Friday, May 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Rujukan BPJS Berjenjang Dikritik Menkes: “Prosedur Lambat, Pasien Keburu Meninggal”

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
15 November 2025
in Sport
Rujukan BPJS Berjenjang Dikritik Menkes: “Prosedur Lambat, Pasien Keburu Meninggal”

Metapos.id, Jakarta– Menkes Kritik Sistem Rujukan Berjenjang BPJS yang Dinilai Tidak Efisien dan Berisiko Lambatkan Penanganan Pasien

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkritik sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan yang dinilai tidak efisien dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat.

BACA JUGA

Timnas Indonesia U-20 Masuk Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Tantang Australia dan Malaysia

Timnas Indonesia Tantang Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025), Budi menyebut pola rujukan yang mengharuskan pasien berpindah dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lain justru menghambat penanganan yang seharusnya cepat.

Menurutnya, sistem rujukan saat ini membuat pasien harus melewati beberapa rumah sakit meskipun sejak awal sudah jelas bahwa tindakan medis hanya bisa dilakukan di rumah sakit dengan kompetensi lebih tinggi.

“Yang nomor dua kita lakukan, kita akan ubah rujukannya berbasis kompetensi. Supaya menghemat BPJS juga,” ujar Budi.

Ia mencontohkan kasus pasien serangan jantung yang membutuhkan operasi jantung terbuka. Pasien tersebut umumnya harus melalui tiga tahap rujukan: dari puskesmas ke rumah sakit tipe C, lalu ke tipe B, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit tipe A yang memang memiliki kemampuan untuk menangani operasi tersebut.

“Padahal yang bisa lakukan sudah jelas tipe A. Tipe C dan tipe B enggak mungkin bisa tangani,” katanya.

Budi menilai mekanisme rujukan berulang seperti ini bukan hanya memberatkan pasien, tetapi juga menyebabkan BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya beberapa kali untuk tindakan yang pada akhirnya tidak dilakukan di fasilitas pertama atau kedua

Tags: BerisikoBPJSMenkesMetapos.idrujukan
Previous Post

Raja Yordania Abdullah II Tiba di Jakarta, Disambut Hangat oleh Presiden Prabowo

Next Post

BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

Related Posts

Timnas Indonesia U-20 Masuk Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Tantang Australia dan Malaysia
Sport

Timnas Indonesia U-20 Masuk Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Tantang Australia dan Malaysia

28 May 2026
Timnas Indonesia Tantang Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026
Sport

Timnas Indonesia Tantang Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026

28 May 2026
Crystal Palace Taklukkan Rayo Vallecano di Final Conference League
Sport

Crystal Palace Taklukkan Rayo Vallecano di Final Conference League

28 May 2026
Barcelona Siap Bangun Era Emas Baru Bersama Generasi Muda pada 2026
Sport

Barcelona Siap Bangun Era Emas Baru Bersama Generasi Muda pada 2026

27 May 2026
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Lolos ke Babak 16 Besar Singapore Open 2026
Sport

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Lolos ke Babak 16 Besar Singapore Open 2026

27 May 2026
Persija Tak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
Sport

Persija Tak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza

27 May 2026
Next Post
BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini