Metapos.id, Jakarta – Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berlaku di berbagai wilayah. Ia bahkan menyebut kesepakatan tersebut turut mencakup Lebanon.
Sharif menjelaskan bahwa kesepakatan itu tercapai melalui mediasi Pakistan. Ia juga mengatakan bahwa gencatan senjata mulai diberlakukan segera di sejumlah titik konflik.
Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa perwakilan kedua negara akan bertemu di Islamabad. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pada Jumat guna membahas kesepakatan damai yang lebih permanen.
Sementara itu, pengumuman ini muncul menjelang batas waktu yang ditetapkan oleh Donald Trump terkait potensi serangan terhadap Iran.
Di sisi lain, Israel menyampaikan pandangan berbeda. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak klaim yang disampaikan oleh pihak Pakistan.
Israel menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup wilayah Lebanon.
Mereka menyebut Lebanon tetap berada di luar perjanjian tersebut.
Selain itu, Israel tetap memberikan dukungan terhadap langkah Amerika Serikat. Penundaan serangan selama dua minggu dinilai sebagai bagian dari upaya diplomatik.
Lebih lanjut, Netanyahu menilai Iran masih menjadi ancaman yang serius. Ia menyoroti program nuklir, pengembangan rudal, serta aktivitas lain yang dianggap berisiko.
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah kelompok Hezbollah melancarkan serangan ke Israel.
Aksi tersebut merupakan respons atas konflik yang melibatkan Iran.
Akibatnya serangan balasan Israel ke Lebanon menimbulkan dampak besar. Korban jiwa terus bertambah dan jumlah pengungsi meningkat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hezbollah maupun pemerintah Lebanon. Sementara itu, situasi di kawasan masih terus berkembang.













