• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Saturday, March 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Krisis Iklim Ubah Hutan Amazon Menuju Kondisi Hipertropis yang Belum Pernah Terjadi

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
26 December 2025
in Internasional
Krisis Iklim Ubah Hutan Amazon Menuju Kondisi Hipertropis yang Belum Pernah Terjadi
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Dampak pemanasan global kian nyata dirasakan di hutan hujan Amazon. Perubahan iklim mendorong kawasan hutan tropis terbesar di dunia ini memasuki rezim iklim hipertropis, sebuah kondisi ekstrem yang diperkirakan tidak pernah terjadi di Bumi selama sekitar 10 juta tahun terakhir.

Iklim hipertropis ditandai oleh kombinasi suhu tinggi dan kekeringan berkepanjangan. Kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat memicu kematian massal pohon dan melemahkan peran Amazon sebagai salah satu penyerap karbon terbesar di planet ini.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa kejadian kekeringan panas di Amazon semakin sering dan berlangsung lebih lama. Dalam skenario terburuk, para ilmuwan memperkirakan bahwa pada tahun 2100 wilayah Amazon dapat mengalami kekeringan panas hingga sekitar 150 hari dalam setahun, bahkan meluas ke periode yang selama ini dikenal sebagai musim hujan.

Penulis utama studi tersebut, Jeff Chambers, profesor geografi dari University of California, Berkeley, menyebut kondisi ini telah melampaui batas iklim hutan hujan tropis yang selama ini dikenal manusia. Menurutnya, iklim hipertropis terakhir kali terjadi pada periode Eosen hingga Miosen, ketika suhu rata-rata global jauh lebih panas dibandingkan kondisi saat ini.

Saat ini, musim kering di Amazon—yang biasanya berlangsung antara Juli hingga September—terus memanjang. Pada saat yang sama, jumlah hari dengan suhu ekstrem meningkat dari tahun ke tahun. Analisis data selama tiga dekade di wilayah utara Manaus, Brasil, menunjukkan bahwa saat kekeringan terjadi, pohon-pohon kesulitan memperoleh air dan berhenti menyerap karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer.

Untuk mengurangi kehilangan air, pohon menutup pori-pori daun yang berfungsi mengatur pertukaran gas. Namun, mekanisme bertahan ini juga menghambat penyerapan CO₂ yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Jika kondisi kekeringan berlangsung terlalu lama dan ekstrem, pohon berisiko mati akibat kekurangan karbon.

Studi tersebut juga menemukan bahwa ketika kelembapan tanah turun di bawah 33 persen, aliran cairan di dalam batang pohon terganggu oleh terbentuknya gelembung udara. Kondisi ini mirip dengan penyumbatan pembuluh darah pada manusia dan dapat menyebabkan kegagalan sistem pengangkutan air di dalam pohon.

Saat ini, tingkat kematian pohon di Amazon tercatat sedikit di atas 1 persen per tahun. Namun, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1,55 persen pada akhir abad ini. Meski terlihat kecil secara persentase, peningkatan ini dapat berdampak besar jika terjadi di seluruh kawasan hutan Amazon.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pohon yang tumbuh cepat lebih rentan terhadap kekeringan panas dibandingkan spesies yang tumbuh lambat. Ke depan, hutan Amazon diperkirakan akan semakin didominasi oleh pohon-pohon berpertumbuhan lambat, seperti ipê kuning dan shihuahuaco, selama mampu beradaptasi dengan tekanan iklim yang semakin berat.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan serupa juga berpotensi terjadi di hutan hujan lain di dunia, termasuk Afrika Barat dan Asia Tenggara. Pergeseran menuju iklim hipertropis dapat mengurangi kemampuan hutan hujan global dalam menyerap karbon, sehingga mempercepat laju pemanasan global.

Prediksi ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa upaya pengurangan emisi gas rumah kaca berlangsung sangat terbatas. Chambers menegaskan bahwa masa depan Amazon sangat ditentukan oleh keputusan manusia saat ini. Jika emisi karbon terus meningkat tanpa kendali, pembentukan iklim hipertropis dapat terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan.

Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: AmazonEkstrimglobalhipertropishutanKekeringanMetapos.idpemanasan
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

TikTok Akan Nonaktifkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun Sesuai Aturan Pemerintah

TikTok Akan Nonaktifkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun Sesuai Aturan Pemerintah

by Taufik Hidayat
28 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa TikTok menyatakan kesiapannya untuk menonaktifkan akun milik pengguna berusia...

Di Tengah Berbagai Tantangan, BUMA International Group Tetap Catat Tren Pemulihan Kinerja di FY2025

Di Tengah Berbagai Tantangan, BUMA International Group Tetap Catat Tren Pemulihan Kinerja di FY2025

by Rahmat Herlambang
28 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT BUMA Internasional Grup Tbk melaporkan kinerja keuangan dan operasional tahun buku 2025 (FY2025) yang penuh tantangan...

Garuda Menggila! Beckham Bersinar, Indonesia Hancurkan Saint Kitts 4-0

Garuda Menggila! Beckham Bersinar, Indonesia Hancurkan Saint Kitts 4-0

by Taufik Hidayat
27 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Timnas Indonesia tampil impresif dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts & Nevis dalam laga FIFA Series...

Evaluasi SPPG Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG

Evaluasi SPPG Dinilai Kunci Jaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG

by Rahmat Herlambang
27 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah...

Next Post
Komisi I DPR Soroti Kericuhan di Aceh Saat Pemulihan Bencana

Komisi I DPR Soroti Kericuhan di Aceh Saat Pemulihan Bencana

Recommended.

Pendaki Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Usai 17 Hari Pencarian

Pendaki Magelang Ditemukan Tewas di Gunung Slamet Usai 17 Hari Pencarian

14 January 2026
Elevate Beyond Your Limit: BTN Housingpreneur 2025 Sambangi Makassar

Elevate Beyond Your Limit: BTN Housingpreneur 2025 Sambangi Makassar

3 December 2025

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini