Metapos.id, Jakarta – Liverpool kembali mendapat sorotan setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United pada laga Premier League.
The Reds bahkan harus menunggu hingga menit ke-99 untuk mengamankan satu poin melalui penalti Dominik Szoboszlai setelah Newcastle dua kali mencetak gol.
Hasil tersebut memunculkan kembali perdebatan mengenai kebutuhan Liverpool mendatangkan gelandang bertahan sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September.
Ryan Gravenberch dan Szoboszlai menjadi dua pemain yang mendapat perhatian karena dianggap terlibat dalam situasi yang berujung pada gol Newcastle.
Namun, Andoni Iraola menilai persoalan Liverpool tidak bisa diselesaikan hanya dengan mendatangkan satu pemain baru.
“Ini bukan hanya soal personel. Saya memahami Ryan Gravenberch pada dasarnya bermain sebagai nomor enam dan berada di dekat kotak penalti Newcastle sebelum gol pertama,” kata Iraola.
Menurutnya, situasi tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh pemain Liverpool, bukan hanya gelandang yang berada di posisi terdalam.
“Kami harus beradaptasi sebagai sebuah tim. Kami harus memahami bahwa situasi seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.
Iraola juga menilai Liverpool seharusnya lebih cepat menyelesaikan peluang sebelum kehilangan bola dan memberikan kesempatan kepada Anthony Elanga untuk memenangkan duel kecepatan.
“Ini bukan hanya karena satu pemain berada di posisi gelandang bertahan. Ada banyak pemain yang harus memperbaikinya,” kata Iraola.
Liverpool sendiri masih memiliki sejumlah pilihan di lini tengah seperti Gravenberch, Szoboszlai, Alexis Mac Allister, Trey Nyoni, James McConnell, dan Wataru Endo.
Gravenberch memiliki kemampuan membawa bola, sementara Szoboszlai dikenal dengan pressing dan mobilitasnya yang tinggi.
Mac Allister juga dapat lebih aktif membantu serangan ketika mendapat perlindungan dari pemain yang bertugas menjaga area belakangnya.
Dengan bursa transfer yang segera ditutup, Liverpool masih harus menentukan apakah akan mendatangkan gelandang baru atau mengandalkan komposisi yang tersedia.
Komentar Iraola menunjukkan bahwa pembenahan koordinasi antarpemain menjadi salah satu opsi untuk memperbaiki persoalan pertahanan Liverpool.






