Metapos.id, Jakarta — Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak insan pers untuk terlibat aktif dalam mengawal kinerja kepolisian sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional. Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga keseimbangan informasi di masyarakat.
Seruan tersebut disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama antara Polri dan insan pers yang digelar di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Kapolri menyampaikan apresiasi atas dedikasi jurnalis yang selama ini konsisten menyajikan informasi secara terbuka, objektif, dan bertanggung jawab kepada publik.
Kapolri menegaskan bahwa Polri membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik dan masukan dari media sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Ia menilai pers tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan sumber pencerahan informasi bagi masyarakat.
Ia turut menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian agar lebih peka dan tanggap terhadap pemberitaan media. Setiap informasi yang muncul dinilai sebagai representasi suara masyarakat yang harus segera direspons melalui langkah cepat dan penanganan yang tepat.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Kapolri juga menyoroti risiko misinformasi yang muncul akibat Artificial Intelligence (AI) dan teknologi deepfake. Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi palsu dapat memicu perpecahan sosial jika tidak disikapi secara cermat dan kritis.
Oleh karena itu, pers diharapkan mampu berperan sebagai penjernih ruang informasi publik dengan menghadirkan berita yang faktual, terverifikasi, dan kredibel, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun disinformasi.
Selain itu, Kapolri juga meminta dukungan media dalam menyukseskan agenda nasional terdekat, yakni pengamanan arus mudik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat yang dikoordinasikan oleh Korlantas Polri. Operasi tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar tradisi mudik tahunan dapat berjalan nyaman, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah tujuan pemudik melalui perputaran ekonomi dan efek berganda bagi masyarakat desa.













