otak yang terkait dengan depresi dan kecemasan saat dinonaktifkan. Temuan ini menunjukkan bahwa mendaki di
alam berdampak positif pada mood.


Mengapa Mendaki di Alam Terbuka Bersama Teman: Peran Dukungan Sosial
Olahraga sudah dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental, tetapi studi terbaru menemukan pengaruh positif bergabung dengan kelompok berolahraga terhadap pencapaian tujuan.


National Institutes of Health meninjau berbagai studi yang menghubungkan manfaat dukungan sosial dengan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.“Mendaki alam secara teratur memperkuat jantung, paru-paru, dan otot kita, serta pikiran kita. Dan pergi bersama teman juga dapat memberikan manfaat kesehatan. Jadi, saat Anda mencapai puncak bukit di akhir jalan berdebu, berhentilah sejenak untuk mengagumi pemandangan dan hargai semua
yang Anda lakukan untuk kesehatan dan kebahagiaan Anda,” tutup Herber.

Tags: Herbalife NutritionManfaat kesehatanMendakiMetapos.id
Previous Post

Resmikan Bursa CPO, Mendag Zulkifli Hasan: Terobosan Perbaiki Tata Kelola Perdagangan CPO di Indonesia

Next Post

Indonesian GP 2023: Aksi Kepedulian Riders Melalui Penanaman Terumbu Karang dan Bersih-bersih Pantai

Related Posts

Mengenal Harbin, Kota Bersuhu Ekstrem dengan Festival Salju Terbesar Dunia
Lifestyle & Health

Anime THE ONE PIECE Dijadwalkan Tayang Februari 2027

9 May 2026
Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia dalam Tiga Tahun
Lifestyle & Health

Mengenal Hantavirus, Gejala hingga Cara Penularannya

9 May 2026
Mengenal Harbin, Kota Bersuhu Ekstrem dengan Festival Salju Terbesar Dunia
Lifestyle & Health

Tren Dubai Chewy Cookie Ramai di Media Sosial, Indonesia Hadirkan Versi Mochi

9 May 2026
Mengenal Harbin, Kota Bersuhu Ekstrem dengan Festival Salju Terbesar Dunia
Lifestyle & Health

Mengenal Harbin, Kota Bersuhu Ekstrem dengan Festival Salju Terbesar Dunia

9 May 2026
Food Noise Jadi Tantangan Baru dalam Penanganan Obesitas
Lifestyle & Health

Food Noise Jadi Tantangan Baru dalam Penanganan Obesitas

8 May 2026
Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia dalam Tiga Tahun
Lifestyle & Health

Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia dalam Tiga Tahun

8 May 2026
Next Post
Indonesian GP 2023: Aksi Kepedulian Riders Melalui Penanaman Terumbu Karang dan Bersih-bersih Pantai

Indonesian GP 2023: Aksi Kepedulian Riders Melalui Penanaman Terumbu Karang dan Bersih-bersih Pantai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini