Sunday, October 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kemendag: Ekspor Indonesia ke Hong Kong Diproyeksi Tembus 3,9 Miliar Dolar AS di 2045

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
22 May 2025
in Ekbis
Kemendag Tak Yakin Nilai Transaksi Ekspor 2023 Bakal Setinggi Tahun Lalu

Jakarta, Metapos.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memproyeksikan ekspor Indonesia ke Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong di China dapat mencapai 3,9 miliar dolar AS pada tahun 2045 melalui First Protocol to Amend the ASEAN-Hong Kong, China Free Trade Agreement (AHKFTA).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, mengatakan berdasarkan analisa yang telah disusun bahwa protokol ini diprediksi akan menurunkan biaya perdagangan sebesar 2,7 persen dan meningkatkan ekspor produk Indonesia ke Hong Kong menjadi 3,9 miliar dolar AS pada tahun 2045.

BACA JUGA

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

“Terutama untuk sektor produk logam, produk manufaktur, perikanan, pakaian jadi, produk kimia, dan tekstil,” katanya, dikutip Rabu, 21 Mei.

Sementara, impor Indonesia diprediksikan mencapai 3,26 miliar dolar AS di tahun 2045. Protokol ini diprediksikan juga akan meningkatkan kesejahteraan Indonesia sebesar 11,29 juta dolar AS.

Beberapa manfaat yang dapat dipetik dari protokol AHKFTA ini, antara lain meningkatkan volume perdagangan Indonesia di kawasan ASEAN dan Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong di China, kemudian memperkuat integrasi ekonomi Indonesia di kawasan ASEAN dan Hong Kong.

Selain itu, meningkatkan perdagangan antara kedua belah pihak, meningkatkan kelancaran fasilitasi perdagangan dan mengurangi hambatan perdagangan, memperkuat hubungan ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong di China.

Adanya protokol ini juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor beberapa produk unggulan Indonesia ke Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong di China dengan produk-produk potensial yang akan mendapatkan manfaat signifikan meliputi udang dan sejenisnya, komponen elektronik berupa sirkuit terpadu, mutiara hasil budi daya, berbagai produk campuran makanan, serta pakaian berbahan katun.

Sebelumnya, persetujuan AHKFTA diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN dan Hong Kong yang merupakan wilayah administrasi khusus dari China dengan persetujuan perdagangan yang terpisah dari China.

Persetujuan AHKFTA mencakup di antaranya perdagangan barang, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, perdagangan jasa, serta kerja sama ekonomi dan teknis.

Sampai dengan saat ini hanya Hong Kong yang telah menyelesaikan proses ratifikasi, sedangkan negara anggota ASEAN lainnya masih dalam proses ratifikasi termasuk Indonesia.

Tags: EksporKemendagMetapos.id
Previous Post

BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya Berkisar 4,6 – 5,4 Persen

Next Post

School of Parliament SMA Labschool Jakarta: Regenerasi Semangat Demokrasi Muda-Mudi

Related Posts

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Next Post
School of Parliament SMA Labschool Jakarta: Regenerasi Semangat Demokrasi Muda-Mudi

School of Parliament SMA Labschool Jakarta: Regenerasi Semangat Demokrasi Muda-Mudi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini