Monday, July 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Rujukan BPJS Berjenjang Dikritik Menkes: “Prosedur Lambat, Pasien Keburu Meninggal”

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
15 November 2025
in Sport
Rujukan BPJS Berjenjang Dikritik Menkes: “Prosedur Lambat, Pasien Keburu Meninggal”

Metapos.id, Jakarta– Menkes Kritik Sistem Rujukan Berjenjang BPJS yang Dinilai Tidak Efisien dan Berisiko Lambatkan Penanganan Pasien

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkritik sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan yang dinilai tidak efisien dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat.

BACA JUGA

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tantang Argentina

Marc Marquez Menangi MotoGP Jerman 2026, Perburuan Gelar Dunia Belum Usai

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025), Budi menyebut pola rujukan yang mengharuskan pasien berpindah dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lain justru menghambat penanganan yang seharusnya cepat.

Menurutnya, sistem rujukan saat ini membuat pasien harus melewati beberapa rumah sakit meskipun sejak awal sudah jelas bahwa tindakan medis hanya bisa dilakukan di rumah sakit dengan kompetensi lebih tinggi.

“Yang nomor dua kita lakukan, kita akan ubah rujukannya berbasis kompetensi. Supaya menghemat BPJS juga,” ujar Budi.

Ia mencontohkan kasus pasien serangan jantung yang membutuhkan operasi jantung terbuka. Pasien tersebut umumnya harus melalui tiga tahap rujukan: dari puskesmas ke rumah sakit tipe C, lalu ke tipe B, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit tipe A yang memang memiliki kemampuan untuk menangani operasi tersebut.

“Padahal yang bisa lakukan sudah jelas tipe A. Tipe C dan tipe B enggak mungkin bisa tangani,” katanya.

Budi menilai mekanisme rujukan berulang seperti ini bukan hanya memberatkan pasien, tetapi juga menyebabkan BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya beberapa kali untuk tindakan yang pada akhirnya tidak dilakukan di fasilitas pertama atau kedua

Tags: BerisikoBPJSMenkesMetapos.idrujukan
Previous Post

Raja Yordania Abdullah II Tiba di Jakarta, Disambut Hangat oleh Presiden Prabowo

Next Post

BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

Related Posts

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tantang Argentina
Sport

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tantang Argentina

13 July 2026
Takeda Gandeng Pemerintah RI Bangun Industri Plasma dan Obat Derivat Plasma
Sport

Marc Marquez Menangi MotoGP Jerman 2026, Perburuan Gelar Dunia Belum Usai

13 July 2026
Argentina Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tersingkir Usai Kalah 3-1
Sport

Argentina Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tersingkir Usai Kalah 3-1

12 July 2026
Dramatis! Inggris Kalahkan Norwegia Lewat Extra Time, Bellingham Jadi Pahlawan
Sport

Dramatis! Inggris Kalahkan Norwegia Lewat Extra Time, Bellingham Jadi Pahlawan

12 July 2026
Ronaldo dan AS Gugur, Minat Penonton Piala Dunia 2026 Ikut Menurun
Sport

Ronaldo dan AS Gugur, Minat Penonton Piala Dunia 2026 Ikut Menurun

12 July 2026
Alejandro Garnacho Jadi Target AS Roma untuk Perkuat Lini Serang
Sport

Tomas Araujo Masuk Daftar Buruan Real Madrid pada Bursa Transfer

11 July 2026
Next Post
BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini