• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Monday, February 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Perdagangan Getah Arab Jadi Sumber Dana Perang di Sudan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 January 2026
in Internasional
China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Bukan emas atau minyak, sebuah bahan baku yang selama ini jarang disorot justru berperan besar dalam memperpanjang konflik bersenjata di Sudan. Bahan tersebut adalah gum arabic atau getah arab, komoditas penting yang kini diselundupkan untuk membiayai operasi kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

 

Gum arabic merupakan resin alami yang dihasilkan dari pohon akasia senegal, tanaman yang tumbuh di kawasan Afrika Tengah. Setelah diproses menjadi bubuk, bahan ini digunakan sebagai pengemulsi dan perekat dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari minuman ringan, permen, es krim, permen karet, cat, lem, hingga kosmetik. Dalam daftar bahan, gum arabic sering tercantum dengan nama E414 atau I414.

 

Saking vitalnya peran gum arabic, Amerika Serikat bahkan mengecualikannya dari sanksi ekonomi terhadap Sudan pada 1990-an. Secara global, hampir 200 ribu ton gum arabic diperdagangkan pada 2024 dengan nilai pasar mendekati 300 juta dolar AS, dan perusahaan multinasional sangat bergantung pada pasokan ini.

 

Peran Kunci Sudan dalam Pasar Gum Arabic Dunia

Sudan memiliki kondisi iklim ideal untuk menghasilkan jenis gum arabic bernama hashab, varietas yang paling banyak diminati pasar internasional. Sebelum perang pecah pada April 2023, Sudan merupakan eksportir gum arabic terbesar di dunia dengan pangsa pasar sekitar 70 hingga 80 persen.

 

Meski data produksi dan ekspor resmi selalu sulit dipastikan, para peneliti sepakat bahwa sebagian besar pasokan gum arabic global berasal dari Sudan.

 

Namun, sejak konflik bersenjata dimulai, angka ekspor resmi Sudan merosot tajam. Meski demikian, kebutuhan pasar internasional tetap terpenuhi. Lonjakan ekspor dari negara-negara tetangga justru mengindikasikan bahwa gum arabic Sudan kini keluar secara ilegal melalui jalur penyelundupan.

 

Penyelundupan dan Peran RSF

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar gum arabic Sudan kini diselundupkan ke negara-negara sekitar seperti Chad dan Sudan Selatan, lalu dicampur dengan produksi lokal dan diberi label asal baru. Cara ini membuat asal-usul sebenarnya sulit dilacak.

 

Awalnya, penyelundupan dilakukan oleh pedagang lokal untuk menghindari pajak dan kewajiban sertifikasi bebas konflik. Namun seiring waktu, RSF melihat potensi keuntungan besar dari komoditas ini. Kelompok tersebut tidak hanya memungut pungutan dari para pedagang, tetapi juga menguasai jalur distribusi, gudang penyimpanan, hingga perlintasan perbatasan.

 

Menurut para peneliti, RSF kini mengambil keuntungan dari setiap tahap rantai pasok gum arabic, menjadikannya sumber pendanaan penting bagi konflik yang sedang berlangsung.

 

Pembeli Global dan Masalah Ketertelusuran

Perusahaan Eropa, terutama dari Prancis dan Jerman, tercatat sebagai pembeli terbesar gum arabic mentah. Meski sejumlah perusahaan mengklaim menerapkan standar ketertelusuran dan etika tinggi, para peneliti meragukan efektivitas pengawasan tersebut.

 

Menurut laporan lembaga perdamaian PAX, gum arabic yang sampai ke pasar internasional sangat mungkin telah memberikan keuntungan finansial bagi RSF, meskipun tidak dibeli langsung dari kelompok bersenjata.

 

Beberapa perusahaan membantah tudingan tersebut. Namun, para peneliti menilai bahwa dalam situasi konflik dan penyelundupan masif, jaminan bahwa produk benar-benar bebas konflik sangat sulit dipastikan.

 

Dampak bagi Masyarakat Sudan

Bagi jutaan warga Sudan, gum arabic merupakan sumber penghidupan utama. Namun perang membuat aktivitas ini semakin berbahaya dan tidak menentu. Meski harga hashab melonjak lebih dari dua kali lipat selama konflik, para petani dan penyadap justru memperoleh pendapatan yang semakin kecil.

 

Keamanan yang memburuk, pungutan ilegal, dan dominasi kelompok bersenjata membuat perdagangan gum arabic berubah dari sumber nafkah menjadi aktivitas berisiko tinggi. Di tengah konflik yang terus berlanjut, komoditas yang selama ini tersembunyi ini justru menjadi bahan bakar perang di Sudan.

Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: gum arabicMetapos.idPerdagangan Getah ArabRapid Support ForcesSudanSumber Dana Perang
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Ramadan 2026, Pasar Modal Indonesia Himpun Rp3,95 Miliar untuk Pemulihan Sumatera

Ramadan 2026, Pasar Modal Indonesia Himpun Rp3,95 Miliar untuk Pemulihan Sumatera

by Rahmat Herlambang
23 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Momentum awal Ramadan dimanfaatkan oleh pelaku pasar modal Indonesia untuk kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan bertajuk Pasar...

Whoosh Luncurkan Promo Ramadan, Rombongan Bisa PP Jakarta–Bandung Rp 200 Ribu

Whoosh Luncurkan Promo Ramadan, Rombongan Bisa PP Jakarta–Bandung Rp 200 Ribu

by Taufik Hidayat
23 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Layanan kereta cepat Whoosh meluncurkan program promo Ramadan khusus bagi perjalanan rombongan. Melalui program ini, penumpang dapat...

Operasi Militer Tewaskan El Mencho, Jalanan Meksiko Membara dan Lumpuh Total

Cuma Sisihkan 3% Gaji, Jutaan Orang Indonesia Terancam Tanpa Dana Pensiun

by Desti Dwi Natasya
23 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Sekitar 100 juta masyarakat Indonesia diperkirakan berpotensi tidak memiliki dana pensiun pada 2038 jika pola menabung tidak...

51 Persen Masyarakat Indonesia Simpan Uang di Bawah Bantal

Awal 2026 Cerah, Setoran Pajak Naik Tajam Topang APBN

by Desti Dwi Natasya
23 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah mencatat penerimaan negara sebesar Rp172,7 triliun pada Januari 2026. Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari pajak...

Next Post
Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Recommended.

Indonesia Punya Terminal Barang Internasional Baru di NTT

Kemenhub Siapkan Tarif Dinamis LRT Jabodebek

14 November 2023
BI Punya Ruang Kurangi Agresivitas Kenaikan Suku Bunga

Ekonom: BI Bakal Kembali Pertahankan Suku Bunga 6 Persen meski Rupiah Melemah

3 April 2024

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini