Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

YLKI Sebut Penerapan Tarif Dinamis Bisa Bikin Penumpang Tinggalkan LRT Jabodebek

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
17 November 2023
in Ekbis
Mulai Beroperasi Hari Ini, Tarif LRT Jabodebek Didiskon 78 Persen

Jakarta,Metapos.id – Kementerian Perhubungan berencana untuk menerapkan sistem tarif dinamis atau dynamic pricing LRT Jabodebek. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Menanggapi ini, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai bahwa penerapan tarif dinamis bisa membuat penumpang meninggalkan LRT Jabodebek dan memilih moda transprorasi lain.

BACA JUGA

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

Jika kondisi itu terjadi, sambung Tulus, target penumpang LRT Jabodebek yang dipasang tidak akan terpenuhi. Begitu juga dengan target mengurangi kemacetan.

Padahal, menurut Tulus, berdasarkan data yang didapatnya ketika LRT Jabodebek ini beroperasi penuh dan diminati masyarakat, terbukti mengurangi kemacetan di jalan tol yang searah dengan rute LRT Jabodebek.

“Sekarang LRT (Jabodebek) yang kritikal itu adalah tarifnya. Tarifnya memang dia mengklaim belum keekonomian tapi kalau nanti tarifnya disesuaikan dengan keekonomian efeknya konsumen akan lari dari LRT (Jabodebek). Sehingga selain nanti target penumpangnya tidak terpenuhi, juga target untuk mengurangi kemacetan juga berkurang,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, ditulis Jumat, 17 November.

Karena itu, Tulus menilai, saat ini belum menjadi waktu yang tepat untuk memberlakukan tarif dinamis. Menurut Tulus, langkah ini baru bisa dilakukan jika LRT Jabodebek sudah menjadi solusi bagi masalah masyarakat.

“Belum, harusnya kalau sudah diterapkan itu kalau sudah menjawab kebutuhan yang ideal bagi konsumen,” ucapnya.

“Kalau sudah menerapkan tarif dinamis atau tarif yang mahal itu makin ditinggalkan konsumen, makin ga laku karena banyak opsi yang lain kan sebenarnya, ada Transjakarta, KRL atau yang paling ini lari ke sepeda motor,” sambung Tulus.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan rencana penerapan sistem tarif dinamis atau dynamic pricing LRT Jabodebek masih dalam tahap pembahasan.

Adita mengatakan dalam kajian penerapan tarif dinamis ini, salah satu yang dicermati terkait trafik penumpang pada jam sibuk (peak hours) dan jam non sibuk (off peak hours).

Berdasarkan tren pergerakan penumpang LRT Jabodebek saat ini, sambung Adita, jam sibuk moda transportasi ini ada pada pagi dan sore hari. Jam sibuk ini berlangsung saat masyarakat pergi dan pulang kerja.

Adapun jam sibuk pada pagi hari terjadi pada pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Sementara, pada sore hari terjadi di jam 16.00 sampai 20.00 WIB. Sedangkan non-peak hour atau jam non sibuk terjadi pada 10.00 hingga 16.00 WIB.

“Masih dibahas. Kita akan pantau juga perilaku transportasi masyarakat agar bisa disesuaikan dengan skema tarif yang paling tepat. Sementara ini kami linat yang paling tepat itu dynamic pricing,” kata Adita di Kementerian Perhubungan, ditulis Selasa, 14 November.

Tags: LRTMenteri perhubunganMetapos.idYLKI
Previous Post

Penyelenggaraan Jalan di Indonesia Belum Optimal, Ini Tantangannya Menurut Menteri Basuki

Next Post

Astra Infra Lakukan 2 Persiapan untuk Jalan Tol Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Related Posts

Transaksi timah ekspor melalui JFX mencapai 4.210 lot senilai Rp4,06 triliun sepanjang Agustus 2026, memperkuat fondasi menuju BMKS 2027.
Ekbis

Transaksi Timah di JFX Tembus Rp4 Triliun pada Agustus 2026

4 September 2026
Sengketa dugaan pemindahan dana RDN senilai Rp2,58 miliar masuk tahap mediasi di PN Jakarta Pusat pada 9 September 2026.
Ekbis

Sengketa Dana RDN Masuk Mediasi, Paramitra Alfa Sekuritas Tunggu Respons BCA

4 September 2026
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) memperkuat riset dan manufaktur bisnis fragrance untuk memperluas pasar serta masuk rantai pasok global.
Ekbis

SMLE Ekspansi Bisnis Fragrance, Bidik Pasar Global

2 September 2026
DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2030 dalam Rapat Paripurna, Selasa (1/9/2026).
Ekbis

DPR Tetapkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2030

2 September 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan NYAM Awards 2026 untuk mengapresiasi pelaku F&B lokal sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis melalui #BeliLokal.
Ekbis

Tokopedia-TikTok Shop Apresiasi Pelaku F&B Lewat NYAM Awards

2 September 2026
PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) meraih empat penghargaan IQSA 2026 berkat kepemimpinan HSSE, inovasi digital, dan penguatan budaya keselamatan.
Ekbis

PMSol Sabet Empat Penghargaan IQSA 2026

1 September 2026
Next Post
Mudik Lebaran 2023, Pelindo Berikan Diskon Tarif Jalan Tol Cibitung-Cilincing hingga 58 Persen

Astra Infra Lakukan 2 Persiapan untuk Jalan Tol Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini