Metapos.id, Jakarta — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImipas) menyiapkan pembangunan dapur sehat di 200 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur sehat tersebut akan dioperasikan dengan melibatkan warga binaan yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikasi di bidang pengolahan makanan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan bahwa program dapur sehat masuk dalam 15 agenda kerja prioritas KemenImipas tahun 2026. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan keterampilan warga binaan.
Agus menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan KemenImipas menunjukkan lebih dari 200 lapas dan rutan di berbagai daerah dinilai layak menjadi lokasi dapur sehat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 titik akan direalisasikan pada tahap awal pembangunan.
Selain warga binaan, program ini juga membuka peluang keterlibatan pegawai KemenImipas. Menurut Agus, dapur sehat berpotensi memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara profesional, sekaligus membuka ruang kerja sama dengan masyarakat sekitar untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebagai proyek percontohan, dapur sehat di Lapas Sukamiskin, Bandung, telah lebih dulu menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Dapur tersebut mampu memproduksi sekitar 3.444 porsi makanan setiap hari yang disalurkan ke sekolah dan posyandu di sekitar lapas tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi warga binaan.
Saat ini, sebanyak 469 dapur di lapas dan rutan di seluruh Indonesia tercatat telah memiliki sertifikat laik higienis. Selain itu, sebanyak 754 warga binaan telah mengikuti pelatihan teknis penyelenggaraan makanan dan memperoleh sertifikasi.
KemenImipas berharap lapas dan rutan yang telah memenuhi standar dapat terus menjalin sinergi dengan Badan Gizi Nasional guna mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.














