Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Operasi Pasar SPHP Dinilai Belum Mampu Jinakkan Harga Beras

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
1 September 2025
in Ekbis
Beras Impor Masuk RI Sepanjang Januari 2023 Capai 190.000 Ton

Jakarta, Metapos.id – Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menilai upaya pemerintah menjinakkan harga beras hingga saat ini belum sepenuhnya efektif.

Meskipun di beberapa provinsi harga mulai turun, di wilayah lain harga masih bertahan tinggi bahkan melampaui harga eceran tertinggi (HET).

BACA JUGA

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah

Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

Mengutip data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS), rerata harga nasional beras medium di zona 1 pada pekan ketiga Agustus 2025 tercatat Rp 14.005 per kg, sementara premium Rp 15.437 per kg.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Juli 2025 dan masih berada di atas HET. Kondisi serupa juga terjadi di zona 2 dan zona 3 dengan harga rerata mencapai Rp14.872 per kg hingga Rp 20.709 per kg.

“Setidaknya ada tiga penyebab operasi pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum efektif, Bulog masih berburu gabah di pasar melalui mitra maklun, dan surplus produksi turun. Ketiga faktor saling terkait dan saling memperkuat satu sama lain,” katanya, Jumat, 29 Agustus.

Menurutnya, ada beberapa langkah alternatif yang bisa dilakukan pemerintah. Pertama, mengefektifkan operasi pasar SPHP dengan melibatkan pedagang di pasar induk maupun penggilingan padi yang memiliki jejaring distribusi luas.

“Caranya, menggandeng pedagang di pasar, termasuk pedagang di pasar induk. Pedagang pasti memiliki jejaring pemasaran. Jejaring yang luas memungkinkan penyaluran operasi pasar berjumlah besar dan cepat,” ujar Khudori.

Kedua, operasi pasar harus dikombinasikan dengan penyaluran tetap seperti Raskin di masa lalu yang terbukti mampu menekan harga beras. Ia mencontohkan, bantuan pangan beras kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat perlu dilanjutkan hingga akhir tahun, bahkan diperbesar volumenya menjadi 15 kilogram per keluarga per bulan.

Ketiga, Bulog harus memastikan kualitas beras SPHP dan bantuan pangan tetap terjaga. Pasalnya, sebagian stok saat ini sudah berusia lebih dari setahun dan berpotensi menurun mutunya. Khudori juga mengingatkan agar kebijakan perberasan tidak dijadikan ajang pencitraan politik.

“Otoritas kebijakan harus mengakhiri menggunakan beras sebagai ajang membangun pencitraan. Saat ini tensi politik beras sudah terlalu tinggi. Perlu diturunkan. Pada saat yang sama, aparat penegak hukum harus hati-hati. Jangan sampai penindakan hukum justru jadi ajang kriminalisasi dan alat pencitraan pejabat publik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa harga beras di sejumlah wilayah mulai turun. Laporan tersebut ia sampaikan saat mengikuti rapat kabinet di kediaman pribadi presiden yang berada di Hambalang, Bogor, pada 21 Agustus 2025.

Penurunan harga beras tersebut berdasarkan data dari Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Kami laporkan sesuai data yang kami terima dari Bulog dan Bapanas, harga di 13 provinsi sudah turun,” kata Amran.

Tags: Harga berasMetapos.idOperasi pasarSphp
Previous Post

Pertamina Wujudkan Desa Energi Bersih di Sumatera Selatan

Next Post

PLN Resmi Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru

Related Posts

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah
Ekbis

Kebut Hadiah BombasTri 2026, Pelanggan Bisa Pilih Hadiah

22 October 2026
Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan
Ekbis

Penghematan APBN Bakal Diperketat, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

22 October 2026
PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
Next Post
PLN Berhasil Menghubungkan 10 km Jalan di Sulawesi Berkat Pengolahan FABA

PLN Resmi Luncurkan Home Charging Services Versi Terbaru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini