Monday, September 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pejabat Tinggi Siber AS Unggah Dokumen Pemerintah ke ChatGPT, DHS Lakukan Evaluasi Keamanan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
29 January 2026
in Internasional
Pejabat Tinggi Siber AS Unggah Dokumen Pemerintah ke ChatGPT, DHS Lakukan Evaluasi Keamanan

Metapos.id, Jakarta – Seorang pejabat tinggi di sektor pertahanan siber Amerika Serikat dilaporkan mengunggah dokumen pemerintah yang bersifat sensitif ke layanan ChatGPT versi publik. Laporan tersebut pertama kali diungkap media Politico dan memicu alarm keamanan internal serta penilaian risiko oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security/DHS).

 

BACA JUGA

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

Pelaksana tugas Kepala Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), Madhu Gottumukkala, diketahui menggunakan akses khusus untuk membuka ChatGPT, platform yang sebenarnya dibatasi bagi sebagian besar pegawai DHS. Dalam akses tersebut, Gottumukkala memasukkan dokumen kontrak pemerintah yang berlabel “Hanya untuk Penggunaan Resmi”.

 

Meski dokumen tersebut tidak masuk kategori rahasia negara, isinya dinilai sensitif dan tidak diperuntukkan bagi konsumsi publik. Empat pejabat DHS yang mengetahui kejadian itu menyebutkan bahwa sistem pengamanan siber CISA mendeteksi unggahan tersebut pada awal Agustus lalu, sehingga memicu audit internal guna menilai potensi dampak kebocoran informasi.

 

Hingga kini, hasil resmi dari penilaian internal tersebut belum diumumkan ke publik.

 

Unggahan ke ChatGPT publik menjadi perhatian serius karena data yang dimasukkan berpotensi diakses atau diproses oleh pengembang OpenAI. Berbeda dengan sistem AI internal milik DHS yang dirancang agar data tidak keluar dari jaringan federal, platform AI publik tidak memiliki batasan serupa.

 

Menanggapi laporan tersebut, Direktur Urusan Publik CISA, Marci McCarthy, menyatakan bahwa Gottumukkala telah mendapatkan izin untuk menggunakan ChatGPT dengan pengawasan tertentu. Ia menegaskan bahwa penggunaan tersebut bersifat terbatas dan hanya berlangsung dalam jangka waktu singkat.

 

Gottumukkala menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala CISA sejak Mei 2025, menyusul belum dikonfirmasinya Sean Plankey sebagai direktur definitif oleh Senat AS.

 

Insiden ini menambah daftar sorotan terhadap kepemimpinan Gottumukkala. Sebelumnya, pada Juli lalu, ia dilaporkan tidak lulus tes poligraf kontraintelijen yang menjadi syarat untuk mengakses informasi intelijen sangat sensitif. Namun, dalam kesaksian di hadapan Kongres, Gottumukkala membantah narasi kegagalan tersebut.

 

Kasus ini terjadi di tengah dorongan kuat pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan di lingkungan pemerintahan federal. Trump baru-baru ini menandatangani perintah eksekutif yang membatasi regulasi AI di tingkat negara bagian, dengan alasan menjaga daya saing Amerika Serikat terhadap China.

 

Di sisi lain, Departemen Pertahanan AS juga telah meluncurkan strategi “AI-first” untuk mempercepat integrasi kecerdasan buatan di sektor militer, termasuk rencana penggunaan berbagai model AI komersial dalam sistem pertahanan nasional.

Tags: Amerika Serikatbersifat sensitifChatGPTMadhu GottumukkalaMetapos.idPejabat Tinggi Siber AS
Previous Post

Timnas Futsal Indonesia Jumpa Kirgistan di Laga Kedua Grup A Piala Asia 2026 Malam Ini

Next Post

DPR Minta Teknologi Radar BRIN Dilibatkan dalam Pencarian Korban Longsor Cisarua

Related Posts

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?
Internasional

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

14 September 2026
Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu di India dalam momentum KTT BRICS di tengah konflik global.
Internasional

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

11 September 2026
Kapal feri M/V June Aster terbakar di perairan Palawan, Filipina. Lima orang tewas dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Internasional

Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas

10 September 2026
Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
Kasus Ebola di Kongo mencapai 6.757 dengan 3.267 kematian sejak awal wabah. Inggris menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan.
Internasional

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

10 September 2026
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Next Post
DPR Minta Teknologi Radar BRIN Dilibatkan dalam Pencarian Korban Longsor Cisarua

DPR Minta Teknologi Radar BRIN Dilibatkan dalam Pencarian Korban Longsor Cisarua

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini