Metapos.id, Jakarta – Kekhawatiran sulitnya mencari kerja kerap menghantui para fresh graduate. Namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta lulusan baru tidak pesimis terhadap peluang kerja ke depan.
Dalam keterangannya di Wisma Danantara pada 13 Februari 2026, Purbaya menyampaikan bahwa prospek ekonomi nasional masih berada dalam jalur pertumbuhan yang sehat dan berpotensi menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Berikut tiga poin utama yang disampaikan Menkeu:
1. Fase Ekspansi Berlanjut hingga 2033
Purbaya memperkirakan ekonomi Indonesia akan terus berada dalam periode ekspansi setidaknya sampai 2033. Dengan pertumbuhan yang terjaga, peluang kerja diyakini ikut meningkat.
“Kalau Anda ingin tahu 10 tahun ke depan, kita kelihatannya masih masa ekspansi yang sehat. Kita ekspansi itu sampai tahun 2033, artinya teman-teman tidak perlu khawatir, apalagi pencari kerja yang baru lulus. Bulan-bulan ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta,” ujarnya.
Menurutnya, ekspansi ekonomi yang konsisten akan mendorong sektor usaha memperluas kegiatan dan menyerap tenaga kerja baru.
2. Pola Siklus Ekonomi Historis
Ia menjelaskan bahwa secara historis ekonomi Indonesia bergerak dalam siklus ekspansi dan kontraksi. Biasanya, periode pertumbuhan berlangsung antara tujuh hingga sepuluh tahun, diselingi fase perlambatan singkat sebelum kembali tumbuh.
Purbaya mencontohkan, Indonesia mengalami ekspansi sejak 2009 hingga 2020, kemudian sempat tertekan sebelum kembali memasuki fase pertumbuhan. Jika kebijakan tetap terjaga, fase ekspansi kali ini dinilai dapat berlangsung hingga sekitar 2033.
3. Sinyal dari Leading Economic Index
Menkeu juga menyoroti indikator leading economic index yang mencerminkan arah ekonomi enam hingga dua belas bulan mendatang. Setelah sempat melemah, indikator tersebut kini menunjukkan tren membaik dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, perbaikan itu menjadi sinyal positif bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan jangka menengah, selama kebijakan fiskal dan strategi ekonomi tetap konsisten serta adaptif terhadap dinamika global.
Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran pada Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang, naik 83,45 ribu orang dibandingkan Februari 2024.
Dari total 216,79 juta penduduk usia kerja, angkatan kerja tercatat 153,05 juta orang. Sebanyak 145,77 juta di antaranya bekerja, sementara 63,74 juta bukan angkatan kerja. Dari jumlah pekerja tersebut, 96,48 juta merupakan pekerja penuh, 37,62 juta pekerja paruh waktu, dan 11,67 juta tergolong setengah pengangguran.
Dengan proyeksi ekspansi ekonomi yang masih berlanjut, pemerintah berharap peluang kerja ke depan semakin terbuka bagi lulusan baru maupun pencari kerja lainnya.













