Monday, October 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Microdrama AI Menjamur di China, Produsen Kini Sulit Pikat Penonton

Khansa Nabila by Khansa Nabila
5 October 2026
in Lifestyle & Health
Microdrama AI Menjamur di China, Produsen Kini Sulit Pikat Penonton

Microdrama AI Menjamur di China, Produsen Kini Sulit Pikat Penonton

Metapos.id, Jakarta – Industri microdrama berbasis kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat di China. Namun, kemudahan produksi menggunakan AI justru menghadirkan tantangan baru bagi produsen untuk menarik perhatian penonton.

Salah satu pemanfaatan AI dilakukan NetEase. Musim panas ini, perusahaan tersebut merilis video berdurasi dua menit yang menghadirkan kembali sejumlah karakter ikonis yang pernah diperankan aktris Joey Wong pada era 1980-an dan 1990-an.

BACA JUGA

Andrew Garfield Kenang Robert Redford yang Telat 4 Jam

YE Live in Jakarta Tinggal Hitungan Hari, Fans Makin Antusias

Setelah sekitar dua dekade tidak tampil di layar, Wong kembali hadir melalui rekonstruksi berbasis AI. Sejumlah karakter ikonisnya dibuat kembali, termasuk sosok hantu dalam A Chinese Ghost Story dan siluman ular dalam Green Snake.

Pemanfaatan AI tersebut menjadi bagian dari perubahan besar industri microdrama China. Format drama yang biasanya hanya berdurasi beberapa menit per episode itu dikenal memiliki alur cepat dan banyak kejutan.

National Radio and Television Administration mencatat lebih dari 90 persen dari 430 ribu microdrama yang diluncurkan secara daring dalam delapan bulan pertama tahun ini dibuat menggunakan AI.

Produsen menilai teknologi tersebut membuka peluang untuk mengadaptasi cerita yang sebelumnya sulit diwujudkan karena membutuhkan biaya produksi besar.

“Banyak novel daring dibangun berdasarkan aksi, ketegangan, atau dunia imajinatif yang membutuhkan set mahal dan efek visual jika dibuat dalam format live action,” kata Bai Jianyue, produser di sebuah platform distribusi drama komik AI berbasis di Shenzhen dikutip dari berbagai sumber, Senin (05/10/2026).

“AI membuat cerita-cerita tersebut jauh lebih memungkinkan untuk diproduksi,” sambungnya seperti diberitakan South China Morning Post, Minggu (4/10).

Sejumlah penonton bahkan mengaku bersedia membayar untuk drama AI dengan kualitas lebih tinggi, terutama untuk mengadaptasi dunia fantasi dari novel daring populer.

“Beberapa novel memiliki dunia yang hanya benar-benar bisa direkonstruksi oleh AI,” kata pengguna RedNote bernama Huifei de Kuromi. Ia mengatakan bersedia membayar untuk adaptasi yang dibuat dengan baik dari buku atau gim populer.

Namun, pertumbuhan produksi AI juga membuat sebagian penonton mulai jenuh. Banyak drama dinilai memiliki pola cerita yang serupa.

“Begitu satu drama menjadi hit, serangkaian pengganti akan muncul, dengan mengubah dinasti atau jenis kelaminnya dan menyebutnya sebagai cerita baru,” kata pengguna RedNote Liulang de Mao.

“Hasilnya adalah kamu sering kali bisa mengetahui bagaimana sebuah drama akan berakhir hanya dari awalnya,” sambungnya.

Produsen mengakui semakin sulit mempertahankan perhatian penonton di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Mampu menghasilkan video tidak sama dengan mampu secara konsisten menghadirkan seluruh serial,” kata Robin Luo, pendiri Synintell Pictures.

Menurut Luo, menjaga konsistensi karakter, penampilan, dan penceritaan selama puluhan episode masih menjadi tantangan.

Persaingan industri pun mulai bergeser dari sekadar kemampuan menghasilkan video AI ke kualitas naskah, penyutradaraan, alur kerja produksi, hingga kemampuan mempertahankan penonton.

Di tengah kondisi tersebut, regulator dan pelaku industri China mulai mendorong produksi microdrama live action. Wang Xiaoliang, pejabat regulator penyiaran China, menyerukan agar platform menyediakan bagian khusus untuk produksi live action dan memberikan dukungan finansial bagi konten berkualitas tinggi.

Enam platform besar, termasuk yang dioperasikan ByteDance dan Kuaishou Technology, berkomitmen menyediakan sedikitnya 6 miliar yuan atau sekitar US$894 juta untuk mendukung microdrama live action melalui inisiatif yang didukung pemerintah.

Pengawasan terhadap produksi berbasis AI juga diperketat. Aturan yang mulai berlaku bulan ini mewajibkan setiap episode mencantumkan label yang jelas untuk menunjukkan bahwa konten tersebut dibuat menggunakan AI.

Wang juga meminta studio mendapatkan persetujuan sebelum menggunakan wajah dan suara seseorang. Zhou Xiangxiang, pendiri Moli OPC AI Comic Drama Base, mengatakan timnya mulai menggunakan rupa staf yang telah mendapat izin serta menandatangani perjanjian dengan para pemain untuk membuat karakter digital.

Menurut Zhou, pemberian lisensi memang sedikit meningkatkan biaya produksi. Namun, langkah tersebut dapat menekan biaya peninjauan oleh platform karena karakter AI yang terlalu mirip dengan orang nyata sebelumnya dapat menyebabkan perilisan tertunda.

Ia mengatakan bisnis perusahaannya sejauh ini belum mengalami perubahan signifikan karena kontrak tahunan dengan platform masih berjalan.

Tags: AIdrama Chinadrama mikro AIJoey Wongkecerdasan buatanMetapos.idmicrodrama AI ChinaNetEase
Previous Post

Modric Malu Usai Kroasia Dihajar Inggris

Next Post

Houthi Klaim Fasilitas Aramco Terbakar

Related Posts

Andrew Garfield Kenang Robert Redford yang Telat 4 Jam
Lifestyle & Health

Andrew Garfield Kenang Robert Redford yang Telat 4 Jam

5 October 2026
YE Live in Jakarta Tinggal Hitungan Hari, Fans Makin Antusias
Lifestyle & Health

YE Live in Jakarta Tinggal Hitungan Hari, Fans Makin Antusias

5 October 2026
Lionel Messi Melebarkan Karier ke Serial Animasi Disney
Lifestyle & Health

Lionel Messi Melebarkan Karier ke Serial Animasi Disney

5 October 2026
Avengers: Endgame Kembali Rebut Gelar Film Terlaris Dunia
Lifestyle & Health

Avengers: Endgame Kembali Rebut Gelar Film Terlaris Dunia

5 October 2026
Sering Ngorok Saat Tidur? Ini Penyebab dan Tanda Perlu ke Dokter
Lifestyle & Health

Sering Ngorok Saat Tidur? Ini Penyebab dan Tanda Perlu ke Dokter

5 October 2026
Marc Marquez Juara Sprint MotoGP Jepang, Moreira Kedua
Lifestyle & Health

Diddy Dilaporkan Bayar Napi untuk Layani Dirinya

4 October 2026
Next Post
Houthi mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Riyadh dan Khurais dengan rudal serta drone hingga memicu kebakaran.

Houthi Klaim Fasilitas Aramco Terbakar

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini