• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sunday, March 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Mencapai 407,3 Miliar Dolar AS

Afizahri by Afizahri
15 July 2024
in Ekbis
Utang Luar Negeri Indonesia Terpangkas Rp75 Triliun dalam Sebulan
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta , Metapos.id – Bank Indonesia (BI) mencatatkan Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2024 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan pereiode sama tahun lalu.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi ULN pada Mei 2024 mencapai 407,3 miliar dolar AS, atau tumbuh 1,8 persen year on year (yoy), setelah mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,5 persen (yoy) pada April 2024.

Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan, perkembangan tersebut bersumber dari ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, serta sektor swasta.

Adapun posisi ULN pemerintah pada Mei 2024 tercatat sebesar 191,0 miliar dolar AS, atau secara tahunan mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8 persen (yoy), setelah pada April 2024 terkontraksi sebesar 2,6 persen (yoy).

Sementara, posisi ULN swasta pada Mei 2024 tercatat 197,6 miliar dolar AS, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,4 persen (yoy), melanjutkan kontraksi pada April 2024 sebesar 2,8 persen (yoy).

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, Senin, 15 Juli.

Erwin menyampaikan hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8 persen, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,9 persen dari total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Erwin menyampaikan Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Erwin upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
online free course
download coolpad firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
Tags: Bank IndonesiaMetapos.idUtang luar negeri
Afizahri

Afizahri

Related Posts

Iran Bersiap Balas Dendam: IRGC Siapkan Operasi Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

Iran Bersiap Balas Dendam: IRGC Siapkan Operasi Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

by Taufik Hidayat
1 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps) menyatakan kesiapan untuk melancarkan operasi militer ofensif terbesar yang...

Jejak Peradaban Islam: 7 Peristiwa Monumental yang Terjadi di Bulan Ramadan

Jejak Peradaban Islam: 7 Peristiwa Monumental yang Terjadi di Bulan Ramadan

by Taufik Hidayat
1 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Bulan Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah dan peningkatan spiritual, tetapi juga menjadi bagian penting dalam...

AS Gempur Iran, Harris Murka: Trump Seret Amerika ke Perang Tak Perlu!

AS Gempur Iran, Harris Murka: Trump Seret Amerika ke Perang Tak Perlu!

by Taufik Hidayat
1 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, melayangkan kecaman keras terhadap operasi militer Amerika Serikat ke Iran...

Gejolak Timur Tengah Ganggu Umrah, Jemaah Indonesia Terjebak di Singapura

Gejolak Timur Tengah Ganggu Umrah, Jemaah Indonesia Terjebak di Singapura

by Taufik Hidayat
1 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Memanasnya konflik bersenjata antara Israel–Amerika Serikat dan Iran mulai menimbulkan dampak global, termasuk terhadap perjalanan ibadah jemaah...

Next Post
Menparekraf Sebut RI Catatkan Nilai Transaksi hingga Rp5,3 Triliun di ITB Berlin 2023

Sandi Uno: Dana Abadi Pariwisata Bisa Dilaksanakan jika Sudah Ada Payung Hukum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

PT Mitra Angkasa Sejahtera (MAS) Tbk Perkuat Posisi Sebagai Franchise Mur dan Baut Pertama di Indonesia

PT Mitra Angkasa Sejahtera (MAS) Tbk Perkuat Posisi Sebagai Franchise Mur dan Baut Pertama di Indonesia

31 July 2025
HIN Targetkan Tingkat Kunjungan Hotel Naik 8 Persen di Momen Libur Lebaran 2024

HIN Targetkan Tingkat Kunjungan Hotel Naik 8 Persen di Momen Libur Lebaran 2024

28 March 2024

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini