Metapos.id, Jakarta – Sahur memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Tidak hanya berfungsi sebagai asupan energi sebelum berpuasa, sahur juga mengandung nilai ibadah dan spiritual yang tinggi dalam ajaran Islam. Amalan ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan karena sarat dengan keberkahan bagi siapa pun yang melaksanakannya.
Anjuran untuk bersahur bersumber dari sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, yang menegaskan bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap melaksanakan sahur, meskipun hanya dengan makanan atau minuman sederhana.
Secara waktu, sahur dimulai sejak pertengahan malam hingga menjelang masuk waktu Subuh. Namun, waktu yang paling utama untuk sahur adalah di penghujung malam, mendekati terbitnya fajar.
Rasulullah SAW dikenal membiasakan diri mengakhirkan sahur dan menganjurkan umatnya untuk mengikuti kebiasaan tersebut.
Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa jarak antara waktu sahur Rasulullah SAW dan salat Subuh hanya sekitar durasi membaca lima puluh ayat Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa waktu sahur yang paling dianjurkan adalah sahur yang dilakukan mendekati waktu Subuh, bukan terlalu dini di awal malam.
Dengan mengamalkan sunnah ini, sahur tidak hanya menjadi aktivitas makan semata, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah yang menghadirkan keberkahan, menjaga kekuatan tubuh, serta menambah nilai pahala spiritual selama menjalani puasa Ramadan.












