• Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
Sunday, April 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Ekbis

Menkeu Sri Mulyani: Rupiah Anjlok akibat Kekecewaan Pasar

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
28 June 2024
in Ekbis
0
Ini Strategi Sri Mulyani Atasi Dampak Kenaikan Suku Bunga Global
478
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta , Metapos.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, beberapa faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Salah satunya yaitu kekecewaan pasar terhadap bank sentral AS.

Sri Mulyani menyampaikan rupiah pada Mei 2024 sempat turun hingga ke level Rp16.431 per dolar AS.

READ ALSO

MBG Bukan Sekadar Bantuan, KADIN Nilai Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Konten Jadi Kunci Penjualan, Tokopedia dan TikTok Shop Catat Lonjakan Transaksi

Penyebabnya oleh sentimen negatif di pasar keuangan global maupun domestik.

“Sempat mengalami peningkatan baik karena sentimen di dalam negeri maupun yang berasal dari global,” ujar Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita, Kamis, 27 Juni.

Menurut Sri Mulyani sentimen negatif dari pasar keuangan global, dipicu oleh bank sentral Amerika Serikat yang tidak akan banyak memangkas suku bunga acuannya pada tahun ini.

Sri Mulyani menyampaikan pelaku pasar keuangan meyakini bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat hingga lima kali pada tahun ini. Namun, potensi penurunan Fed Fund Rate hanya sekali.

“Namun Fed Fund Rate masih mengalami posisi yang stabil di 5,5 persen dan tidak terjadi tanda-tanda bahwa mereka akan segera menurunkan, dan bahkan mungkin yang paling optimis penurunannya hanya satu kali pada tahun ini,” tuturnya.

Menurut Sri Mulyani kondisi inilah yang membuat pasar keuangan kecewa sehingga indeks dolar menguat menyebabkan nilai tukar mata uang rupiah dan negara-negara lain terdepresiasi.

“Ini yang menyebabkan ekspektasi market yang kecewa, atau yang tidak tersampaikan, kemudian menimbulkan suatu reaksi. Terutama terlihat pada sekitar April lalu hingga Mei kalau Mei mungkin lebih juga ditambah faktor domestik kita, yang sebabkan penguatan dolar indeks yang kemudian menyebabkan depresiasi dari mata uang-mata uang termasuk rupiah kita,” tuturnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga menyoroti imbal hasil US Treasury yang terus naik membuat AS harus mengeluarkan banyak sekali bond sehingga terdapat aliran modal keluar atau capital outflow baik dari sisi surat berharga negara (SBN) sampai ke pasar saham.

“Sehingga total outflow sampai dengan Juni mencapai Rp9,31 triliun. Ini yang mungkin untuk kita waspadai dalam artian respons dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), fiscal policy, adalah nanti kepada berbagai pos yang terpengaruh kepada nilai tukar dan yang immediate tentu dari sisi pembiayaan, terutama dari sisi issuance,” ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan, kurs rupiah mengalami depresiasi 6,58 persen, namun lebih baik dibanding negara lain, seperti Brazil terdepresiasi 12,34 persen, dan won Korea melemah 7,46 persen.

“Atau kalau anda sekarang baru mengikuti Jepang mengalami depresiasi yang sangat dalam bahkan levelnya sudah comparable dengan 1986. Ini tentu menimbulkan juga dinamika dari negara-negara partner dagang kita,” ucapnya.

Tags: Metapos.idRupiahSri Mulyani

Related Posts

Setahun Berjalan, MBG Dinilai Tingkatkan Gizi dan Semangat Belajar Siswa
Ekbis

MBG Bukan Sekadar Bantuan, KADIN Nilai Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

11 April 2026
Konten Jadi Kunci Penjualan, Tokopedia dan TikTok Shop Catat Lonjakan Transaksi
Ekbis

Konten Jadi Kunci Penjualan, Tokopedia dan TikTok Shop Catat Lonjakan Transaksi

10 April 2026
43 Persen Warga RI Punya Side Hustle, Prudential Soroti Kesehatan Finansial
Ekbis

Prudential Luncurkan Prestige, Fokus pada Layanan Eksklusif dan Terintegrasi

9 April 2026
43 Persen Warga RI Punya Side Hustle, Prudential Soroti Kesehatan Finansial
Ekbis

43 Persen Warga RI Punya Side Hustle, Prudential Soroti Kesehatan Finansial

9 April 2026
Rusia Tawarkan Minyak ke Pertamina di Tengah Lonjakan Harga Global
Ekbis

Wamenkeu Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik di Tengah Gejolak Global

9 April 2026
Cara Cek Bansos Online 2026, Mudah Lewat Website dan Aplikasi
Ekbis

Cara Cek Bansos Online 2026, Mudah Lewat Website dan Aplikasi

8 April 2026
Next Post
Harita Nickel Bakal Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun

Harita Nickel Bakal Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • Ekbis
  • Galeri
  • Hukum & Kriminal
  • Industri
  • Internasional
  • Komunitas
  • Lifestyle & Health
  • Makro
  • Nasional
  • Otomotif
  • Sport
  • Tak Berkategori
  • Tek & Oto

Tags

APBN Asabri Bank Dki Bank Indonesia Bank mandiri BBM BEI BMKG BNI Bps Bsi BUMN Bursa Efek Indonesia Chandra Asri Donald Trump Erick Thohir Garuda Indonesia Herbalife IKN Indosat Ooredoo Hutchison Inflasi Iran Jokowi Kemenkeu Kemenperin Kementerian ESDM KPK Menkeu Menko Airlangga Menteri BUMN Menteri esdm Metapos Metapos.id OJK Pajak Pemerintah Pertamina Pertumbuhan ekonomi Petrokimia Gresik PLN Prabowo Prabowo Subianto Prudential Syariah Sri Mulyani Umkm
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In