• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, January 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Perdagangan Getah Arab Jadi Sumber Dana Perang di Sudan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 January 2026
in Internasional
China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Bukan emas atau minyak, sebuah bahan baku yang selama ini jarang disorot justru berperan besar dalam memperpanjang konflik bersenjata di Sudan. Bahan tersebut adalah gum arabic atau getah arab, komoditas penting yang kini diselundupkan untuk membiayai operasi kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

 

Gum arabic merupakan resin alami yang dihasilkan dari pohon akasia senegal, tanaman yang tumbuh di kawasan Afrika Tengah. Setelah diproses menjadi bubuk, bahan ini digunakan sebagai pengemulsi dan perekat dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari minuman ringan, permen, es krim, permen karet, cat, lem, hingga kosmetik. Dalam daftar bahan, gum arabic sering tercantum dengan nama E414 atau I414.

 

Saking vitalnya peran gum arabic, Amerika Serikat bahkan mengecualikannya dari sanksi ekonomi terhadap Sudan pada 1990-an. Secara global, hampir 200 ribu ton gum arabic diperdagangkan pada 2024 dengan nilai pasar mendekati 300 juta dolar AS, dan perusahaan multinasional sangat bergantung pada pasokan ini.

 

Peran Kunci Sudan dalam Pasar Gum Arabic Dunia

Sudan memiliki kondisi iklim ideal untuk menghasilkan jenis gum arabic bernama hashab, varietas yang paling banyak diminati pasar internasional. Sebelum perang pecah pada April 2023, Sudan merupakan eksportir gum arabic terbesar di dunia dengan pangsa pasar sekitar 70 hingga 80 persen.

 

Meski data produksi dan ekspor resmi selalu sulit dipastikan, para peneliti sepakat bahwa sebagian besar pasokan gum arabic global berasal dari Sudan.

 

Namun, sejak konflik bersenjata dimulai, angka ekspor resmi Sudan merosot tajam. Meski demikian, kebutuhan pasar internasional tetap terpenuhi. Lonjakan ekspor dari negara-negara tetangga justru mengindikasikan bahwa gum arabic Sudan kini keluar secara ilegal melalui jalur penyelundupan.

 

Penyelundupan dan Peran RSF

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar gum arabic Sudan kini diselundupkan ke negara-negara sekitar seperti Chad dan Sudan Selatan, lalu dicampur dengan produksi lokal dan diberi label asal baru. Cara ini membuat asal-usul sebenarnya sulit dilacak.

 

Awalnya, penyelundupan dilakukan oleh pedagang lokal untuk menghindari pajak dan kewajiban sertifikasi bebas konflik. Namun seiring waktu, RSF melihat potensi keuntungan besar dari komoditas ini. Kelompok tersebut tidak hanya memungut pungutan dari para pedagang, tetapi juga menguasai jalur distribusi, gudang penyimpanan, hingga perlintasan perbatasan.

 

Menurut para peneliti, RSF kini mengambil keuntungan dari setiap tahap rantai pasok gum arabic, menjadikannya sumber pendanaan penting bagi konflik yang sedang berlangsung.

 

Pembeli Global dan Masalah Ketertelusuran

Perusahaan Eropa, terutama dari Prancis dan Jerman, tercatat sebagai pembeli terbesar gum arabic mentah. Meski sejumlah perusahaan mengklaim menerapkan standar ketertelusuran dan etika tinggi, para peneliti meragukan efektivitas pengawasan tersebut.

 

Menurut laporan lembaga perdamaian PAX, gum arabic yang sampai ke pasar internasional sangat mungkin telah memberikan keuntungan finansial bagi RSF, meskipun tidak dibeli langsung dari kelompok bersenjata.

 

Beberapa perusahaan membantah tudingan tersebut. Namun, para peneliti menilai bahwa dalam situasi konflik dan penyelundupan masif, jaminan bahwa produk benar-benar bebas konflik sangat sulit dipastikan.

 

Dampak bagi Masyarakat Sudan

Bagi jutaan warga Sudan, gum arabic merupakan sumber penghidupan utama. Namun perang membuat aktivitas ini semakin berbahaya dan tidak menentu. Meski harga hashab melonjak lebih dari dua kali lipat selama konflik, para petani dan penyadap justru memperoleh pendapatan yang semakin kecil.

 

Keamanan yang memburuk, pungutan ilegal, dan dominasi kelompok bersenjata membuat perdagangan gum arabic berubah dari sumber nafkah menjadi aktivitas berisiko tinggi. Di tengah konflik yang terus berlanjut, komoditas yang selama ini tersembunyi ini justru menjadi bahan bakar perang di Sudan.

Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: gum arabicMetapos.idPerdagangan Getah ArabRapid Support ForcesSudanSumber Dana Perang
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Tiga Provinsi Beri Pemutihan Pajak Kendaraan bagi Penunggak Mulai 2026

Tiga Provinsi Beri Pemutihan Pajak Kendaraan bagi Penunggak Mulai 2026

by Taufik Hidayat
8 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Sejumlah pemerintah daerah mulai menggulirkan program pemutihan dan keringanan pajak kendaraan bermotor pada Januari 2026. Melalui kebijakan...

Pramono Anung Tegaskan UMP DKI Jakarta 2026 Ditentukan Melalui Kesepakatan Bersama

Pramono Anung Tegaskan UMP DKI Jakarta 2026 Ditentukan Melalui Kesepakatan Bersama

by Taufik Hidayat
8 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons aksi demonstrasi buruh yang kembali berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat,...

AS Soroti Nilai Strategis Greenland, Negara-Negara NATO Tegaskan Sikap

AS Soroti Nilai Strategis Greenland, Negara-Negara NATO Tegaskan Sikap

by Taufik Hidayat
8 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Greenland bagi kepentingan strategis dan keamanan...

Kapolri Bersama Ketua Komisi IV DPR Hadiri Panen Raya Jagung di Bekasi, Tegaskan Dukungan Swasembada Pangan

Kapolri Bersama Ketua Komisi IV DPR Hadiri Panen Raya Jagung di Bekasi, Tegaskan Dukungan Swasembada Pangan

by Taufik Hidayat
8 January 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Ketua Komisi IV DPR RI...

Next Post
Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Recommended.

Masjid BSI Sebagai Pusat Kesejukan di Destinasi Wisata

Masjid BSI Sebagai Pusat Kesejukan di Destinasi Wisata

7 January 2024
Usai Lebaran Utang Indonesia Turun Rp29 Triliun

Usai Lebaran Utang Indonesia Turun Rp29 Triliun

27 May 2023

Trending.

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

Dosen UIM yang Viral Ludahi Kasir Swalayan Akan Disidang Komisi Disiplin

26 December 2025
BBC Tetapkan Pulau Komodo sebagai Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

BBC Tetapkan Pulau Komodo sebagai Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

14 December 2025
Tak Ada Izin Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru 2026

50 Ucapan Tahun Baru 2026 untuk Perusahaan yang Formal, Singkat, dan Berkesan

31 December 2025
Diduga Menghina Suku Sunda dan Suporter Persib, Rumah Adimas Firdaus Resbob Digeruduk Massa

Diduga Menghina Suku Sunda dan Suporter Persib, Rumah Adimas Firdaus Resbob Digeruduk Massa

14 December 2025
Siswi SD Berusia 12 Tahun Diduga Tewaskan Ibu Kandung, Warga Terkejut Ungkap Sifat Pelaku

Siswi SD Berusia 12 Tahun Diduga Tewaskan Ibu Kandung, Warga Terkejut Ungkap Sifat Pelaku

12 December 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini