Wednesday, October 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Microsoft Soroti Bahaya Ketergantungan Perusahaan pada AI Tunggal

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
28 July 2026
in Tek & Oto
Xu Peng Tinggalkan Dunia Akting, Kini Jual Sayur akibat AI

Metapos.id, Jakarta – CEO Microsoft Satya Nadella mengingatkan perusahaan agar tidak sepenuhnya bergantung pada satu model kecerdasan buatan (AI) dalam menjalankan operasional bisnis. Menurutnya, ketergantungan tersebut dapat membuat perusahaan kehilangan kendali atas data, pengetahuan, hingga proses bisnis yang menjadi aset utama. 

Peringatan itu disampaikan Nadella dalam wawancara di program Fareed Zakaria GPS di CNN. Ia menilai perusahaan harus berhati-hati terhadap informasi yang dibagikan kepada penyedia model AI, mulai dari data sensitif hingga perintah atau prompt yang digunakan. 

BACA JUGA

SpaceX Dapat Pendanaan USD 40 Miliar demi Perkuat Infrastruktur AI

Pengguna iPhone Duo Keluhkan Garis pada Layar Lipat

“Perusahaan mana pun yang tidak memiliki kendali ini, menurut saya, tidak akan bertahan. Karena pada dasarnya, Anda telah mengalihdayakan pemikiran Anda,” ujar Nadella. 

Sebagai solusi, Nadella menyarankan perusahaan membangun AI gateway, yaitu lapisan infrastruktur yang memisahkan data internal dari model AI. Dengan cara tersebut, metadata dan informasi penggunaan AI tetap tersimpan di dalam sistem perusahaan sehingga tidak seluruhnya berpindah ke penyedia layanan AI. 

Ia juga meminta perusahaan tidak bergantung pada alat pengodean bawaan dari satu laboratorium AI, seperti Claude Code milik Anthropic maupun ChatGPT Codex dari OpenAI. Menurut Nadella, pendekatan multi-model memungkinkan perusahaan memilih AI terbaik untuk setiap kebutuhan sekaligus lebih mudah berpindah layanan jika diperlukan. 

“Dengan memisahkan perlengkapan, konteks, dan memori dari model, Anda dapat menggunakan beberapa model sekaligus untuk hal-hal yang menjadi keunggulan masing-masing,” kata Nadella. Ia menambahkan strategi tersebut membuat perusahaan tetap memegang kendali atas masa depan bisnisnya. 

Nadella juga menyoroti risiko ketika perusahaan menyerahkan terlalu banyak pengetahuan bisnis kepada penyedia AI. Menurutnya, bukan tidak mungkin penyedia model AI di masa depan mengembangkan layanan yang bersaing dengan bisnis para pelanggannya menggunakan wawasan yang diperoleh dari interaksi tersebut. 

Meski Microsoft merupakan investor besar di OpenAI dan Anthropic, Nadella menilai perusahaan tetap harus mengutamakan kepemilikan atas data dan fleksibilitas dalam memilih teknologi AI. Ia menegaskan bahwa penggunaan beberapa model AI serta pengelolaan data secara mandiri menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan informasi dan keberlangsungan bisnis di era kecerdasan buatan. 

Tags: AIAnthropicChatGPTkecerdasan buatanMetapos.idMicrosoftopenaiSatya NadellaTeknologi
Previous Post

Mitchell Lee Baker Bahagia Cetak Hattrick pada Debut Bersama Timnas Indonesia

Next Post

Timnas Indonesia Berpeluang Panen Gol Lagi, Timor Leste Jadi Lawan Berikutnya di Piala AFF 2026

Related Posts

Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Tek & Oto

SpaceX Dapat Pendanaan USD 40 Miliar demi Perkuat Infrastruktur AI

27 October 2026
iPhone Duo yang mengalami rusak pada layar.
Tek & Oto

Pengguna iPhone Duo Keluhkan Garis pada Layar Lipat

26 October 2026
General Motors menutup pabrik baterai dan motor listrik di Brownstown, Michigan, sebagai bagian dari penyesuaian strategi kendaraan listrik dan investasi perusahaan.
Tek & Oto

GM Pangkas Fasilitas EV di Tengah Persaingan Ketat

26 October 2026
Tesla berencana mulai menjual robot taksi Cybercab kepada pelanggan pada akhir 2026, meski regulator AS tengah menyelidiki standar keselamatan kendaraan tersebut.
Tek & Oto

Tesla Siapkan Cybercab untuk Pelanggan Akhir Tahun

23 October 2026
Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI
Tek & Oto

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

23 October 2026
DeepSeek dikabarkan memperoleh pendanaan sekitar Rp100 triliun, di tengah pembatasan teknologi perusahaan AI China tersebut oleh pemerintah AS.
Tek & Oto

Diblokir AS, DeepSeek Justru Dapat Suntikan Dana Besar

23 October 2026
Next Post
Timnas Indonesia Berpeluang Panen Gol Lagi, Timor Leste Jadi Lawan Berikutnya di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Berpeluang Panen Gol Lagi, Timor Leste Jadi Lawan Berikutnya di Piala AFF 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini