Metapos.id, Jakarta – Pangeran William kini disebut sebagai anggota keluarga Kerajaan Inggris yang memiliki kekayaan pribadi terbesar. Nilai harta kekayaannya diperkirakan mencapai US$1,6 miliar atau sekitar Rp28,6 triliun, melampaui kekayaan pribadi Raja Charles III.
Sementara itu, kekayaan pribadi Raja Charles III diperkirakan berada di kisaran US$846 juta atau sekitar Rp15,1 triliun. Perbedaan tersebut terjadi setelah William mewarisi Duchy of Cornwall saat Charles naik takhta sebagai raja pada 2022.
Duchy of Cornwall merupakan aset warisan kerajaan yang terdiri atas lahan pertanian, properti komersial, kawasan permukiman, hingga berbagai investasi di Inggris dan Wales. Nilai aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar £1,2 miliar, sekaligus menjadi sumber utama kekayaan William.
Pada tahun fiskal 2025/2026, Duchy of Cornwall menghasilkan pendapatan sekitar £21,55 juta yang menjadi sumber pemasukan pribadi Pangeran William. Dana tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas resmi, kegiatan amal, dan kebutuhan keluarganya.
Meski kekayaannya lebih besar, aset pribadi William berbeda dengan kekayaan milik negara seperti Buckingham Palace maupun Crown Estate. Properti-properti tersebut bukan milik pribadi keluarga kerajaan, melainkan dikelola secara terpisah untuk kepentingan monarki.
William juga diketahui secara sukarela membayar pajak atas pendapatan yang diterimanya dari Duchy of Cornwall. Sejak menjadi Pangeran Wales, ia telah membayar pajak lebih dari £20 juta, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi keuangan keluarga kerajaan.
Kenaikan nilai kekayaan ini membuat Pangeran William untuk pertama kalinya masuk dalam jajaran miliarder dunia. Pencapaian tersebut menjadi perhatian publik karena menunjukkan besarnya nilai aset yang melekat pada posisi pewaris takhta Inggris.
Meski kini lebih kaya dibanding Raja Charles III, William tetap menjalankan tugasnya sebagai Pangeran Wales dan pewaris takhta Kerajaan Inggris. Kekayaan yang dimilikinya sebagian besar berasal dari Duchy of Cornwall, yang secara turun-temurun diwariskan kepada calon raja Inggris berikutnya.






