Saturday, October 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ngeri! Kata Sri Mulyani ‘Kiamat’ Bakal Terjadi di Tahun 2100

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
29 October 2022
in Ekbis
Sri Mulyani: Eselon I Kementerian Keuangan Harus Mengajar di STAN

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan bahwa isu perubahan iklim sudah menjadi kekhawatiran (concern) yang luar biasa penting di hampir semua negara.

Menurut dia, para petinggi dunia sudah berkomitmen untuk ambil bagian dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau dikenal juga sebagai COP27 di Mesir dalam dua pekan mendatang.

BACA JUGA

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Kata Menkeu, salah satu yang menjadi fokus utama adalah indikasi peningkatan suhu global saat ini.

“(Pertemuan ini) Meyakini pada tahun 2100, jika keadaan masih seperti sekarang, dunia akan menjadi lebih hangat 2,6 derajat celsius,” ujanya dalam seminar bincang APBN 2023, Jumat, 28 Oktober.

Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, proyeksi peningkatan suhu tersebut sudah melewati toleransi yang telah ditetapkan bersama pada 2015.

“Kita saat itu sudah berikrar bumi tidak boleh melewati suhu 1,5 derajat celcius. Mungkin bagi sebagian anda bingung karena merasa tidak terlalu berpengaruh, seperti ketika menggunakan penyejuk udara (AC). Tapi dalam konteks bumi ini berbeda,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, jika peningkatan suhu yang tergolong tinggi bakal berdampak signifikan terhadap bumi.

“Anda tidak tahu kalau bumi menghangat 1,5 derajat celcius atau lebih, maka tidak hanya kutub utara atau selatan yang mencair tapi juga pola musiman berubah sama sekali. Oleh karena itu sekarang betapa banyak bencana alam akibat sudah tidak ada lagi pola yang dianggap normal atau seperti biasanya,” jelas dia.

Bendahara negara bahkan menyebut jika kondisi ini sudah pasti memberikan dampak ‘mengerikan’ bagi kehidupan manusia di masa mendatang.

“Musim kering bisa panjang sekali yang kemudian menyebabkan kebakaran hutan. Lalu musim hujan juga bisa menjadi sangat ekstrem sampai terjadi tanah longsor dan banjir. Semua itu mengancam manusia,” tegasnya.

Apabila dugaan itu benar maka sisi ekonomi sudah dipastikan turut mendapat ancaman yang sama.

“Kalau perekonomian dan semua kegiatan manusia saat ini memproduksi karbon terlalu banyak, maka itu yang disebut dengan market failure,” katanya.

Untuk itu, pemerintah kemudian menyusun sebuah rancangan dan pelaksanaan keuangan negara yang bisa menunjang kegiatan ekonomi sejalan dengan prinsip ramah lingkungan.

“Di situlah letak APBN sebagai fungsi alokasi, yaitu memasukan risiko supaya ancaman dapat dicegah. Caranya bagaimana? Bisa dengan pajak karbon, optimalisasi fungsi subsidi dan sebagainya,” ucap Menkeu Sri Mulyani.

Tags: MenkeuMetapos.idSri Mulyani
Previous Post

Target Investasi Rp1.200 Triliun Dinilai Sulit Tercapai

Next Post

GATF 2022 Momentum Akselerasi Transformasi Kinerja Garuda Indonesia

Related Posts

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Next Post
GATF 2022 Momentum Akselerasi Transformasi Kinerja Garuda Indonesia

GATF 2022 Momentum Akselerasi Transformasi Kinerja Garuda Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini