Metapos.id, Jakarta – Juru bicara baru Gedung Putih, Katie Zacharia, menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa dirinya mengaku sebagai pengacara tanpa memiliki lisensi untuk berpraktik hukum di Amerika Serikat. Kelompok pengawas di Washington DC telah mengajukan pengaduan kepada otoritas hukum California untuk meminta penyelidikan atas klaim tersebut.
Kepala Campaign for Accountability, Michelle Kuppersmith, mengatakan Zacharia berulang kali memperkenalkan diri sebagai pengacara untuk membangun reputasi sebagai komentator hukum di televisi.
“Namun, tampaknya semua itu adalah kebohongan,” kata Kuppersmith dalam sebuah pernyataan dikutip dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026).
Organisasi tersebut telah menyampaikan pengaduan kepada lembaga pengawas profesi hukum California. Mereka meminta otoritas terkait menyelidiki apakah Zacharia memberikan informasi yang menyesatkan mengenai kualifikasi profesionalnya.
“Di California, menyebut diri Anda pengacara tanpa lisensi bukanlah sekadar basa-basi; itu adalah kejahatan,” ujar Kuppersmith.
Ia juga mendesak otoritas hukum California meminta pertanggungjawaban Zacharia apabila dugaan tersebut terbukti.
Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Zacharia memperoleh gelar dari Pepperdine Caruso School of Law pada 2011. Ia juga pernah bekerja sebagai associate di firma hukum Zhong Lun di Beijing pada 2011 hingga 2013.
Sebelum bergabung dengan Gedung Putih, Zacharia dikenal sebagai komentator di Fox News dan Newsmax. Ia memulai tugas sebagai sekretaris pers Gedung Putih pada Selasa (13/10), dengan konferensi pers perdana yang berlangsung kurang dari 15 menit.
Dalam kesempatan tersebut, ia beberapa kali terlihat terbata-bata dan mengulang perkataannya. Sebagian besar pernyataannya berisi ucapan terima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kesempatan yang diberikan.
“Saya sudah lama ingin bekerja untuknya,” kata Zacharia, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Usai konferensi pers, Zacharia bergabung dengan Trump di luar Gedung Putih untuk menjawab pertanyaan wartawan. Ketika ditanya di mana ia mengikuti ujian pengacara, Zacharia menjawab, “Saat saya pindah ke Tiongkok.”
Jawaban itu diduga merujuk pada pengalamannya bekerja di firma hukum di Beijing. Namun, ujian Kualifikasi Profesional Hukum Terpadu Nasional di China hanya terbuka bagi warga negara China, sementara warga asing hanya dapat berpraktik dalam kondisi tertentu.
Biografi Zacharia di situs Trumpettes USA Inc menyebutkan bahwa ia pernah menjadi penasihat eksternal untuk Bank Dunia dan International Finance Corporation saat berada di Beijing. Profil LinkedIn-nya juga mencantumkan jabatan sebagai penasihat umum kelompok hak suara Fix California pada 2024 hingga 2025.
Selain itu, dalam profil Instagram, Zacharia menggambarkan dirinya sebagai istri, ibu, dan pengacara. Meski demikian, laporan media menyebutkan bahwa belum diketahui apakah ia memiliki lisensi pengacara di negara bagian mana pun di AS.
Menanggapi sorotan tersebut, Zacharia mengatakan kepada Associated Press bahwa dirinya memiliki kualifikasi untuk bekerja di bidang hukum transaksi internasional.
“Saya berpraktik di bidang hukum transaksi internasional, dengan semua kualifikasi yang sesuai,” kata Zacharia.
Sebelum menjadi juru bicara Gedung Putih, Zacharia bekerja sebagai penasihat komunikasi di Kementerian Keamanan Dalam Negeri setelah Trump kembali menjabat untuk periode kedua. Sejak Juni, ia juga tercatat sebagai penasihat komunikasi senior di Trump Media and Technology Group, perusahaan pemilik platform Truth Social.
Hingga kini, dugaan mengenai status lisensi pengacara Zacharia masih menjadi sorotan dan memerlukan klarifikasi dari otoritas terkait.







