• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Friday, April 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Perdagangan Getah Arab Jadi Sumber Dana Perang di Sudan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 January 2026
in Internasional
China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Bukan emas atau minyak, sebuah bahan baku yang selama ini jarang disorot justru berperan besar dalam memperpanjang konflik bersenjata di Sudan. Bahan tersebut adalah gum arabic atau getah arab, komoditas penting yang kini diselundupkan untuk membiayai operasi kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

 

Gum arabic merupakan resin alami yang dihasilkan dari pohon akasia senegal, tanaman yang tumbuh di kawasan Afrika Tengah. Setelah diproses menjadi bubuk, bahan ini digunakan sebagai pengemulsi dan perekat dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari minuman ringan, permen, es krim, permen karet, cat, lem, hingga kosmetik. Dalam daftar bahan, gum arabic sering tercantum dengan nama E414 atau I414.

 

Saking vitalnya peran gum arabic, Amerika Serikat bahkan mengecualikannya dari sanksi ekonomi terhadap Sudan pada 1990-an. Secara global, hampir 200 ribu ton gum arabic diperdagangkan pada 2024 dengan nilai pasar mendekati 300 juta dolar AS, dan perusahaan multinasional sangat bergantung pada pasokan ini.

 

Peran Kunci Sudan dalam Pasar Gum Arabic Dunia

Sudan memiliki kondisi iklim ideal untuk menghasilkan jenis gum arabic bernama hashab, varietas yang paling banyak diminati pasar internasional. Sebelum perang pecah pada April 2023, Sudan merupakan eksportir gum arabic terbesar di dunia dengan pangsa pasar sekitar 70 hingga 80 persen.

 

Meski data produksi dan ekspor resmi selalu sulit dipastikan, para peneliti sepakat bahwa sebagian besar pasokan gum arabic global berasal dari Sudan.

 

Namun, sejak konflik bersenjata dimulai, angka ekspor resmi Sudan merosot tajam. Meski demikian, kebutuhan pasar internasional tetap terpenuhi. Lonjakan ekspor dari negara-negara tetangga justru mengindikasikan bahwa gum arabic Sudan kini keluar secara ilegal melalui jalur penyelundupan.

 

Penyelundupan dan Peran RSF

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar gum arabic Sudan kini diselundupkan ke negara-negara sekitar seperti Chad dan Sudan Selatan, lalu dicampur dengan produksi lokal dan diberi label asal baru. Cara ini membuat asal-usul sebenarnya sulit dilacak.

 

Awalnya, penyelundupan dilakukan oleh pedagang lokal untuk menghindari pajak dan kewajiban sertifikasi bebas konflik. Namun seiring waktu, RSF melihat potensi keuntungan besar dari komoditas ini. Kelompok tersebut tidak hanya memungut pungutan dari para pedagang, tetapi juga menguasai jalur distribusi, gudang penyimpanan, hingga perlintasan perbatasan.

 

Menurut para peneliti, RSF kini mengambil keuntungan dari setiap tahap rantai pasok gum arabic, menjadikannya sumber pendanaan penting bagi konflik yang sedang berlangsung.

 

Pembeli Global dan Masalah Ketertelusuran

Perusahaan Eropa, terutama dari Prancis dan Jerman, tercatat sebagai pembeli terbesar gum arabic mentah. Meski sejumlah perusahaan mengklaim menerapkan standar ketertelusuran dan etika tinggi, para peneliti meragukan efektivitas pengawasan tersebut.

 

Menurut laporan lembaga perdamaian PAX, gum arabic yang sampai ke pasar internasional sangat mungkin telah memberikan keuntungan finansial bagi RSF, meskipun tidak dibeli langsung dari kelompok bersenjata.

 

Beberapa perusahaan membantah tudingan tersebut. Namun, para peneliti menilai bahwa dalam situasi konflik dan penyelundupan masif, jaminan bahwa produk benar-benar bebas konflik sangat sulit dipastikan.

 

Dampak bagi Masyarakat Sudan

Bagi jutaan warga Sudan, gum arabic merupakan sumber penghidupan utama. Namun perang membuat aktivitas ini semakin berbahaya dan tidak menentu. Meski harga hashab melonjak lebih dari dua kali lipat selama konflik, para petani dan penyadap justru memperoleh pendapatan yang semakin kecil.

 

Keamanan yang memburuk, pungutan ilegal, dan dominasi kelompok bersenjata membuat perdagangan gum arabic berubah dari sumber nafkah menjadi aktivitas berisiko tinggi. Di tengah konflik yang terus berlanjut, komoditas yang selama ini tersembunyi ini justru menjadi bahan bakar perang di Sudan.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download redmi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
Tags: gum arabicMetapos.idPerdagangan Getah ArabRapid Support ForcesSudanSumber Dana Perang
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

6 Juta KPR BTN Dorong Ekosistem Perumahan Nasional

6 Juta KPR BTN Dorong Ekosistem Perumahan Nasional

by metaposmedia
10 April 2026
0

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu (tengah) bersama Direktur Consumer Banking BTN...

Gencatan Senjata Bukan Akhir, Bamsoet Soroti Dampak Konflik Iran–Israel

Gencatan Senjata Bukan Akhir, Bamsoet Soroti Dampak Konflik Iran–Israel

by Taufik Hidayat
10 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta - Bambang Soesatyo meminta Indonesia tetap waspada terhadap konflik Iran dan Israel. Meski demikian, gencatan senjata belum menjamin...

Menuju Piala AFF U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Akui Performa Timnas U-17 Makin Solid

Menuju Piala AFF U-17 2026, Kurniawan Dwi Yulianto Akui Performa Timnas U-17 Makin Solid

by Taufik Hidayat
10 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menilai timnya terus menunjukkan kemajuan menjelang Piala AFF U-17 2026,...

Israel Gempur Lebanon, Iran Beri Sinyal Konflik Berlanjut

Israel Gempur Lebanon, Iran Beri Sinyal Konflik Berlanjut

by Taufik Hidayat
9 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Israel kembali menggempur wilayah Lebanon pada Rabu (8/4). Serangan tersebut menyebabkan ratusan korban jiwa. Berdasarkan data otoritas...

Next Post
Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Recommended.

Pertama Kalinya dari Unicharm1! Peluncuran Produk Edisi Terbatas Dengan Bio Material2 dari 3 Kategori

Pertama Kalinya dari Unicharm1! Peluncuran Produk Edisi Terbatas Dengan Bio Material2 dari 3 Kategori

2 July 2024
BTN Syariah Goes to Campus

BTN Syariah Goes to Campus

21 December 2024

Trending.

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini