• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Saturday, March 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat Nilai Program Makan Bergizi Gratis Tetap Relevan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
7 February 2026
in Nasional
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perbincangan publik. Di satu sisi, program ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas gizi. Namun di sisi lain, muncul anggapan bahwa MBG berpotensi menjadi pemborosan anggaran di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Meski menuai pro dan kontra, MBG dinilai sebagai kebijakan sosial yang bersifat fundamental dan tidak semestinya dihentikan. Justru, di tengah dinamika ekonomi global yang sulit diprediksi, program ini dianggap semakin relevan.

Pengamat kebijakan publik Fakhrido Susilo, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik President University sekaligus Direktur Eksekutif lembaga riset Kiprah, menilai bahwa gejolak ekonomi tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga negara-negara lain.

“Dinamika ekonomi global ini tidak hanya dirasakan Indonesia. Seluruh negara juga mengalaminya, seperti India, Brasil, hingga Amerika Serikat. Tapi tanggung jawab sosial negara tetap berjalan dan mereka tidak menghentikan program makan siang bagi anak-anak,” ujar Fakhrido.

Menurutnya, pemerintah memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk merespons tantangan ekonomi tanpa harus mengorbankan program MBG. Ia menilai MBG justru merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.

Fakhrido juga menyoroti kondisi sosial di Indonesia, di mana banyak orang tua harus bekerja dengan lebih dari satu profesi. Situasi tersebut kerap membuat perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi terbatas.

“Banyak orang tua bekerja dari pagi sampai malam, bahkan punya dua pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, perhatian terhadap gizi anak sering terabaikan. Kehadiran MBG meringankan beban orang tua dan memastikan anak tetap mendapat asupan bergizi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MBG tidak hanya berkaitan dengan rasa kenyang, melainkan berpengaruh langsung terhadap kualitas berpikir anak.

“Kalau fondasi gizinya lemah sejak dini, intervensi di pendidikan tinggi tidak akan efektif. Tanpa gizi yang baik, skor PISA sulit meningkat dan target Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi wacana,” katanya.

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Fakhrido mendorong adanya perbaikan dari sisi efisiensi dan tata kelola anggaran. Ia menilai pemerintah perlu melibatkan lembaga riset independen untuk melakukan evaluasi dampak secara menyeluruh.

“Pemerintah perlu melakukan impact evaluation. Apakah MBG benar-benar meningkatkan kehadiran sekolah, kemampuan kognitif anak, dan berdampak pada UMKM serta koperasi lokal. Studi komparatif dengan negara seperti India dan Brasil juga penting, karena selama ini riset tentang MBG masih sangat minim,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh pakar dan edukator kesehatan dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes. Ia menilai MBG sebagai solusi konkret untuk mendekatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, sekaligus berpotensi menggerakkan ekonomi berbasis pangan lokal.

“Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk memudahkan akses anak terhadap makanan bergizi,” kata dr. Rita.

Ia menekankan pentingnya variasi menu dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, program ini tidak boleh hanya terpaku pada menu tertentu, tetapi harus memanfaatkan kekayaan pangan lokal yang tersedia di berbagai daerah.

“Kalau kita fokus pada pangan lokal, keragaman pangan anak meningkat, lapangan pekerjaan terbuka, dan pendapatan masyarakat ikut naik. Dampak ekonominya nyata,” tambahnya.

Pemanfaatan bahan lokal juga dinilai dapat menjawab isu efisiensi anggaran. dr. Rita menyebut Indonesia memiliki ratusan jenis buah, sayur, sumber karbohidrat, protein, dan kacang-kacangan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Sayur saja ada 228 jenis, buah hampir 400 jenis. Kita tidak akan kekurangan bahan pangan kalau ini dieksplorasi dengan baik. Tidak akan ada cerita kekurangan stok karena MBG,” pungkasnya.

Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: gizi anakkebijakan publikMakan Bergizi GratisMBGMetapos.idpembangunan manusia
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

Akhir Penantian! Iran Izinkan Tanker Indonesia Keluar dari Selat Hormuz

Akhir Penantian! Iran Izinkan Tanker Indonesia Keluar dari Selat Hormuz

by Taufik Hidayat
28 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Iran resmi mengizinkan dua kapal tanker milik Indonesia untuk meninggalkan Selat Hormuz setelah sebelumnya sempat tertahan...

Hadi di Program AMA Series, IDNGold Bicara Visi Secara Terbuka ke Ruang Publik

Hadi di Program AMA Series, IDNGold Bicara Visi Secara Terbuka ke Ruang Publik

by Desti Dwi Natasya
28 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Publik atau masyarakat luas terus memberikan perhatiannya kepada platfrom IDNGold(IDNG) yang merupakan sebuah platform ekosistem berbasis blockchain...

TikTok Akan Nonaktifkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun Sesuai Aturan Pemerintah

TikTok Akan Nonaktifkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun Sesuai Aturan Pemerintah

by Taufik Hidayat
28 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa TikTok menyatakan kesiapannya untuk menonaktifkan akun milik pengguna berusia...

Di Tengah Berbagai Tantangan, BUMA International Group Tetap Catat Tren Pemulihan Kinerja di FY2025

Di Tengah Berbagai Tantangan, BUMA International Group Tetap Catat Tren Pemulihan Kinerja di FY2025

by Rahmat Herlambang
28 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT BUMA Internasional Grup Tbk melaporkan kinerja keuangan dan operasional tahun buku 2025 (FY2025) yang penuh tantangan...

Next Post
“Aturan Terbit: Tanah Terlantar Kini Bisa Disita Negara”

“Aturan Terbit: Tanah Terlantar Kini Bisa Disita Negara”

Recommended.

Mulai Beroperasi Hari Ini, Tarif LRT Jabodebek Didiskon 78 Persen

YLKI Sebut Penerapan Tarif Dinamis Bisa Bikin Penumpang Tinggalkan LRT Jabodebek

17 November 2023
Persija Bawa Pulang Tiga Poin dari Ternate, Mauricio Souza Sebut Kemenangan Sangat Krusial

Persija Bawa Pulang Tiga Poin dari Ternate, Mauricio Souza Sebut Kemenangan Sangat Krusial

25 February 2026

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini