Thursday, October 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Riset Sunscreen ParagonCorp Masuk 10 Besar Dunia

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
8 October 2026
in Lifestyle & Health
Riset sunscreen adaptif ParagonCorp masuk 10 besar riset terapan di IFSCC Congress 2026, Perth, Australia, bersama tiga penelitian lainnya.

Riset sunscreen adaptif ParagonCorp masuk 10 besar riset terapan di IFSCC Congress 2026, Perth, Australia, bersama tiga penelitian lainnya.

BACA JUGA

Ternyata, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas

Go Woori Eks Rainbow Resmi Jadi Ibu, Sambut Anak Pertama

Metapos.id, Jakarta – Riset sunscreen adaptif ParagonCorp masuk jajaran 10 besar riset terapan pada 36th IFSCC Congress 2026 yang berlangsung di Perth, Australia, pada 28 September hingga 1 Oktober 2026.

Riset bertajuk Adaptive Photoprotection Sunscreen™ tersebut dipresentasikan oleh Salma Noor Mulya, peneliti Research and Development (R&D) ParagonCorp, dalam Podium Session – Photoprotection.

Penelitian itu menjadi salah satu dari empat riset yang dibawa peneliti ParagonCorp ke forum global yang mempertemukan peneliti dan praktisi cosmetic science dari berbagai negara.

Riset Adaptive Photoprotection Sunscreen™ berangkat dari tantangan perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV) dalam kondisi penggunaan sehari-hari yang dinamis. Paparan UV di lingkungan terbuka kerap berlangsung bersamaan dengan peningkatan temperatur, sementara sistem perlindungan sunscreen umumnya dirancang untuk memberikan performa yang relatif statis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim R&D ParagonCorp mengembangkan sistem adaptive photoprotection berbasis thermo-responsive polymer yang dirancang untuk merespons perubahan temperatur dan kondisi lingkungan.

“Kesempatan mempresentasikan penelitian di IFSCC menjadi pengalaman untuk melihat bagaimana pertanyaan yang berangkat dari kebutuhan konsumen dapat dibawa ke ruang diskusi ilmiah yang lebih luas. Kami tidak hanya berbagi hasil penelitian, tetapi juga mendapat kesempatan untuk belajar dari peneliti lain dan melihat bagaimana tantangan dalam cosmetic science dijawab dari berbagai perspektif,” ujar Salma Noor Mulya, Researcher R&D ParagonCorp yang mempresentasikan riset tersebut pada IFSCC Congress 2026.

Selain Salma, tiga peneliti ParagonCorp lainnya juga membawa penelitian dengan topik yang beragam.

Hana Mutiara mempresentasikan penelitian mengenai kuantifikasi Blue Light Protection Factor (BL-PF) dan relevansinya terhadap efektivitas perlindungan pigmentasi pada sunscreen pencerah. Ia juga membawa penelitian mengenai optimalisasi keamanan dan efektivitas serum dermo-kosmetik berbasis spikula.

Sementara itu, Hira Listya membawa penelitian mengenai optimalisasi sistem eksfoliasi berbasis kombinasi alpha hydroxy acid (AHA), beta hydroxy acid (BHA), dan polyhydroxy acid (PHA).

Penelitian tersebut melihat efektivitas sistem eksfoliasi melalui pengujian ex vivo dan in vivo, sekaligus mengevaluasi tolerabilitasnya pada kulit remaja.

Berbeda dari penelitian yang berfokus pada aplikasi formulasi tertentu, Eriwan Susanto membawa riset yang berangkat dari basic science untuk memahami konsistensi warna dalam formulasi makeup berbasis air dalam silikon.

Penelitian tersebut mengevaluasi migrasi sistematis pigmen organik untuk memahami interaksi yang memengaruhi konsistensi warna, dengan potensi penerapan yang lebih luas pada pengembangan berbagai produk makeup.

Keberagaman topik tersebut mencerminkan pendekatan ParagonCorp dalam mengembangkan riset, mulai dari memahami respons material dan formulasi, mengevaluasi keamanan dan efektivitas, hingga menggali fenomena dasar yang dapat menjadi pengetahuan untuk pengembangan produk di berbagai kategori.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan peneliti bekerja lintas keahlian untuk menjawab kebutuhan konsumen melalui pendekatan ilmiah.

“Bagi kami, keikutsertaan di IFSCC bukan semata tentang membawa hasil penelitian ke forum global. Ini menjadi kesempatan bagi para peneliti untuk berbagi pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, sekaligus terus belajar dari perkembangan cosmetic science di berbagai negara. Kami berharap ruang seperti ini dapat terus mendorong peneliti Indonesia untuk berkontribusi dan membawa perspektif dari Indonesia ke dalam percakapan ilmiah global,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.

International Federation of Societies of Cosmetic Chemists (IFSCC) merupakan federasi global yang mendorong perkembangan ilmu kosmetik melalui pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antarpeneliti.

Mengusung tema “Solving The Sustainable Beauty Equation,” IFSCC Congress 2026 di Perth mempertemukan peneliti dan praktisi cosmetic science dari berbagai negara untuk berbagi perkembangan riset, teknologi, dan inovasi di bidang kosmetik.

Keikutsertaan di Perth menjadi kali keempat ParagonCorp membawa riset ke IFSCC dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, ParagonCorp membawa hasil penelitian ke kongres IFSCC di London pada 2022, Barcelona pada 2023, dan Cannes pada 2025.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya ParagonCorp untuk terus mengembangkan sains dengan tujuan untuk kebaikan yang lebih besar, sekaligus membuka ruang bagi peneliti Indonesia untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu kosmetik di tingkat global.

Tags: cosmetic scienceIFSCC Congress 2026MetaposParagonCorpriset kosmetiksunscreen adaptif
Previous Post

Marc Marquez Ingin Akhiri Kutukan Mandalika

Next Post

Kecelakaan Kapal Virgo Transport, 3 Tersangka Baru Ditetapkan Polisi

Related Posts

Ternyata, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas
Lifestyle & Health

Ternyata, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas

8 October 2026
Go Woori Eks Rainbow Resmi Jadi Ibu, Sambut Anak Pertama
Lifestyle & Health

Go Woori Eks Rainbow Resmi Jadi Ibu, Sambut Anak Pertama

7 October 2026
Sinopsis Reawakened Man, Pemuda yang Tak Bisa Mati Permanen
Lifestyle & Health

Sinopsis Reawakened Man, Pemuda yang Tak Bisa Mati Permanen

7 October 2026
Risiko penyakit kritis dapat datang tanpa peringatan. Simak langkah menjaga kesehatan, menyiapkan biaya, dan memahami perlindungan asuransi.
Lifestyle & Health

Risiko Penyakit Kritis, Sudah Siapkah Finansial?

7 October 2026
Lifestyle & Health

Rambut Rontok Bisa Dipulihkan! Ini Rahasia yang Dokter Jarang Katakan!

7 October 2026
Shadow Punisher, Aksi Luo Yunxi Membongkar Rahasia Kerajaan
Lifestyle & Health

Shadow Punisher, Aksi Luo Yunxi Membongkar Rahasia Kerajaan

6 October 2026
Next Post
Kecelakaan Kapal Virgo Transport, 3 Tersangka Baru Ditetapkan Polisi

Kecelakaan Kapal Virgo Transport, 3 Tersangka Baru Ditetapkan Polisi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini