Metapos.id, Jakarta – Selama bertahun-tahun, wanita kerap disarankan menjalani latihan beban yang disesuaikan dengan perubahan hormon selama siklus menstruasi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa prinsip dasar membangun kekuatan dan massa otot pada wanita ternyata tidak jauh berbeda dengan pria.
Salah satu alasan munculnya anggapan tersebut adalah perbedaan kadar testosteron antara pria dan wanita. Meski pria umumnya memiliki massa otot awal yang lebih besar, penelitian menunjukkan wanita mampu memperoleh peningkatan massa otot dan kekuatan dalam proporsi yang hampir sama ketika menjalani latihan beban secara konsisten.
Peneliti fisiologi olahraga Lauren Colenso-Semple mengatakan perbedaan antara pria dan wanita lebih terlihat pada kondisi awal sebelum berlatih. “Ketika mulai berlatih, lintasan peningkatan ukuran dan kekuatan otot pada pria dan wanita sangat mirip,” jelasnya.
Belakangan ini, media sosial ramai mempopulerkan metode cycle syncing, yakni menyesuaikan jenis latihan dengan fase siklus menstruasi. Namun hingga kini, para peneliti belum menemukan bukti ilmiah yang kuat bahwa pendekatan tersebut mampu meningkatkan pembentukan otot atau kekuatan secara signifikan.
Para ahli menjelaskan perubahan hormon memang dapat memengaruhi bagaimana tubuh merasakan tingkat kelelahan saat berolahraga. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti latihan menjadi kurang efektif atau harus diubah secara drastis setiap bulan.
Penelitian juga menemukan wanita cenderung memiliki ketahanan otot yang lebih baik dalam beberapa jenis latihan. Kondisi ini memungkinkan sebagian wanita melakukan lebih banyak repetisi dibanding pria ketika menggunakan beban dengan persentase yang sama dari kemampuan maksimal mereka.
Meski ada beberapa perbedaan fisiologis, para peneliti menilai faktor terpenting dalam membangun otot tetaplah konsistensi latihan, peningkatan beban secara bertahap, waktu pemulihan yang cukup, serta asupan nutrisi yang seimbang. Pendekatan tersebut dinilai lebih berpengaruh dibanding sekadar menyesuaikan jadwal latihan dengan perubahan hormon.
Para ilmuwan menegaskan riset mengenai hubungan hormon dan latihan kekuatan masih terus berkembang. Namun berdasarkan bukti yang ada saat ini, sebagian besar wanita dapat fokus menjalani latihan beban secara konsisten tanpa harus terlalu khawatir menyesuaikan program latihan berdasarkan siklus hormonal mereka.







