Wednesday, April 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
Home Ekbis

Pemerintah Dorong Ratusan Komoditas Unggulan Bebas Tarif ke Amerika Serikat

Afizahri by Afizahri
28 August 2025
in Ekbis
Efek Tarif Resiprokal AS, Ketidakpastian Perekonomian Global Makin Tinggi

Jakarta, Metapos.id – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan terdapat ratusan item yang terbagi dalam beberapa kelompok besar seperti agro, hortikultura, mineral kritis, dan produk industri padat karya yang diusulkan untuk memperoleh exemption atau pengecualian dari tarif resiprokal atas produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS).

“Semua yang di-list surat itu, kita akan kejar ke 0 persen. Optimal ya. Karena kalau itu bisa kita perjuangkan, itu konkret ekspornya akan ada. Kalau yang rundingan umum kan hanya menetapkan rate-nya. 11 ribu kode HS belum tentu ada semua ekspornya kesana kan. Kalau yang kita perjuangkan, exemption ini tuh yang real memang potensi ekspornya ada,” imbuhnya kepada awak media, Kamis, 28 Agustus.

BACA JUGA

Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik

Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Jaringan Regional Asia Tenggara

“Cuman kalau kelompok-kelompoknya ya itu-itu aja. Cuman banyak, ratusan lah kayaknya,” tambahnya.

Susiwijono menyampaikan bahwa Pemerintah fokus pada produk unggulan yang secara kompetitif hanya dimiliki atau dikuasai Indonesia. Misalnya, karet yang hanya diproduksi oleh sedikit negara sehingga, posisi tawar akan lebih kuat.

Ia menambahkan produk yang diusulkan untuk mendapatkan pengecualian dari tarif 19 persen mencakup komoditas unggulan seperti kopi, kakao, karet, sawit, produk hortikultura, agro lainnya, serta nanas kaleng dan kayu meranti.

Susiwijono menyampaikan Pemerintah juga mendorong nanas kaleng dari Lampung yang menjadi salah satu ekspor terbesar ke AS yang nilai ekspornya bahkan mencapai 100 juta dolar AS.

“Jadi memang produk yang hanya ada di kita, dibutuhkan rakyat Amerika, yang gitu-gitu kita dorong, ke nol semua. (nanas yang raw materialnya?) Enggak, yang kaleng-kaleng. Itu kan ekspor terbesar di dunia itu. (PT Great Giant Pineapple) GGPC yang di lampung,” tuturnya.

Ia menambahkan contoh lain adalah kayu meranti yang secara spesifik diminta oleh pihak AS karena dibutuhkan untuk industri mereka.

“Kebutuhannya tinggi. Jadi dia spesifik minta kayu meranti. Kalau itu yang kita minta harus 0 persen,” tegasnya.

Susiwijono menyampaikan bahwa target Indonesia adalah untuk memperjuangkan tarif 0 persen bagi semua komoditas yang tercantum dalam surat usulan yang telah dikirimkan.

“Kita harus fokus pada produk unggulan yang secara kompetitif hanya dimiliki atau dikuasai Indonesia. Misalnya, karet yang hanya diproduksi oleh sedikit negara. Dengan begitu, posisi tawar kita akan lebih kuat,” imbuhnya.

Susiwijono menegaskan bahwa pemerintah bersikap serius dalam memperjuangkan hal ini, bahkan telah melakukan pertemuan daring malam hari bersama tim Kementerian Luar Negeri menyesuaikan waktu Washington.

Ia menyampaikan Indonesia sedang menjalin komunikasi intensif dengan United States Trade Representative (USTR) terkait tarif resiprokal atas produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

“Sudah, kita kirimkan list nya. Surat resmi Pak Airlangga ke USTR sama ke (Commerce Secretary Howard) Lutnick. Ada dua surat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri sedang menyusun jadwal lanjutan untuk perundingan dan telah memulai diskusi awal secara daring dengan USTR.

“Beberapa hari ini, kemarin malam juga, kita daring. Daring dengan U.S.T.R. Kita dengan Kemlu dulu,” ujarnya.

Menurutnya, perundingan dilakukan secara daring karena USTR masih menyusun jadwal akibat banyaknya permintaan dari negara-negara lain. Meski demikian, komunikasi daring tetap berjalan dengan baik.

“Cuman, kalau sudah mau membahas substansinya, itu yang mereka akan, kan di sana timnya juga ada yang teknisnya yang nanganin ini. Nah, itu yang nanti kita perlu selesaikan jadwalnya. Baru nanti, di September, entah minggu pertama, kedua, kita akan mulai in-person fisik ke sana,” ucapnya.

Tags: Amerika SerikatBebas tarifKomoditasMetapos.id
Previous Post

Aksi Demo DPR Memanas: Pejompongan dan GBK Jadi Titik Ricuh

Next Post

Zulhas Beberkan Penyebab Harga Beras Tembus Rp15.000 per Kg

Related Posts

Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik
Ekbis

Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik

14 April 2026
Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Jaringan Regional Asia Tenggara
Ekbis

Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Jaringan Regional Asia Tenggara

13 April 2026
Setahun Berjalan, MBG Dinilai Tingkatkan Gizi dan Semangat Belajar Siswa
Ekbis

MBG Bukan Sekadar Bantuan, KADIN Nilai Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

11 April 2026
Konten Jadi Kunci Penjualan, Tokopedia dan TikTok Shop Catat Lonjakan Transaksi
Ekbis

Konten Jadi Kunci Penjualan, Tokopedia dan TikTok Shop Catat Lonjakan Transaksi

10 April 2026
43 Persen Warga RI Punya Side Hustle, Prudential Soroti Kesehatan Finansial
Ekbis

Prudential Luncurkan Prestige, Fokus pada Layanan Eksklusif dan Terintegrasi

9 April 2026
43 Persen Warga RI Punya Side Hustle, Prudential Soroti Kesehatan Finansial
Ekbis

43 Persen Warga RI Punya Side Hustle, Prudential Soroti Kesehatan Finansial

9 April 2026
Next Post
Ini Alasan Baju Bekas Impor Menjamur Menurut Mendag Zulhas

Zulhas Beberkan Penyebab Harga Beras Tembus Rp15.000 per Kg

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini