Metapos.id, Jakarta – Emosi seperti marah, sedih, senang, dan cemas merupakan respons otomatis yang muncul ketika seseorang menghadapi stimulus atau kejadian tertentu. Namun, meski emosi tidak bisa dipilih begitu saja, seseorang tetap dapat mengontrol perilaku setelah emosi tersebut muncul.
Hal itu dibahas kanal YouTube Satu Persen – Indonesian Life School melalui video berjudul “Tips Mengontrol Emosi dan Sifat Sensitif (Belajar Psikologi: Seri Emosi Manusia)” berdurasi 15 menit 27 detik. Video tersebut menjelaskan konsep regulasi emosi dan cara melatihnya.
Dilansir dalam kanal Youtube Satu Persen regulasi emosi bukan berarti menghilangkan rasa marah atau sedih, melainkan mengatur respons agar emosi tersebut tidak mendorong seseorang melakukan tindakan yang merugikan.
Ada tiga hal yang disoroti untuk membantu meregulasi emosi. Pertama, mengontrol ekspektasi terhadap kejadian yang mungkin terjadi. Ekspektasi yang lebih realistis dinilai dapat membuat seseorang lebih siap menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
Kedua, mengontrol interpretasi. Satu kejadian dapat dipandang dari sudut berbeda, sehingga seseorang dapat mencoba menafsirkan ulang situasi yang dialaminya untuk memengaruhi intensitas emosi yang muncul.
Ketiga, mengontrol perilaku. Saat marah, misalnya, seseorang tetap memiliki pilihan untuk diam, minum air terlebih dahulu, atau menunda respons dibanding langsung melakukan tindakan yang berpotensi merugikan.
Video tersebut juga menekankan bahwa kemampuan regulasi emosi dapat dilatih. Setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda, tetapi latihan dan kesabaran disebut dapat membantu meningkatkan kemampuan tersebut.







