Metapos.id, Jakarta – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan tindakan seorang karyawan minimarket di Kota Ambon, Maluku, membakar kaki seorang anak yang sedang tertidur di depan toko.
Rekaman berdurasi sekitar 31 detik itu menunjukkan pelaku menaruh selembar kertas di atas kaki korban. Selanjutnya, kertas tersebut dinyalakan menggunakan korek api hingga memicu kepanikan.
Setelah api menyala, pelaku terlihat menjauh sambil memperhatikan reaksi korban. Dalam video itu, pelaku juga tampak tertawa sembari mengisap rokok.
Korban yang diduga merupakan anak jalanan sontak terbangun dari tidurnya. Ia tampak berteriak kesakitan dan menggerakkan kedua kakinya untuk menghindari panas dari api.
Aksi tersebut langsung menuai kecaman dari masyarakat setelah videonya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Di sisi lain, terdengar suara seseorang dalam rekaman yang menyayangkan tindakan pelaku dan menyebutnya tidak memiliki rasa kemanusiaan.
Merespons kejadian itu, pihak kepolisian menyampaikan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi yang diterima terkait peristiwa tersebut. Polisi pun mengimbau pihak yang merasa dirugikan agar segera membuat laporan sehingga proses hukum dapat dilakukan.
Tak lama setelah video menjadi viral, pelaku menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui sebuah video. Ia menegaskan perbuatannya dilakukan atas inisiatif pribadi dan tidak berkaitan dengan perusahaan tempatnya bekerja.
Pelaku mengakui tindakannya hanya dilandasi keisengan. Namun, ia menyadari perbuatannya keliru dan tidak layak dilakukan.
Selain menyampaikan penyesalan, pelaku juga mengakui aksinya telah menimbulkan keresahan publik serta berdampak pada citra perusahaan. Karena itu, ia berjanji menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.






