Metapos.id, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah Indonesia menuai keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk artis. Nikita Willy, Wendi Cagur, dan Dennis Adishwara menyuarakan perhatian mereka melalui penggalangan dana, desakan penetapan status bencana nasional, hingga aksi demonstrasi.
Nikita Willy menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan anak-anak di Sumatra dan Kalimantan yang terdampak sejak Juli 2026. Berdasarkan data yang ia paparkan, terdapat sedikitnya 63.711 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak dan balita di tujuh wilayah terdampak karhutla.
Bersama suaminya, Nikita menginisiasi penggalangan dana darurat untuk membantu masyarakat dan relawan di lokasi kebakaran.
“Api belum padam hingga sampai terakhir video ini direkam, masih banyak relawan dan masyarakat yang berjuang untuk memadamkan api di sana,” kata Nikita dalam unggahannya di Instagram pada Minggu (18/10), dikutip dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).
“Saya, Nikita, dan Indra mengajak teman-teman untuk bersama membantu saudara kita yang sedang berjuang di daerah yang terdampak,” imbau Nikita.
Bantuan tersebut direncanakan disalurkan langsung oleh timnya ke lokasi terdampak, dengan Palangkaraya menjadi salah satu sasaran penyaluran terdekat.
Sementara itu, Wendi Cagur mendesak pemerintah pusat dan daerah agar lebih serius menangani karhutla. Ia juga mendorong agar bencana tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional serta meminta pelaku pembakaran hutan, jika terbukti ada, mendapat hukuman setimpal.
“Semoga ini benaran kebakaran ya bukan dibakar. Karena kalau sampai semua berawal dari dibakar semoga yang melakukannya mendapatkan hukuman yang setimpal, paling enggak kalau enggak di sini [dihukum] di atas,” kecam Wendi.
Ia turut mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan persoalan ini hingga penanganan karhutla selesai.
“Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini benaran selesai ditangani. Fighting!!!” tulisnya dalam unggahan terpisah.
Di sisi lain, Dennis Adishwara mengikuti demonstrasi pada 20 Oktober 2026 yang turut menyoroti penanganan karhutla dan kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ia membagikan dokumentasi aksi tersebut melalui media sosial, termasuk poster bertuliskan “Padamkan apinya!” dan pesan “Hope is the only thing more stronger than fear.”
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih terdapat 570,08 hektare lahan yang terbakar di enam provinsi prioritas. Kalimantan Tengah mencatat area belum padam terbesar, yakni 389,39 hektare, disusul Sumatra Selatan dengan 108,50 hektare dan Jambi sebanyak 64,50 hektare.
Di Kalimantan Selatan, masih ada 7,50 hektare lahan yang belum padam, sedangkan di Kalimantan Barat tersisa 0,19 hektare. Seluruh lahan terdampak seluas 3,30 hektare di Riau dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Di luar enam provinsi prioritas, BNPB memperkirakan luas lahan terbakar mencapai 572,90 hektare. Dari jumlah tersebut, 107,77 hektare telah dipadamkan, sementara 465,13 hektare lainnya masih dalam penanganan intensif.







