Metapos.id, Jakarta – Dugaan penolakan kapal perang Iran dalam latihan maritim internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 di Indonesia menjadi sorotan publik.
Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menyatakan bahwa pada Februari 2025 kapal perang Iran sempat dijadwalkan berpartisipasi dalam latihan tersebut. Dua kapal bahkan dilaporkan telah bergerak menuju perairan Indonesia sebelum akhirnya diminta untuk kembali.
Siswanto menilai keputusan tersebut diduga dipengaruhi faktor eksternal. Ia mengungkapkan adanya indikasi pengaruh Amerika Serikat yang tidak menghendaki keterlibatan Iran dalam kegiatan militer tersebut.
“Informasi yang diterima pihak Iran menyebutkan adanya faktor tekanan dari Amerika Serikat dalam keputusan tersebut,” kata Siswanto.
Peristiwa ini memunculkan persepsi di Teheran bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia mengalami pergeseran dari prinsip bebas aktif menuju kedekatan dengan Amerika Serikat.
Selain itu, isu tersebut juga dikaitkan dengan dinamika geopolitik yang lebih luas, termasuk posisi Indonesia di berbagai forum internasional serta sikap pemerintah terhadap perkembangan di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, beredar informasi mengenai kapal tanker milik Pertamina yang disebut sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz. Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Sejumlah pengamat menilai kondisi ini mencerminkan kompleksitas hubungan internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.














