Metapos.id, Jakarta – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola Taman Ismail Marzuki (TIM) melakukan penyesuaian skema penjualan tiket pertunjukan Planetarium Jakarta. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya praktik percaloan tiket di media sosial yang menjual tiket dengan harga jauh di atas harga resmi.
Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A. Christiana, mengatakan bahwa tiket pertunjukan Teater Bintang Planetarium kini tersedia melalui dua mekanisme pembelian dengan pembagian kuota yang seimbang.
Ia menjelaskan, pembelian tiket secara daring melalui Loket.com kini dibatasi sebesar 50 persen dari total kapasitas penonton. Angka tersebut menurun dibandingkan kebijakan sebelumnya yang memberikan kuota pembelian online hingga 75 persen.
“Sebaliknya, kuota pembelian tiket secara langsung atau on the spot kami tingkatkan menjadi 50 persen, dari sebelumnya hanya 25 persen,” kata Anya, Minggu (4/1/2026).
Pembelian tiket on the spot hanya dapat dilakukan melalui loket resmi yang berada di area drop off Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki.
Anya menegaskan bahwa seluruh proses distribusi tiket telah diatur secara ketat berbasis kuota, sehingga tidak memungkinkan adanya penambahan jumlah penonton di luar kapasitas yang telah ditentukan.
“Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia. Sistem distribusi tiket Teater Bintang Planetarium sudah kami atur secara ketat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anya menegaskan bahwa Loket.com merupakan satu-satunya platform resmi penjualan tiket Planetarium Jakarta secara daring. Jakpro juga memastikan tidak menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, maupun kanal penjualan tidak resmi lainnya.
“Kebijakan ini kami terapkan untuk mencegah praktik percaloan, penipuan, serta potensi keterlibatan oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.














