Metapos.id, Jakarta – Serial horor Carrie berpeluang berlanjut ke musim kedua. Kreator sekaligus showrunner Mike Flanagan mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan kisah Carrie White setelah akhir musim pertama memberikan arah cerita yang berbeda dari novel Stephen King.
Dalam adaptasi terbaru ini, Carrie yang diperankan Summer H. Howell tidak tewas dalam tragedi pesta prom seperti dalam novel terbitan 1974 dan sejumlah adaptasi sebelumnya. Ia justru berhasil melarikan diri dari Kota Chamberlain dengan bantuan Emaline, karakter yang diperankan Thalia Dudek.
Perubahan tersebut membuka kemungkinan bagi Carrie untuk memulai kehidupan baru di luar kota. Flanagan mengatakan akhir musim pertama memang dirancang agar tetap memuaskan jika serial tidak berlanjut, sekaligus menyisakan ruang untuk cerita berikutnya.
“Kami sangat ingin fokus sampai ke bingkai terakhir musim ini, untuk mengantisipasi jika serial ini hanya berlangsung satu musim dan kami tidak pernah kembali ke dunia ini lagi,” ujar Flanagan dikutip dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).
“Kami ingin menuntaskan busur cerita itu dan melepas kisahnya dengan benar,” tuturnya seperti diberitakan People pada Jumat (9/10).
“Namun, saya memang memikirkan bahwa ada potensi besar untuk mengembangkannya lebih jauh, dan kami ingin menyisakan ruang untuk hal itu,” lanjutnya.
Flanagan juga mengaku tertarik menggarap kelanjutan kisah Carrie jika mendapat persetujuan dari pihak studio.
“Dalam skenario impian, saya pikir akan sangat keren [untuk melanjutkan ceritanya]. Saya belum pernah melakukan itu. Dan kami tentu saja mencoba menyisakan bahan-bahan di sana agar hal itu bisa terwujud,” tuturnya.
Meski membuka peluang musim kedua, Flanagan menegaskan bahwa prioritasnya adalah memberikan akhir yang layak bagi karakter utama.
“Prioritas kami adalah membuatnya bisa memuaskan semaksimal mungkin saat layar menjadi gelap, tetapi juga membiarkan Carrie White pergi ke dunia luar, terlepas dari apakah kami diizinkan untuk mengikutinya lagi atau tidak. Kami pikir dia pantas mendapatkan itu,” jelasnya.
Sementara itu, Summer H. Howell menggambarkan Carrie sebagai sosok yang mengalami kehancuran fisik dan emosional setelah tragedi pesta prom.
“Dia terluka secara fisik, dia sangat terluka secara mental, dan terbiasa mengalami trauma emosional yang berat,” kata Howell.
“Jika dia memiliki masa depan, saya berharap dia bisa kembali ke dirinya yang ceria, sosok Carrie yang ingin pergi ke sekolah dan merasakan hal-hal baru,” tuturnya.
Flanagan juga menjelaskan alasan menghadirkan Emaline sebagai karakter baru dalam adaptasi tersebut. Kehadirannya membuka perspektif bahwa Carrie mungkin bukan satu-satunya sosok yang memiliki kemampuan khusus, sekaligus memperluas dunia cerita di luar karakter utama.
“Dalam buku, Stephen King menunjuk ke dunia yang lebih luas di sekitar Carrie. Carrie adalah bagian dari persaudaraan wanita berbakat yang jauh lebih besar. Dia hanya tidak pernah hidup cukup lama dalam adaptasi lainnya untuk menyadari hal itu,” paparnya.
Flanagan ingin penonton melihat tragedi yang dialami Carrie dari sudut pandang yang lebih luas, bukan sekadar menganggapnya sebagai sosok monster.
“Salah satu hal yang mulai saya yakini adalah bahwa sebagian besar tragedi di dunia ini memiliki banyak ‘penulis’, dan itu sesuatu yang ingin diselami serial ini,” ia menegaskan.
Hingga kini, musim kedua Carrie belum dipastikan. Kelanjutan serial tersebut masih bergantung pada keputusan pihak studio, meski Flanagan telah membuka kemungkinan untuk membawa kisah Carrie White ke babak berikutnya.







