Thursday, May 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Rosan: Realisasi Investasi Bisa Mencapai Rp6.350 Triliun hingga September 2024

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 October 2024
in Ekbis
Usai Dilantik jadi Menteri Investasi, Rosan Roeslani Punya Beberapa PR yang Harus Diselesaikan

Jakarta, Metapos.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memperkirakan realisasi investasi dari 2019 hingga September 2024 mencapai sebesar Rp6.350 triliun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Selama periode Kabinet Indonesia Maju (2019) sampai dengan Juni 2024, terdapat realisasi investasi sebesar Rp5.931,3 Triliun yang diperkirakan sampai dengan akhir September 2024 ini akan mencapai Rp6.350 Triliun” ujarnya dalam Anugerah Layanan Investasi 2024 secara daring, Senin 30 September.

BACA JUGA

BEI Gandeng Industri Aviasi Lewat Program Awak Pesawat Investor Saham

PEFINDO-S&P Global Ratings Gelar Seminar Ekonomi di Jakarta

Rosan menyampaikan pertumbuhan realisasi investasi mencapai 18 persen setiap tahun, dan ada kenaikan investasi sebesar 90,2 persen dibandingkan 5 tahun yang lalu.

“Pencapaian realisasi ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah direspons sangat baik, sehingga berdasarkan sebaran investasi ini semenjak tahun 2020 sudah lebih banyak di luar Pulau Jawa,” tuturnya.

Dari segi penciptaan lapangan kerja, Rosan menyampaikan realisasi penyerapan tenaga kerja selama kabinet Indonesia Maju mencapai 7.188.479 tenaga kerja di Indonesia dengan rata-rata per tahun sebesar 1.437.695 tenaga kerja.

Menurut Rosan penciptaan lapangan kerja merupakan salah satu tantangan terbesar bagi pemerintah sehingga harus tetap menjadi fokus untuk ke depannya.

“Kita ketahui penciptaan lapangan kerja merupakan PR yang harus kita lakukan secara terus menerus,” tuturnya.

Tags: Menteri bkpmMetapos.idRosan Roeslani
Previous Post

Ekonom Optimistis Tekanan Inflasi Tetap Rendah di Sisa Tahun 2024

Next Post

Selebrasi Seru! Bank Mandiri Rayakan HUT ke-26 dengan Program Spesial Khusus Nasabah

Related Posts

BEI Gandeng Industri Aviasi Lewat Program Awak Pesawat Investor Saham
Ekbis

BEI Gandeng Industri Aviasi Lewat Program Awak Pesawat Investor Saham

21 May 2026
PEFINDO-S&P Global Ratings Gelar Seminar Ekonomi di Jakarta
Ekbis

PEFINDO-S&P Global Ratings Gelar Seminar Ekonomi di Jakarta

21 May 2026
Pemerintah Pangkas Anggaran MBG Rp67 Triliun pada 2026
Ekbis

Pemerintah Pangkas Anggaran MBG Rp67 Triliun pada 2026

21 May 2026
Bahlil Tawarkan Puluhan Blok Migas Baru untuk Dorong Produksi Energi Nasional
Ekbis

Bahlil Tawarkan Puluhan Blok Migas Baru untuk Dorong Produksi Energi Nasional

20 May 2026
PRUTahapan Cemerlang Hadir, Prudential Syariah Bantu Orang Tua Siapkan Dana Pendidikan
Ekbis

PRUTahapan Cemerlang Hadir, Prudential Syariah Bantu Orang Tua Siapkan Dana Pendidikan

19 May 2026
Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen ESG, Jangkau 458 Ribu Penerima Manfaat
Ekbis

Prudential Indonesia Tegaskan Komitmen ESG, Jangkau 458 Ribu Penerima Manfaat

18 May 2026
Next Post
Selebrasi Seru! Bank Mandiri Rayakan HUT ke-26 dengan Program Spesial Khusus Nasabah

Selebrasi Seru! Bank Mandiri Rayakan HUT ke-26 dengan Program Spesial Khusus Nasabah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini