Friday, May 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Rosan: Realisasi Investasi Bisa Mencapai Rp6.350 Triliun hingga September 2024

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 October 2024
in Ekbis
Usai Dilantik jadi Menteri Investasi, Rosan Roeslani Punya Beberapa PR yang Harus Diselesaikan

Jakarta, Metapos.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memperkirakan realisasi investasi dari 2019 hingga September 2024 mencapai sebesar Rp6.350 triliun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Selama periode Kabinet Indonesia Maju (2019) sampai dengan Juni 2024, terdapat realisasi investasi sebesar Rp5.931,3 Triliun yang diperkirakan sampai dengan akhir September 2024 ini akan mencapai Rp6.350 Triliun” ujarnya dalam Anugerah Layanan Investasi 2024 secara daring, Senin 30 September.

BACA JUGA

Investasi EV Bikin Honda Rugi Rp42 Triliun di Tahun Fiskal 2025

Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran

Rosan menyampaikan pertumbuhan realisasi investasi mencapai 18 persen setiap tahun, dan ada kenaikan investasi sebesar 90,2 persen dibandingkan 5 tahun yang lalu.

“Pencapaian realisasi ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah direspons sangat baik, sehingga berdasarkan sebaran investasi ini semenjak tahun 2020 sudah lebih banyak di luar Pulau Jawa,” tuturnya.

Dari segi penciptaan lapangan kerja, Rosan menyampaikan realisasi penyerapan tenaga kerja selama kabinet Indonesia Maju mencapai 7.188.479 tenaga kerja di Indonesia dengan rata-rata per tahun sebesar 1.437.695 tenaga kerja.

Menurut Rosan penciptaan lapangan kerja merupakan salah satu tantangan terbesar bagi pemerintah sehingga harus tetap menjadi fokus untuk ke depannya.

“Kita ketahui penciptaan lapangan kerja merupakan PR yang harus kita lakukan secara terus menerus,” tuturnya.

Tags: Menteri bkpmMetapos.idRosan Roeslani
Previous Post

Ekonom Optimistis Tekanan Inflasi Tetap Rendah di Sisa Tahun 2024

Next Post

Selebrasi Seru! Bank Mandiri Rayakan HUT ke-26 dengan Program Spesial Khusus Nasabah

Related Posts

Captain Phillips Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV
Ekbis

Investasi EV Bikin Honda Rugi Rp42 Triliun di Tahun Fiskal 2025

14 May 2026
Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran
Ekbis

Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran

14 May 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik
Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp17.475 per Dolar AS, Pasar Cermati Inflasi AS dan Geopolitik

13 May 2026
Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tidak Naik

13 May 2026
IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global
Ekbis

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

13 May 2026
Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global
Ekbis

Petrokimia Gresik Pastikan Stok Pupuk Aman di Tengah Dinamika Global

13 May 2026
Next Post
Selebrasi Seru! Bank Mandiri Rayakan HUT ke-26 dengan Program Spesial Khusus Nasabah

Selebrasi Seru! Bank Mandiri Rayakan HUT ke-26 dengan Program Spesial Khusus Nasabah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini