Wednesday, October 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Puasa di Kutub Utara, Ujian Ibadah di Wilayah Siang Tanpa Malam

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
17 February 2026
in Internasional
Puasa di Kutub Utara, Ujian Ibadah di Wilayah Siang Tanpa Malam

Metapos.id, Jakarta – Menjalani ibadah puasa di kawasan Kutub Utara menghadirkan realitas yang jauh berbeda dibandingkan wilayah beriklim tropis. Kondisi geografis yang ekstrem membuat perbedaan durasi siang dan malam terjadi sangat tajam, sehingga berdampak langsung pada pengaturan waktu ibadah umat Muslim selama Ramadan.

Salah satu fenomena paling mencolok adalah panjangnya durasi puasa yang bisa mencapai hingga 23 jam. Di Nuuk, ibu kota Greenland, matahari pada musim panas nyaris tidak pernah tenggelam. Jika Ramadan bertepatan dengan periode tersebut, umat Muslim harus menahan lapar dan dahaga hampir sepanjang hari tanpa pergantian malam yang jelas.

BACA JUGA

Trump Siapkan Dana Sendiri untuk Iklan Jelang Pemilu AS

IRGC Sebut Armada AS Mundur 1.000 Kilometer

Kondisi ini terjadi karena wilayah tersebut berada di dekat Lingkar Arktik, di mana matahari dapat terus tampak di langit selama 24 jam. Fenomena alam ini dikenal sebagai midnight sun atau matahari tengah malam.

Sebaliknya, ketika Ramadan berlangsung pada musim dingin, situasinya justru berbanding terbalik. Waktu siang menjadi sangat singkat, sehingga durasi puasa bisa hanya berkisar antara 10 hingga 12 jam. Perbedaan ekstrem ini membuat umat Muslim di kawasan Arktik mengalami perubahan durasi puasa yang signifikan dari tahun ke tahun.

Selain tantangan alam, aspek sosial juga menjadi bagian dari dinamika berpuasa di Kutub Utara. Komunitas Muslim di Greenland tergolong sangat kecil dan umumnya berasal dari kalangan pendatang serta tenaga kerja asing. Kondisi ini membuat ibadah puasa kerap dijalani secara personal, tanpa atmosfer Ramadan yang meriah seperti di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

 

Meski demikian, kehidupan bermasyarakat tetap berlangsung harmonis. Masyarakat setempat dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati perbedaan keyakinan, selama para pendatang menghargai budaya dan tradisi lokal yang menjadi identitas wilayah tersebut.

Dalam situasi ekstrem, sebagian ulama memberikan keringanan dengan membolehkan umat Muslim mengikuti waktu puasa dari negara terdekat yang memiliki durasi siang lebih seimbang, terutama jika puasa yang terlalu panjang berpotensi mengganggu kesehatan. Kebijakan ini mencerminkan fleksibilitas ajaran Islam dalam menyesuaikan diri dengan kondisi geografis yang tidak biasa.

Karena kalender Islam berbasis lunar dan lebih pendek sekitar 11 hari dari kalender Masehi, bulan Ramadan terus bergeser setiap tahunnya. Pergeseran ini membuat umat Muslim di Kutub Utara mengalami variasi durasi puasa yang terus berubah dari sangat panjang hingga relatif singkat menjadikan pengalaman berpuasa di wilayah ini sebagai salah satu yang paling unik di dunia.

Tags: FenomenaGreenlandhingga 23 jamibadah puasaKutub UtaraMetapos.idpenduduk Muslimtoleransi
Previous Post

Menhub Dorong WFA Saat Lebaran 2026 untuk Tekan Lonjakan Arus Mudik

Next Post

Bung Korea Soroti Rasisme K-netz terhadap SEAblings, Akui Merasa Malu

Related Posts

Trump Siapkan Dana Sendiri untuk Iklan Jelang Pemilu AS
Internasional

Trump Siapkan Dana Sendiri untuk Iklan Jelang Pemilu AS

6 October 2026
Komandan senior IRGC Ali Fadavi mengklaim kapal perang AS telah mundur lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Iran.
Internasional

IRGC Sebut Armada AS Mundur 1.000 Kilometer

6 October 2026
Donald Trump
Internasional

Teknisi Lab Tewas, Trump Tawarkan Bantuan

6 October 2026
Houthi mengklaim menyerang bandara, kilang Aramco, dan sejumlah lokasi di Arab Saudi saat konflik di Yaman kembali meningkat.
Internasional

Houthi Serang Sejumlah Target di Arab Saudi

6 October 2026
UNESCO
Internasional

UNESCO: 50 Juta Guru Dibutuhkan Dunia

6 October 2026
Houthi mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Riyadh dan Khurais dengan rudal serta drone hingga memicu kebakaran.
Internasional

Houthi Klaim Fasilitas Aramco Terbakar

5 October 2026
Next Post
Parkir Capai Rp100 Ribu di Tanah Abang, Delapan Jukir Liar Diamankan Polisi

Bung Korea Soroti Rasisme K-netz terhadap SEAblings, Akui Merasa Malu

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini