Metapos.id, Jakarta – Pernikahan dalam Islam bukan sekadar ikatan antara dua insan, melainkan amanah yang membutuhkan komitmen, kesabaran, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kehidupan rumah tangga memberikan banyak kesempatan untuk beribadah, mulai dari saling menghormati, memenuhi tanggung jawab, hingga mendampingi pasangan ketika menghadapi kesulitan.
Dalam Al-Qur’an, ikatan pernikahan disebut sebagai mitsaqan ghalizha, yakni perjanjian yang kuat. Karena itu, membangun keluarga tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan dunia, tetapi juga pada upaya meraih ridha Allah SWT.
Godaan Setan dalam Kehidupan Rumah Tangga
Rasulullah SAW mengingatkan tentang upaya setan menimbulkan kerusakan di antara manusia, termasuk memisahkan suami dan istri. Dalam hadis riwayat Muslim nomor 2813, dijelaskan bahwa Iblis meletakkan singgasananya di atas air dan mengutus bala tentaranya untuk menyesatkan manusia. Salah satu pasukan yang mendapat kedudukan dekat dengan Iblis adalah yang berhasil memisahkan seseorang dari pasangannya.
Hadis tersebut menjadi pengingat agar pasangan suami istri berhati-hati dalam menghadapi konflik. Perselisihan yang tidak diselesaikan dengan baik dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Karena itu, komunikasi yang jujur, kesediaan meminta maaf, dan sikap saling menghargai penting untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Pasangan juga perlu menghindari kebiasaan membesar-besarkan kekurangan, membandingkan pasangan dengan orang lain, serta membiarkan amarah menguasai keputusan.
Doa Memohon Keluarga yang Menyejukkan Hati
Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon keluarga yang membawa ketenangan terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
Doa ini mengajarkan bahwa keluarga yang baik bukan hanya keluarga yang hidup berkecukupan, tetapi juga keluarga yang saling menguatkan dalam kebaikan dan ketakwaan.
Zikir dan Doa sebagai Amalan Keluarga
Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk mengingat Allah ketika memasuki rumah dan saat makan. Dalam hadis riwayat Muslim, disebutkan bahwa menyebut nama Allah pada kedua kesempatan tersebut membuat setan tidak memperoleh tempat bermalam dan makan bersama penghuni rumah.
Pasangan suami istri juga dianjurkan membaca doa sebelum berhubungan intim, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Al-Bukhari dan Muslim:
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Artinya: “Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau karuniakan kepada kami.”
Doa tersebut merupakan bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT bagi pasangan dan keturunan yang mungkin dianugerahkan.
Pada akhirnya, rumah tangga membutuhkan lebih dari sekadar rasa cinta. Kesabaran, komunikasi, tanggung jawab, doa, dan ketaatan menjadi bagian penting dalam perjalanan bersama menuju ridha Allah SWT.







