Metapos.id, Jakarta – Makan buah pada malam hari masih menjadi pertanyaan bagi sebagian orang. Padahal, konsumsi buah di waktu malam umumnya tetap aman selama jenis dan porsinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Sebagian masyarakat menilai makan pada malam hari dapat memengaruhi sistem pencernaan dan membuat waktu istirahat menjadi kurang optimal. Namun, kondisi tersebut tidak selalu terjadi ketika seseorang memilih buah sebagai camilan.
Buah menyediakan berbagai nutrisi penting, mulai dari vitamin, mineral, hingga serat. Karena kandungannya tersebut, buah sering menjadi pilihan yang lebih ringan dibanding makanan tinggi lemak atau menu bercita rasa pedas.
Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, kandungan serat dalam buah juga dapat membantu menahan rasa lapar lebih lama. Karena itu, buah kerap dipilih sebagai alternatif camilan sebelum waktu tidur.
Di sisi lain, beberapa jenis buah juga sering dikaitkan dengan kenyamanan saat beristirahat. Pisang, kiwi, nanas, dan jeruk termasuk buah yang kerap dipilih untuk menemani malam.
Meski demikian, orang yang memiliki gangguan lambung seperti GERD tetap perlu memperhatikan pilihan buah yang dikonsumsi. Buah dengan tingkat keasaman tinggi berpotensi memicu rasa tidak nyaman jika dikonsumsi secara berlebihan.
Untuk menjaga kenyamanan tubuh, konsumsi buah sebaiknya tidak berlebihan atau cukup sekitar satu hingga dua porsi. Selain itu, pilih buah yang mudah dicerna dan batasi produk olahan dengan tambahan gula.
Hindari konsumsi buah kalengan, minuman rasa buah, maupun camilan buah dengan kandungan pemanis tinggi. Sebaliknya, buah segar dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk dikonsumsi pada malam hari.
Secara keseluruhan, makan buah di malam hari tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, sesuaikan pilihan dan jumlah konsumsi dengan kondisi tubuh masing-masing.






