Metapos.id, Jakarta – Kementerian Agama menegaskan bahwa dana zakat tidak diperbolehkan digunakan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Zakat hanya dapat disalurkan kepada delapan golongan penerima (ashnaf) yang telah ditetapkan dalam syariat Islam sebagaimana tercantum dalam Surah At-Taubah ayat 60.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa tidak ada regulasi maupun kebijakan yang membenarkan penggunaan dana zakat di luar ketentuan syariat. Ia menegaskan bahwa seluruh proses distribusi zakat wajib mengacu pada aturan agama serta perundang-undangan yang berlaku.
Delapan kelompok penerima zakat tersebut meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Menurut Thobib, ketentuan ini menjadi fondasi utama dalam tata kelola zakat nasional agar hak para mustahik tetap terlindungi dan tidak disalahgunakan.
Ia juga menambahkan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat secara tegas mengatur kewajiban pendistribusian zakat kepada mustahik sesuai syariat Islam, dengan sistem penyaluran berbasis skala prioritas, prinsip keadilan, pemerataan, dan kewilayahan.
Lebih lanjut, Thobib menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang berada di bawah pengawasan negara, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia pun mengimbau masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga berizin resmi dan diaudit secara berkala guna menjaga kepercayaan publik serta akuntabilitas pengelolaan dana umat.












