Metapos.id, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik sekaligus menyiapkan santunan dan program perbaikan rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bantuan tersebut dikirim segera setelah kejadian untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi antara Kemensos, BNPB, dan pemerintah daerah. Upaya tersebut meliputi penyediaan kebutuhan di lokasi pengungsian, termasuk pendirian dapur umum guna menjamin ketersediaan makanan bagi para penyintas.
Tak hanya bantuan logistik, pemerintah juga menyiapkan santunan bagi korban meninggal dunia serta warga yang mengalami luka berat. Selain itu, Kemensos akan memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Menurut Gus Ipul, bantuan sosial yang disalurkan bersifat adaptif dan akan langsung digerakkan setiap kali bencana melanda suatu daerah. Prioritas utama Kemensos adalah memastikan tersedianya tempat pengungsian yang layak serta kelancaran operasional dapur umum dengan dukungan logistik yang memadai.
Di sisi lain, proses pencarian korban longsor masih terus berlangsung. Hingga Minggu (25/1/2026), tim evakuasi berhasil menemukan 11 korban meninggal dunia di wilayah Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Sebanyak 79 orang masih dinyatakan hilang, sementara 23 warga dilaporkan selamat.
Dari jumlah korban meninggal yang telah ditemukan, tujuh jenazah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Proses identifikasi dilakukan dengan melibatkan tenaga medis dan forensik untuk menjamin ketepatan data serta menjunjung aspek kemanusiaan.













