Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

WIKA Dikabarkan Bakal Merger dengan PTPP, Manajemen: Tunggu Keputusan Pemegang Saham

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
28 November 2023
in Ekbis
Wijaya Karya Raih Kontrak Rp115,9 Miliar untuk Merehabilitasi JCC Senayan

Jakarta,Metapos.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dikabarkan akan merger dengan PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

Terkait hal tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Wijaya Karya Adityo Kusumo mengatakan, kepastian hal itu masih menunggu pembahasan para pemegang saham.

BACA JUGA

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah

Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

“Terkait dengan aksi korporasi tentunya ranah di pemegang saham. Jadi, dari sisi manajemen kami mengikuti saja,” kata Adityo dalam Public Expose Live 2023, Senin 27 November.

Adityo mengaku, pihak manajemen masih menunggu dan menantikan langkah korporasi yang akan dilakukan ke depannya.

“Sampai dengan saat ini, memang kami juga masih sama-sama menunggu penjelasannya seperti apa, tapi kami standby saja,” imbuhnya.

Diketahui, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya BUMN Karya, tengah menjadi sorotan. Sepanjang semester I 2023, lima perusahaan BUMN Karya tercatat memiliki total liabilitas atau utang besar.

Kelima perusahaan tersebut adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Hutama Karya (Persero).

Jika dihitung total BUMN Karya yang tercatat dalam laporan keuangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencapai Rp274,82 triliun.

Sedangkan utang BUMN Karya khusus di bank BUMN mencapai Rp46,21 triliun.

Adapun Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan pembenahan perusahaan pelat merah di sektor karya. Salah satu caranya dengan melakukan konsolidasi.

Erick menyebut, proses konsolidasinya akan dibagi dua segmen.

Untuk BUMN karya skala kecil akan diserahkan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sementara Danareksa untuk merger atau penggabungan usaha.

“Konsolidasi BUMN Karya dipastikan akan terjadi, yang mana belum terjadi keputusan. Tapi framework sepertinya yang ada di PPA Danareksa karena yang kecil-kecil di merger,” tuturnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 3 Mei.

Lebih lanjut, Erick mengatakan, untuk perusahaan dengan skala besar, seperti Hutama Karya (HK), Waskita Karya (WSKT), Wijaya Karya (WIKA), PT PP, dan Adhi Karya masih dalam pembahasan.

“Kalau (BUMN Karya) yang besar-besar sistemnya kepemilikan. Seperti Waskita dan HK ini, seperti Bank Mandiri punya BSI. Padahal di bawahnya merger, tapi keputusan ini belum terjadi,” ungkapnya.

Tags: Metapos.idPTPPWika
Previous Post

Bank Mandiri Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh di Atas 5 Persen

Next Post

BSD Raup Pendapatan Usaha Rp7,31 Triliun hingga Kuartal III 2023

Related Posts

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah
Ekbis

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah

22 October 2026
Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan
Ekbis

Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

22 October 2026
PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
Next Post
BSD Raup Pendapatan Usaha Rp7,31 Triliun hingga Kuartal III 2023

BSD Raup Pendapatan Usaha Rp7,31 Triliun hingga Kuartal III 2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini