Wednesday, June 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Menkeu Sri Mulyani Sebut Tarik Utang Baru Rp132,2 Triliun hingga Mei 2024

Afizahri by Afizahri
28 June 2024
in Ekbis
Ini Jurus Sri Mulyani Bawa Ekonomi RI Terhindar Resesi Global 2023

Jakarta, Metapos.id – Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan utang atau penarikan utang baru hingga Mei 2024 sebesar Rp132,2 triliun atau turun 12,2 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp150,5 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penarikan utang baru ini menurun meskipun penerimaan pajak turun dan belanja naik disebabkan pemerintah memanfaatkan penggunaan sumber dari saldo anggaran lebih (SAL) tahun sebelumnya.

BACA JUGA

BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun

KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025

“Tentu teman-teman bertanya, kok bisa pembiayaan utang pada saat penerimaan negara turun padahal belanjanya naik? Karena kita juga menggunakan dari sumber yang berasal dari SAL tahun sebelumnya,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita, Kamis, 27 Juni.

Sri Mulyani menyampaikan penurunan realisasi pembiayaan tidak terlepas dari pengelolaan fiskal yang hati-hati sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2020 dan terus dilakukan secara konsisten pada masa pemulihan.

“Kami terus menjaga dan mengantisipasi adanya normalisasi seperti ini, dan ini terjadi, sehingga ini adalah dampak dari kehati-hatian kita menjaga APBN selama bertahun-tahun ini, dirasakan manfaatnya seperti situasi hari ini,” tuturnya.

Secara rinci, pembiayaan utang ini utamanya bersumber dari penerbitan surat berharga negara (SBN) turun 2 persen jika dibandingkan periode tahun lalu senilai Rp144,5 triliun menjadi Rp141,6 triliun pada Mei 2024. Nilai tersebut setara 21,3 persen terhadap APBN.

Di sisi lain, realisasi pembiayaan non utang naik 49,2 persen dibandingkan Mei 2023 senilai Rp31,9 triliun menjadi Rp47,6 triliun pada Mei 2023. Angka ini setara dengan 37,9 persen dari pagu anggaran dalam APBN 2024 sebesar Rp 125,3 triliun.

“Realisasi pembiayaan 31 Mei mencapai Rp 84,6 triliun itu turun 28,7 persen pada saat APBN mengalami tekanan penerimaan, belanja naik dan guncangan global yang luar biasa. Itu suatu langkah manajemen fiskal yang sangat prudent dan antisipatif,” tuturnya.

Sri Mulyani menyampaikan pengelolaan pembiayaan anggaran akan terus dilakukan secara prudent dan antisipatif agar bisa melindungi APBN, terhadap ketidakpastian perekonomian global.

“Ini suatu langkah yang disebut manajemen fiskal yang sangat prudent dan antisipatif. Tentu untuk bisa melindungi SBN Indonesia agar tidak mengalami tekanan yang sifatnya besar dan tidak rasional. Ini adalah cara kita mengelola APBN secara hati-hati,” ucapnya.

Sebagai informasi, APBN pada Mei 2024 mengalami defisit sebesar nilai Rp21,8 triliun atau 0,10 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pendapatan negara sebesar Rp1.123,5 triliun atau melambat 7,1 persen dan belanja negara Rp1.145,3 triliun atau tumbuh 14 persen.

Tags: MenkeuMetapos.idSri Mulyani
Previous Post

G2 Arena 2024 Hadir Meriahkan Dunia E-sport Indonesia

Next Post

Bahlil Beri Sinyal Perpanjangan IUPK ke Freeport

Related Posts

BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun
Ekbis

BMoney Rayakan Usia ke-5, Kelola Dana Investasi Tembus Rp6 Triliun

23 June 2026
KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025
Ekbis

KPEI Catat Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2025

23 June 2026
BTN Perluas Kolaborasi dengan Pemkab Samosir, Dukung UMKM hingga Layanan Publik
Ekbis

BTN Perluas Kolaborasi dengan Pemkab Samosir, Dukung UMKM hingga Layanan Publik

22 June 2026
Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan
Ekbis

Pendidikan Luar Negeri Makin Mahal, Orang Tua Perlu Siapkan Strategi Keuangan

22 June 2026
Warga China Mulai Tinggalkan Nobar Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
Ekbis

Starbucks Tutup Seluruh Gerai di Korea Selatan, Ini Penyebabnya

22 June 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal
Ekbis

Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Balikpapan Urus NIB hingga Sertifikat Halal

21 June 2026
Next Post
Bahlil: RI Terancam Kehilangan Rp1.650 Triliun jika Presiden Selanjutnya Tak Lanjutkan Hilirisasi

Bahlil Beri Sinyal Perpanjangan IUPK ke Freeport

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini