Wednesday, May 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Puasa di Kutub Utara, Ujian Ibadah di Wilayah Siang Tanpa Malam

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
17 February 2026
in Internasional
Puasa di Kutub Utara, Ujian Ibadah di Wilayah Siang Tanpa Malam

Metapos.id, Jakarta – Menjalani ibadah puasa di kawasan Kutub Utara menghadirkan realitas yang jauh berbeda dibandingkan wilayah beriklim tropis. Kondisi geografis yang ekstrem membuat perbedaan durasi siang dan malam terjadi sangat tajam, sehingga berdampak langsung pada pengaturan waktu ibadah umat Muslim selama Ramadan.

Salah satu fenomena paling mencolok adalah panjangnya durasi puasa yang bisa mencapai hingga 23 jam. Di Nuuk, ibu kota Greenland, matahari pada musim panas nyaris tidak pernah tenggelam. Jika Ramadan bertepatan dengan periode tersebut, umat Muslim harus menahan lapar dan dahaga hampir sepanjang hari tanpa pergantian malam yang jelas.

BACA JUGA

India Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 45 Derajat Celsius

Jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Dilaporkan Ditahan Israel

Kondisi ini terjadi karena wilayah tersebut berada di dekat Lingkar Arktik, di mana matahari dapat terus tampak di langit selama 24 jam. Fenomena alam ini dikenal sebagai midnight sun atau matahari tengah malam.

Sebaliknya, ketika Ramadan berlangsung pada musim dingin, situasinya justru berbanding terbalik. Waktu siang menjadi sangat singkat, sehingga durasi puasa bisa hanya berkisar antara 10 hingga 12 jam. Perbedaan ekstrem ini membuat umat Muslim di kawasan Arktik mengalami perubahan durasi puasa yang signifikan dari tahun ke tahun.

Selain tantangan alam, aspek sosial juga menjadi bagian dari dinamika berpuasa di Kutub Utara. Komunitas Muslim di Greenland tergolong sangat kecil dan umumnya berasal dari kalangan pendatang serta tenaga kerja asing. Kondisi ini membuat ibadah puasa kerap dijalani secara personal, tanpa atmosfer Ramadan yang meriah seperti di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

 

Meski demikian, kehidupan bermasyarakat tetap berlangsung harmonis. Masyarakat setempat dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati perbedaan keyakinan, selama para pendatang menghargai budaya dan tradisi lokal yang menjadi identitas wilayah tersebut.

Dalam situasi ekstrem, sebagian ulama memberikan keringanan dengan membolehkan umat Muslim mengikuti waktu puasa dari negara terdekat yang memiliki durasi siang lebih seimbang, terutama jika puasa yang terlalu panjang berpotensi mengganggu kesehatan. Kebijakan ini mencerminkan fleksibilitas ajaran Islam dalam menyesuaikan diri dengan kondisi geografis yang tidak biasa.

Karena kalender Islam berbasis lunar dan lebih pendek sekitar 11 hari dari kalender Masehi, bulan Ramadan terus bergeser setiap tahunnya. Pergeseran ini membuat umat Muslim di Kutub Utara mengalami variasi durasi puasa yang terus berubah dari sangat panjang hingga relatif singkat menjadikan pengalaman berpuasa di wilayah ini sebagai salah satu yang paling unik di dunia.

Tags: FenomenaGreenlandhingga 23 jamibadah puasaKutub UtaraMetapos.idpenduduk Muslimtoleransi
Previous Post

Menhub Dorong WFA Saat Lebaran 2026 untuk Tekan Lonjakan Arus Mudik

Next Post

Bung Korea Soroti Rasisme K-netz terhadap SEAblings, Akui Merasa Malu

Related Posts

Apple Watch Ultra 4 Dirumorkan Hadir dengan Desain Baru Perdana sejak 2022
Internasional

India Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 45 Derajat Celsius

20 May 2026
Jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Dilaporkan Ditahan Israel
Internasional

Jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Dilaporkan Ditahan Israel

19 May 2026
Sinopsis Lengkap Perfect Crown Episode 1–12, Kisah Cinta Kontrak Berakhir Bahagia
Internasional

Ketegangan Memuncak, Rusia Sebut Gagalkan Serangan Drone Ukraina Skala Besar

18 May 2026
Rombongan Trump Buang Barang dari China Sebelum Tinggalkan Beijing
Internasional

Rombongan Trump Buang Barang dari China Sebelum Tinggalkan Beijing

16 May 2026
Meta Kembangkan Kacamata Pintar dengan Kontrol Neural dan Layar Monokular
Internasional

Ketegangan AS-Iran Picu Kenaikan Harga BBM Global

16 May 2026
Meta Kembangkan Kacamata Pintar dengan Kontrol Neural dan Layar Monokular
Internasional

Abbas Araghchi: Iran Tidak Akan Tunduk pada Tekanan dan Ancaman

16 May 2026
Next Post
Parkir Capai Rp100 Ribu di Tanah Abang, Delapan Jukir Liar Diamankan Polisi

Bung Korea Soroti Rasisme K-netz terhadap SEAblings, Akui Merasa Malu

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini