• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Saturday, February 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Pemerintah Dorong Ratusan Komoditas Unggulan Bebas Tarif ke Amerika Serikat

Afizahri by Afizahri
28 August 2025
in Ekbis
Efek Tarif Resiprokal AS, Ketidakpastian Perekonomian Global Makin Tinggi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Metapos.id – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan terdapat ratusan item yang terbagi dalam beberapa kelompok besar seperti agro, hortikultura, mineral kritis, dan produk industri padat karya yang diusulkan untuk memperoleh exemption atau pengecualian dari tarif resiprokal atas produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS).

“Semua yang di-list surat itu, kita akan kejar ke 0 persen. Optimal ya. Karena kalau itu bisa kita perjuangkan, itu konkret ekspornya akan ada. Kalau yang rundingan umum kan hanya menetapkan rate-nya. 11 ribu kode HS belum tentu ada semua ekspornya kesana kan. Kalau yang kita perjuangkan, exemption ini tuh yang real memang potensi ekspornya ada,” imbuhnya kepada awak media, Kamis, 28 Agustus.

“Cuman kalau kelompok-kelompoknya ya itu-itu aja. Cuman banyak, ratusan lah kayaknya,” tambahnya.

Susiwijono menyampaikan bahwa Pemerintah fokus pada produk unggulan yang secara kompetitif hanya dimiliki atau dikuasai Indonesia. Misalnya, karet yang hanya diproduksi oleh sedikit negara sehingga, posisi tawar akan lebih kuat.

Ia menambahkan produk yang diusulkan untuk mendapatkan pengecualian dari tarif 19 persen mencakup komoditas unggulan seperti kopi, kakao, karet, sawit, produk hortikultura, agro lainnya, serta nanas kaleng dan kayu meranti.

Susiwijono menyampaikan Pemerintah juga mendorong nanas kaleng dari Lampung yang menjadi salah satu ekspor terbesar ke AS yang nilai ekspornya bahkan mencapai 100 juta dolar AS.

“Jadi memang produk yang hanya ada di kita, dibutuhkan rakyat Amerika, yang gitu-gitu kita dorong, ke nol semua. (nanas yang raw materialnya?) Enggak, yang kaleng-kaleng. Itu kan ekspor terbesar di dunia itu. (PT Great Giant Pineapple) GGPC yang di lampung,” tuturnya.

Ia menambahkan contoh lain adalah kayu meranti yang secara spesifik diminta oleh pihak AS karena dibutuhkan untuk industri mereka.

“Kebutuhannya tinggi. Jadi dia spesifik minta kayu meranti. Kalau itu yang kita minta harus 0 persen,” tegasnya.

Susiwijono menyampaikan bahwa target Indonesia adalah untuk memperjuangkan tarif 0 persen bagi semua komoditas yang tercantum dalam surat usulan yang telah dikirimkan.

“Kita harus fokus pada produk unggulan yang secara kompetitif hanya dimiliki atau dikuasai Indonesia. Misalnya, karet yang hanya diproduksi oleh sedikit negara. Dengan begitu, posisi tawar kita akan lebih kuat,” imbuhnya.

Susiwijono menegaskan bahwa pemerintah bersikap serius dalam memperjuangkan hal ini, bahkan telah melakukan pertemuan daring malam hari bersama tim Kementerian Luar Negeri menyesuaikan waktu Washington.

Ia menyampaikan Indonesia sedang menjalin komunikasi intensif dengan United States Trade Representative (USTR) terkait tarif resiprokal atas produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

“Sudah, kita kirimkan list nya. Surat resmi Pak Airlangga ke USTR sama ke (Commerce Secretary Howard) Lutnick. Ada dua surat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri sedang menyusun jadwal lanjutan untuk perundingan dan telah memulai diskusi awal secara daring dengan USTR.

“Beberapa hari ini, kemarin malam juga, kita daring. Daring dengan U.S.T.R. Kita dengan Kemlu dulu,” ujarnya.

Menurutnya, perundingan dilakukan secara daring karena USTR masih menyusun jadwal akibat banyaknya permintaan dari negara-negara lain. Meski demikian, komunikasi daring tetap berjalan dengan baik.

“Cuman, kalau sudah mau membahas substansinya, itu yang mereka akan, kan di sana timnya juga ada yang teknisnya yang nanganin ini. Nah, itu yang nanti kita perlu selesaikan jadwalnya. Baru nanti, di September, entah minggu pertama, kedua, kita akan mulai in-person fisik ke sana,” ucapnya.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Amerika SerikatBebas tarifKomoditasMetapos.id
Afizahri

Afizahri

Related Posts

Israel Gempur Iran, DPR Desak Pemerintah RI Ambil Posisi Jelas

Israel Gempur Iran, DPR Desak Pemerintah RI Ambil Posisi Jelas

by Taufik Hidayat
28 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, meminta Pemerintah Indonesia segera mengambil sikap resmi yang tegas dan...

Japek II Selatan & Bocimi Seksi 3 Jadi Andalan Baru Mudik Lebaran 2026

Japek II Selatan & Bocimi Seksi 3 Jadi Andalan Baru Mudik Lebaran 2026

by Taufik Hidayat
28 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat terus mematangkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik...

Iran Digempur Serangan Udara, Kemlu RI Minta WNI Tetap Siaga

Iran Digempur Serangan Udara, Kemlu RI Minta WNI Tetap Siaga

by Taufik Hidayat
28 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran agar...

Aturan Umrah Ramadhan Diperketat, Penyelenggara Travel Indonesia Wajib Menyesuaikan Paket

Aturan Umrah Ramadhan Diperketat, Penyelenggara Travel Indonesia Wajib Menyesuaikan Paket

by Taufik Hidayat
28 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan terbaru bagi jemaah umrah pada puncak musim Ramadhan 1447 H. Regulasi tersebut...

Next Post
Ini Alasan Baju Bekas Impor Menjamur Menurut Mendag Zulhas

Zulhas Beberkan Penyebab Harga Beras Tembus Rp15.000 per Kg

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Pt King Tire Indonesia Resmi Melantai Di Bursa Efek Indonesia

Pt King Tire Indonesia Resmi Melantai Di Bursa Efek Indonesia

8 May 2023
PIS Tambah 2 Armada Kapal Pengangkut Gas

PIS Tambah 2 Armada Kapal Pengangkut Gas

4 October 2023

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini