Metapos.id, Jakarta — Pemerintah memutuskan untuk menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah tekanan akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut telah difinalisasi dalam pekan ini. Ia menambahkan bahwa pengumuman resmi terkait hari pelaksanaan WFH akan segera disampaikan dalam waktu dekat.
Menurut Airlangga, pemerintah menargetkan pengumuman tersebut dilakukan sebelum akhir Maret. Saat ini, proses yang tersisa hanya penentuan waktu yang tepat untuk merilis kebijakan kepada publik.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, belum memaparkan secara rinci teknis pelaksanaannya. Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto masih memantau secara langsung perkembangan kebijakan tersebut.
Pemerintah berharap penerapan WFH ini mampu menekan penggunaan BBM harian, khususnya yang berasal dari aktivitas perjalanan para pegawai.













