• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, February 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Nasional

Projo Pergi, Jokowi Ditinggal Sendiri Budi Arie Merapat Ke Gerinda !!

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
3 November 2025
in Nasional
Projo Pergi, Jokowi Ditinggal Sendiri Budi Arie Merapat Ke Gerinda !!
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Kongres III Projo pada awal November 2025 menjadi babak baru yang menarik dalam peta politik Indonesia pascarezim Jokowi. Untuk pertama kalinya sejak berdiri lebih dari satu dekade lalu, organisasi relawan yang dikenal sebagai “pasukan pemukul” Jokowi itu resmi menanggalkan wajah sang presiden dari logonya. Simbol lama dihapus, arah politik berubah, dan Budi Arie Setiadi—tokoh utama sekaligus ketua umum Projo—memilih bergabung ke Partai Gerindra, bukan ke PSI seperti dugaan banyak pihak.

Publik pun cepat membaca arah angin. Langkah itu menandai bahwa Jokowi benar-benar ditinggalkan. Bukan hanya oleh rakyat yang mulai menjauh, tapi juga oleh para pendukung fanatiknya sendiri. Selama bertahun-tahun, Budi Arie dan Projo dikenal sebagai barisan terdepan pembela Jokowi—menutup kritik, menjustifikasi setiap kebijakan, seaneh apa pun alasannya. Kini, mereka berbalik arah. Meninggalkan Jokowi sendirian di ujung perjalanan politiknya.

Fenomena ini bukan sekadar perpindahan relawan, tapi sinyal kuat bahwa aura kekuasaan Jokowi telah pudar. Projo yang dulu lahir dari semangat “Jokowi adalah rakyat” kini berubah menjadi “Projo tanpa Jokowi”. Sebuah ironi dalam politik modern Indonesia.

Secara resmi, penghapusan wajah Jokowi dari logo disebut sebagai langkah agar organisasi tak lagi mengkultuskan individu dan bisa lebih fokus pada perjuangan “pro-rakyat”. Namun publik tentu tak mudah percaya. Jika baru sekarang menolak kultus individu, berarti selama ini mereka sadar telah melakukannya. Maka perubahan itu lebih tepat disebut strategi bertahan—bukan penyadaran ideologis. Projo sedang berganti kulit agar tetap hidup di bawah matahari baru: Prabowo-Gibran.

Lebih menarik lagi, Jokowi sendiri absen dalam kongres tersebut. Ia hanya mengirim video pendek sebagai bentuk “salam perpisahan”. Gestur dingin ini menimbulkan banyak tafsir. Ada yang menyebut Jokowi enggan hadir karena kecewa—anak politik kesayangannya justru memilih Gerindra ketimbang PSI, partai yang digadang-gadang sebagai rumah politik keluarga Jokowi. Ada pula yang menilai Jokowi sadar bahwa panggung sudah bukan miliknya. Ia bukan lagi pusat orbit kekuasaan.

Ketiadaan Jokowi di kongres itu menjadi simbol paling nyata dari isolasi politiknya. Projo, yang dulu menjadi mesin utama kemenangan Jokowi, kini resmi menutup buku lama dan menulis bab baru: loyalitas kepada Prabowo. Dalam politik, kesetiaan memang sering kali hanya bertahan selama kekuasaan masih mengalir.

Tak hanya soal arah politik, bayang-bayang kasus judi online (judol) yang menyeret nama Budi Arie juga ikut menambah warna. Setelah dicopot dari jabatan Menkominfo pada September lalu, namanya disebut dalam persidangan kasus suap terkait perlindungan situs-situs judol. Mahfud MD bahkan menyebut Budi “sangat layak jadi tersangka”. Dalam situasi itu, langkahnya bergabung ke Gerindra tampak bukan keputusan ideologis, melainkan langkah penyelamatan diri. Jokowi tak lagi bisa memberikan perlindungan, maka berlindunglah di bawah sayap Prabowo.

Kini, satu per satu tokoh di lingkaran Jokowi mencari tempat aman. Projo melepas logo, Budi Arie pindah haluan, PSI terpinggir, dan Jokowi hanya bisa menyaksikan semuanya dari kejauhan. Pesan politiknya jelas: era Jokowi telah benar-benar berakhir.

Bagi Prabowo, ini adalah momentum untuk menegaskan arah dan wibawa. Ia tak perlu lagi sungkan atau menoleh ke belakang. Projo saja sudah berani menanggalkan wajah Jokowi, maka tak ada alasan bagi Prabowo untuk terus berada di bawah bayangannya.

Politik memang keras. Kesetiaan hanyalah soal waktu—dan waktu Jokowi sudah habis. Dulu disanjung, kini dilupakan. Dulu dielu-elukan, kini ditinggalkan. Projo pergi, Jokowi sendiri.

Kini panggung sepenuhnya milik Prabowo. Ia punya peluang besar untuk menegakkan kepemimpinan baru tanpa beban masa lalu—membersihkan sisa patronase, membangun wibawa dengan caranya sendiri. Sebab dalam politik, yang abadi hanyalah kepentingan. Dan kali ini, kepentingan sejarah sedang memanggil Prabowo untuk berdiri tegak—tanpa bayang-bayang Jokowi.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download micromax firmware
Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: Budi arieGerindraMetapos.idPrabowoProjo
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Jeffrey Hendrik Isi Kursi Pjs Dirut BEI Usai Iman Rachman Mengundurkan Diri

Puasa Tanpa Sahur, Apakah Tetap Sah Menurut Islam?

by Desti Dwi Natasya
4 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam sebelum menjalankan ibadah puasa. Rasulullah SAW menyebut...

Jeffrey Hendrik Isi Kursi Pjs Dirut BEI Usai Iman Rachman Mengundurkan Diri

Program MBG untuk Lansia Dimatangkan, Fokus Usia di Atas 75 Tahun

by Desti Dwi Natasya
4 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah tengah mematangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok lanjut usia (lansia), khususnya mereka...

POPSI Soroti Nasib Petani Usai Sawit Disebut “Miracle Crop” oleh Presiden

Jeffrey Hendrik Isi Kursi Pjs Dirut BEI Usai Iman Rachman Mengundurkan Diri

by Desti Dwi Natasya
4 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama menyusul pengunduran diri Iman...

PBNU Minta Prabowo Berhati-hati dalam Dewan Perdamaian Terkait Palestina

PBNU Minta Prabowo Berhati-hati dalam Dewan Perdamaian Terkait Palestina

by Taufik Hidayat
4 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto...

Next Post
KAI Luncurkan Kereta Khusus untuk Petani dan Pedagang, Tarif Disubsidi Pemerintah

KAI Luncurkan Kereta Khusus untuk Petani dan Pedagang, Tarif Disubsidi Pemerintah

Recommended.

BRI Buka Suara Soal Liga 1 yang Sukses Putar Ekonomi Nasional

BRI Perbaiki Kualitas Kredit Mikro di Sisa 2024

29 August 2024
Bos OJK Minta Pelaku Usaha Tak Terlena Laba Tinggi

Bos OJK Minta Pelaku Usaha Tak Terlena Laba Tinggi

21 December 2022

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini