Metapos.id, Jakarta – Netflix dikabarkan memangkas sekitar 1.000 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerja globalnya. Kebijakan ini menjadi gelombang PHK terbesar perusahaan sejak 2022, berdasarkan laporan yang dikutip dari Variety.
Keputusan tersebut disampaikan melalui memo internal yang dikirimkan Co-CEO Netflix, Greg Peters dan Ted Sarandos. Keduanya menyebut perusahaan perlu mengatur sumber daya secara lebih disiplin untuk mendukung ambisi bisnisnya.
“Misi kami untuk menghibur dunia adalah ambisius, dan mewujudkannya mengharuskan kami untuk disiplin dalam memprioritaskan sumber daya manusia dan aset kami,” kata para CEO bersama dalam memo tersebut, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026).
Menurut laporan tersebut, pemangkasan karyawan akan berdampak pada sejumlah divisi, termasuk produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia atau HR. Langkah ini diambil ketika pertumbuhan pendapatan perusahaan mulai melambat dan keterlibatan pengguna menunjukkan perlambatan pada paruh pertama 2026.
Di sisi lain, Netflix terus memperluas bisnisnya ke berbagai bidang, seperti acara langsung, siniar, dan video gim. Perusahaan juga berupaya menjaga efisiensi operasional serta margin keuntungan di tengah perubahan industri hiburan.
Sepanjang 2025, Netflix mencatat pendapatan US$45,2 miliar, naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan mencapai US$11 miliar, meningkat 26 persen.
Meski demikian, perlambatan keterlibatan pengguna menjadi perhatian investor. Netflix memiliki lebih dari 325 juta pelanggan di seluruh dunia.
“Bisnis kami kuat dan terus berkembang, dan kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target setahun penuh,” ujar Sarandos dan Peters dalam memo tersebut.
Untuk 2026, Netflix memproyeksikan pendapatan sebesar US$51 miliar hingga US$51,4 miliar, atau tumbuh 13 hingga 14 persen. Perusahaan juga menargetkan margin operasional sebesar 31,5 persen.
Langkah PHK ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap melakukan penyesuaian organisasi meski mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba dalam beberapa tahun terakhir.






