Wednesday, October 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
14 October 2026
in Ekbis
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

Metapos.id, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mencatat 244 publikasi pemeringkatan hingga September 2026, berdasarkan aktivitas selama periode 1 Januari hingga 30 September 2026. Publikasi tersebut mencakup 82 perusahaan dari berbagai sektor industri, termasuk jasa keuangan, yang menjadi bagian dari kegiatan pemeringkatan perusahaan.

Cakupan pemeringkatan PEFINDO meliputi sektor perbankan, asuransi, pembiayaan, sekuritas, serta lembaga keuangan lainnya. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen untuk memberikan gambaran mengenai profil risiko kredit dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

BACA JUGA

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

Berdasarkan materi konferensi pers PEFINDO, aktivitas selama periode tersebut juga mencakup dua publikasi terkait Efek Beragun Aset (EBA). Data ini menunjukkan bahwa publikasi pemeringkatan tidak hanya berkaitan dengan perusahaan, tetapi juga mencakup instrumen keuangan tertentu.

Dari sisi distribusi peringkat, kelompok idAA menjadi kategori dengan jumlah perusahaan terbanyak, yakni 36 perusahaan. Selanjutnya, kelompok idAA+ dan idA+ masing-masing mencatat 10 perusahaan, sedangkan kelompok idA tercatat sebanyak tujuh perusahaan.

Sementara itu, kelompok idA- mencakup delapan perusahaan, disertai perusahaan dalam kelompok idBBB+ dan idBBB dengan jumlah yang lebih kecil. Distribusi tersebut memperlihatkan variasi tingkat peringkat kredit perusahaan yang tercakup dalam data pemeringkatan PEFINDO.

Dari aspek prospek peringkat atau outlook, materi yang dipaparkan mencatat 86 perusahaan dengan outlook stabil. Materi tersebut juga menyebutkan tidak terdapat EBA dalam kelompok distribusi yang ditampilkan.

Peringkat kredit dan outlook dapat membantu pelaku pasar memahami kualitas kredit serta perkembangan profil risiko suatu perusahaan. Informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya ketika mengevaluasi keputusan keuangan.

Melalui kegiatan pemeringkatan yang mencakup berbagai sektor, PEFINDO berperan menyediakan informasi mengenai kualitas kredit perusahaan di Indonesia. Publikasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung transparansi dan penyediaan informasi bagi pelaku pasar keuangan.

Data pemeringkatan hingga September 2026 memberikan gambaran mengenai cakupan aktivitas PEFINDO serta distribusi peringkat perusahaan yang dipublikasikan. Informasi ini dapat menjadi referensi bagi pelaku pasar dalam memahami profil risiko kredit di tengah perkembangan sektor jasa keuangan Indonesia.

Tags: MetaposPefindopemeringkatan PEFINDOperingkat kreditsektor jasa keuangan
Previous Post

Samsung dan Apple Perkuat Pangsa Pasar Smartphone

Next Post

Rusia Bahas Krisis Teluk di Tengah Ketegangan AS-Iran

Related Posts

Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
Next Post
Vladimir Putin dan Presiden UEA membahas stabilitas Timur Tengah, kerja sama bilateral, serta isu pasokan diesel di tengah ketegangan AS-Iran.

Rusia Bahas Krisis Teluk di Tengah Ketegangan AS-Iran

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini