Thursday, October 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ngeri! Kata Sri Mulyani ‘Kiamat’ Bakal Terjadi di Tahun 2100

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
29 October 2022
in Ekbis
Sri Mulyani: Eselon I Kementerian Keuangan Harus Mengajar di STAN

JAKARTA,Metapos.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan bahwa isu perubahan iklim sudah menjadi kekhawatiran (concern) yang luar biasa penting di hampir semua negara.

Menurut dia, para petinggi dunia sudah berkomitmen untuk ambil bagian dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau dikenal juga sebagai COP27 di Mesir dalam dua pekan mendatang.

BACA JUGA

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

Kata Menkeu, salah satu yang menjadi fokus utama adalah indikasi peningkatan suhu global saat ini.

“(Pertemuan ini) Meyakini pada tahun 2100, jika keadaan masih seperti sekarang, dunia akan menjadi lebih hangat 2,6 derajat celsius,” ujanya dalam seminar bincang APBN 2023, Jumat, 28 Oktober.

Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, proyeksi peningkatan suhu tersebut sudah melewati toleransi yang telah ditetapkan bersama pada 2015.

“Kita saat itu sudah berikrar bumi tidak boleh melewati suhu 1,5 derajat celcius. Mungkin bagi sebagian anda bingung karena merasa tidak terlalu berpengaruh, seperti ketika menggunakan penyejuk udara (AC). Tapi dalam konteks bumi ini berbeda,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, jika peningkatan suhu yang tergolong tinggi bakal berdampak signifikan terhadap bumi.

“Anda tidak tahu kalau bumi menghangat 1,5 derajat celcius atau lebih, maka tidak hanya kutub utara atau selatan yang mencair tapi juga pola musiman berubah sama sekali. Oleh karena itu sekarang betapa banyak bencana alam akibat sudah tidak ada lagi pola yang dianggap normal atau seperti biasanya,” jelas dia.

Bendahara negara bahkan menyebut jika kondisi ini sudah pasti memberikan dampak ‘mengerikan’ bagi kehidupan manusia di masa mendatang.

“Musim kering bisa panjang sekali yang kemudian menyebabkan kebakaran hutan. Lalu musim hujan juga bisa menjadi sangat ekstrem sampai terjadi tanah longsor dan banjir. Semua itu mengancam manusia,” tegasnya.

Apabila dugaan itu benar maka sisi ekonomi sudah dipastikan turut mendapat ancaman yang sama.

“Kalau perekonomian dan semua kegiatan manusia saat ini memproduksi karbon terlalu banyak, maka itu yang disebut dengan market failure,” katanya.

Untuk itu, pemerintah kemudian menyusun sebuah rancangan dan pelaksanaan keuangan negara yang bisa menunjang kegiatan ekonomi sejalan dengan prinsip ramah lingkungan.

“Di situlah letak APBN sebagai fungsi alokasi, yaitu memasukan risiko supaya ancaman dapat dicegah. Caranya bagaimana? Bisa dengan pajak karbon, optimalisasi fungsi subsidi dan sebagainya,” ucap Menkeu Sri Mulyani.

Tags: MenkeuMetapos.idSri Mulyani
Previous Post

Target Investasi Rp1.200 Triliun Dinilai Sulit Tercapai

Next Post

GATF 2022 Momentum Akselerasi Transformasi Kinerja Garuda Indonesia

Related Posts

Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
Next Post
GATF 2022 Momentum Akselerasi Transformasi Kinerja Garuda Indonesia

GATF 2022 Momentum Akselerasi Transformasi Kinerja Garuda Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini