Saturday, September 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Microsoft Soroti Bahaya Ketergantungan Perusahaan pada AI Tunggal

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
28 July 2026
in Tek & Oto
Xu Peng Tinggalkan Dunia Akting, Kini Jual Sayur akibat AI

Metapos.id, Jakarta – CEO Microsoft Satya Nadella mengingatkan perusahaan agar tidak sepenuhnya bergantung pada satu model kecerdasan buatan (AI) dalam menjalankan operasional bisnis. Menurutnya, ketergantungan tersebut dapat membuat perusahaan kehilangan kendali atas data, pengetahuan, hingga proses bisnis yang menjadi aset utama. 

Peringatan itu disampaikan Nadella dalam wawancara di program Fareed Zakaria GPS di CNN. Ia menilai perusahaan harus berhati-hati terhadap informasi yang dibagikan kepada penyedia model AI, mulai dari data sensitif hingga perintah atau prompt yang digunakan. 

BACA JUGA

Google Hadirkan ADB Wi-Fi 2.0 Lebih Stabil

Apple Ungkap Spesifikasi Lengkap iPhone Duo

“Perusahaan mana pun yang tidak memiliki kendali ini, menurut saya, tidak akan bertahan. Karena pada dasarnya, Anda telah mengalihdayakan pemikiran Anda,” ujar Nadella. 

Sebagai solusi, Nadella menyarankan perusahaan membangun AI gateway, yaitu lapisan infrastruktur yang memisahkan data internal dari model AI. Dengan cara tersebut, metadata dan informasi penggunaan AI tetap tersimpan di dalam sistem perusahaan sehingga tidak seluruhnya berpindah ke penyedia layanan AI. 

Ia juga meminta perusahaan tidak bergantung pada alat pengodean bawaan dari satu laboratorium AI, seperti Claude Code milik Anthropic maupun ChatGPT Codex dari OpenAI. Menurut Nadella, pendekatan multi-model memungkinkan perusahaan memilih AI terbaik untuk setiap kebutuhan sekaligus lebih mudah berpindah layanan jika diperlukan. 

“Dengan memisahkan perlengkapan, konteks, dan memori dari model, Anda dapat menggunakan beberapa model sekaligus untuk hal-hal yang menjadi keunggulan masing-masing,” kata Nadella. Ia menambahkan strategi tersebut membuat perusahaan tetap memegang kendali atas masa depan bisnisnya. 

Nadella juga menyoroti risiko ketika perusahaan menyerahkan terlalu banyak pengetahuan bisnis kepada penyedia AI. Menurutnya, bukan tidak mungkin penyedia model AI di masa depan mengembangkan layanan yang bersaing dengan bisnis para pelanggannya menggunakan wawasan yang diperoleh dari interaksi tersebut. 

Meski Microsoft merupakan investor besar di OpenAI dan Anthropic, Nadella menilai perusahaan tetap harus mengutamakan kepemilikan atas data dan fleksibilitas dalam memilih teknologi AI. Ia menegaskan bahwa penggunaan beberapa model AI serta pengelolaan data secara mandiri menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan informasi dan keberlangsungan bisnis di era kecerdasan buatan. 

Tags: AIAnthropicChatGPTkecerdasan buatanMetapos.idMicrosoftopenaiSatya NadellaTeknologi
Previous Post

Mitchell Lee Baker Bahagia Cetak Hattrick pada Debut Bersama Timnas Indonesia

Next Post

Timnas Indonesia Berpeluang Panen Gol Lagi, Timor Leste Jadi Lawan Berikutnya di Piala AFF 2026

Related Posts

Google meluncurkan ADB Wi-Fi 2.0 dengan koneksi lebih cepat dan stabil, serta peningkatan otomatisasi jaringan untuk perangkat Android.
Tek & Oto

Google Hadirkan ADB Wi-Fi 2.0 Lebih Stabil

12 September 2026
Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertamanya dengan layar 7,6 inci, kamera 48MP, chip A20 Pro, dan harga Rp55,1 juta.
Tek & Oto

Apple Ungkap Spesifikasi Lengkap iPhone Duo

11 September 2026
Pemerintah AS menyalurkan pinjaman USD1,9 miliar untuk mengaktifkan kembali PLTN Duane Arnold di Iowa yang akan mendukung kebutuhan listrik data center Google.
Tek & Oto

AS Suntik USD1,9 Miliar untuk Hidupkan PLTN

9 September 2026
Uber menggandeng Pony.ai, Momenta, dan WeRide untuk mengembangkan layanan robotaxi dan memperluas teknologi kendaraan otonom ke pasar internasional.
Tek & Oto

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

9 September 2026
CapCut World Singapore mempertemukan lebih dari 300 kreator dan memperkenalkan inovasi AI serta fitur baru untuk mendukung proses kreatif.
Tek & Oto

CapCut World Singapore Kumpulkan 300 Kreator

8 September 2026
iPhone Ultra, harga iPhone Ultra, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, Apple, iPhone lipat, harga iPhone
Tek & Oto

iPhone Ultra Foldable Bakal Dibanderol Rp30 Jutaan

5 September 2026
Next Post
Timnas Indonesia Berpeluang Panen Gol Lagi, Timor Leste Jadi Lawan Berikutnya di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Berpeluang Panen Gol Lagi, Timor Leste Jadi Lawan Berikutnya di Piala AFF 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini