Metapos.id, Jakarta – Media Malaysia membuat kehebohan publik regional setelah menuding Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebagai sosok yang diduga berada di balik laporan skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia ke FIFA.
Tudingan tersebut disampaikan oleh media MYNewsHub melalui unggahan di media sosial, yang memuat artikel berjudul provokatif dan secara terbuka menyebut Erick Thohir sebagai pihak utama yang menginisiasi pengaduan terkait dugaan pelanggaran proses naturalisasi pemain Harimau Malaya.
awal mengenai skandal naturalisasi tersebut sejatinya berasal dari pihak Vietnam. Namun, MYNewsHub mengklaim adanya peran Erick Thohir dalam proses penyediaan dokumen serta pengiriman data pendukung yang kemudian dijadikan dasar laporan ke FIFA.
Dalam laporannya, media itu menyebut Erick Thohir diduga menginstruksikan pihak-pihak tertentu untuk mengajukan pengaduan, sekaligus mengumpulkan dan menyalurkan dokumen yang disebut berasal dari jaringan internal yang memiliki akses ke FIFA.
MYNewsHub juga mengaku memperoleh informasi dari sumber yang disebut berasal dari Amerika Latin dan memiliki kedekatan dengan lingkaran FIFA. Mereka menilai, tudingan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran atas meningkatnya performa Timnas Malaysia, yang dianggap mulai melampaui kekuatan sepakbola Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Di sisi lain, fakta yang telah dikonfirmasi menunjukkan bahwa Timnas Malaysia memang telah dijatuhi sanksi oleh FIFA akibat skandal naturalisasi tujuh pemain pada akhir September 2025. Sanksi tersebut mencakup larangan bermain bagi pemain terkait, denda terhadap federasi sepakbola Malaysia (FAM), serta pengurangan poin dalam peringkat FIFA.
Dampaknya, posisi Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 hingga kini masih belum menemui kejelasan. Dua pertandingan yang telah dijalani melibatkan pemain naturalisasi bermasalah, sehingga berpotensi membuat hasil laga tersebut dicoret dari kompetisi meskipun Malaysia telah dinyatakan lolos ke putaran final.
Keputusan akhir mengenai status keikutsertaan Malaysia di ajang tersebut masih menunggu penetapan resmi dari AFC, yang dijadwalkan diumumkan setelah pertandingan terakhir pada April mendatang.













