Metapos.id, Jakarta – Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih mengusut kasus kematian seekor gajah Sumatera yang ditemukan di kawasan konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebut kuat dugaan bahwa kematian satwa dilindungi tersebut merupakan akibat aksi perburuan liar yang dilakukan secara sengaja.
Menurutnya, hilangnya kedua gading gajah menjadi indikasi kuat adanya motif ekonomi di balik pembunuhan tersebut. Kapolda juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian itu, seraya menegaskan komitmen aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara tuntas melalui pendekatan ilmiah dengan metode scientific crime investigation.
Gajah tersebut diketahui merupakan satwa liar yang kerap melintasi wilayah tersebut. Di kawasan tenggara Tesso Nilo sendiri terdapat sejumlah kelompok gajah yang aktif berpindah dari satu area ke area lainnya. Untuk mengungkap kasus ini, tim gabungan dari Polda Riau, Polres Pelalawan, BKSDA Riau, serta PPNS Kementerian Kehutanan telah diterjunkan guna melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis.
Dari hasil nekropsi, petugas menemukan adanya proyektil yang bersarang di bagian tengkorak belakang gajah. Selain itu, sejumlah bagian tubuh seperti kepala, belalai, mata, serta kedua gading diketahui hilang, sehingga semakin menguatkan dugaan adanya praktik perburuan liar yang dilakukan secara terencana dan terorganisir.












