Metapos.id, Jakarta – Dokter spesialis psikiatri adiksi mengungkapkan bahwa salah satu tanda seseorang mulai mengalami kecanduan judi online adalah ketika sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bermain.
Menurut dr. Kristiana Siste, kecanduan judi ditandai dengan hilangnya kontrol terhadap perilaku berjudi. Seseorang yang sudah berada pada kondisi ini biasanya tidak lagi memperhatikan waktu dan bisa bermain kapan saja. Bahkan, mereka tetap berusaha mencari uang untuk berjudi meskipun telah mengalami kerugian atau kehabisan dana.
Dalam situasi tertentu, dorongan tersebut dapat memicu tindakan melanggar hukum, seperti mengambil atau mencuri barang milik orang lain.
Selain itu, individu yang kecanduan sering menempatkan aktivitas berjudi sebagai prioritas utama. Akibatnya, berbagai kegiatan lain seperti pekerjaan, aktivitas sosial, maupun waktu bersama keluarga menjadi terabaikan.
Tak jarang, seseorang yang sudah kecanduan juga menghentikan kegiatan yang sedang dilakukan hanya untuk membuka situs judi. Misalnya ketika sedang berkendara, mereka bisa menepi sejenak untuk memeriksa permainan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Perilaku kecanduan juga terlihat dari meningkatnya intensitas bermain, baik dari segi durasi maupun jumlah taruhan yang dipasang. Meski sudah mengalami kerugian, mereka tetap terdorong untuk terus bermain dengan harapan mendapatkan kemenangan.
Salah satu faktor yang memicu kecanduan adalah rasa senang yang muncul saat memperoleh kemenangan. Permainan seperti slot online biasanya dilengkapi tampilan visual cerah, efek suara, serta animasi yang mampu merangsang pelepasan dopamin di otak, yaitu zat kimia yang berkaitan dengan perasaan senang.
Lonjakan dopamin tersebut menciptakan sensasi kebahagiaan yang kuat dan membuat otak merekam judi sebagai sumber kesenangan. Kondisi ini akhirnya mendorong seseorang untuk terus mengulangi perilaku tersebut.
Selain itu, kemenangan dalam perjudian dapat menimbulkan keyakinan bahwa permainan tersebut merupakan cara mudah untuk mendapatkan uang. Hal ini juga bisa menimbulkan ilusi bahwa pemain memiliki kemampuan khusus, padahal hasil perjudian sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh faktor peluang.
Meski demikian, tidak semua orang yang mencoba judi online akan mengalami kecanduan. Namun, risiko untuk terjebak dalam perilaku tersebut tetap tinggi, terutama jika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada kecanduan.













