Metapos.id, Jakarta – Kepala Satuan Tugas Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menjadi pembicara dalam Simposium Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor Aceh yang diselenggarakan Diaspora Global Aceh di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Forum yang dihadiri ratusan peserta dari Aceh dan Jakarta tersebut menjadi ruang diskusi strategis dalam merumuskan percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor.
Dalam paparannya, Safrizal menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Satgas PRR yang dibentuk pada Januari 2026 telah melakukan langkah cepat dan terkoordinasi untuk menangani dampak bencana di 18 kabupaten/kota di Aceh.
Menurutnya, Satgas Nasional dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan melibatkan 26 menteri serta kepala lembaga guna memastikan sinergi lintas sektor berjalan efektif dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Jika terdapat kendala di lapangan, Kasatgaswil Aceh segera turun tangan. Apabila belum terselesaikan, Kepala Satgas Nasional akan langsung berkoordinasi dengan menteri terkait agar solusi dapat diambil dengan cepat,” ujar Safrizal.
Ia menegaskan, keberadaan Satgaswil di Aceh difokuskan untuk mempercepat penyelesaian hambatan teknis maupun administratif agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan dalam koridor percepatan.
Selain infrastruktur, Safrizal juga menyoroti pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Sejak akhir 2025, pemerintah telah mendorong berbagai program pemberdayaan seperti skema cash for work, padat karya, serta dukungan bagi UMKM agar masyarakat memiliki sumber pendapatan dan aktivitas ekonomi dapat kembali bergerak.
Safrizal turut membandingkan respons pemerintah saat ini dengan penanganan pascatsunami 2004. Kala itu, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) baru terbentuk beberapa bulan setelah bencana. Sementara saat ini, Satgas PRR telah dibentuk dalam waktu sekitar satu bulan melalui Keputusan Presiden, yang menurutnya menunjukkan respons lebih cepat dan terkoordinasi.
Upaya ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Aceh yang telah menetapkan masa transisi dari tanggap darurat ke pemulihan sejak akhir Januari 2026. Fokusnya meliputi pemulihan konektivitas, rehabilitasi infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat terdampak.
Simposium tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Aceh seperti Mustafa Abubakar, Sofyan Djalil, Azwar Abubakar, serta ratusan peserta dari kalangan diaspora, akademisi, dan praktisi pembangunan. Hasil diskusi akan menjadi masukan bagi Satgas PRR dalam penyusunan rencana induk serta rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.












